Pemkot Bengkulu Kembangkan Belungguk Point sebagai Kampung Digital UMKM

Belungguk Point Bengkulu
Foto: Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelawati, (Ft/Dok).

Pemkot Bengkulu Kembangkan Belungguk Point sebagai Kampung Digital UMKM

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu terus mendorong transformasi ekonomi daerah melalui pengembangan kawasan ekonomi baru berbasis digital. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui rencana peluncuran Belungguk Point, sebuah kawasan ekonomi modern yang mengusung konsep Kampung Digital dan ditujukan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Belungguk Point tidak hanya dirancang sebagai ruang hiburan dan kuliner bagi masyarakat, tetapi juga diproyeksikan menjadi simbol perubahan pola ekonomi lokal menuju era digital. Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan kawasan ini mampu menjadi model pengembangan UMKM yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, sekaligus ramah bagi wisatawan.

||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Siapkan PKS UMKM dengan Alfamart–Indomaret

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelawati, menjelaskan bahwa Belungguk Point merupakan bagian dari strategi jangka menengah pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, pendekatan digital menjadi kunci agar UMKM lokal dapat bersaing di tengah dinamika ekonomi modern yang semakin kompetitif.

“Belungguk Point kami rancang bukan sekadar sebagai pusat kuliner, tetapi sebagai kawasan ekonomi baru yang mendorong inklusi digital di tingkat komunitas. Melalui konsep Kampung Digital, kami ingin UMKM Bengkulu naik kelas dan siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” kata Nelawati, Selasa (23/12/25).

||BACA JUGA: Gerai Koperasi Merah Putih Dipercepat, Bengkulu Siapkan Skema Lahan

Salah satu inovasi utama yang dihadirkan di Belungguk Point adalah penerapan sistem pembayaran digital secara menyeluruh. Seluruh pelaku UMKM yang terlibat diwajibkan menggunakan transaksi nontunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu menggandeng Bank Bengkulu sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini bertujuan memastikan seluruh pelaku usaha mendapatkan pendampingan, mulai dari pembukaan rekening hingga penggunaan sistem pembayaran digital.

“Seluruh pelaku UMKM di Belungguk Point akan bekerja sama dengan Bank Bengkulu. Transaksi dilakukan secara nontunai menggunakan QRIS, sehingga sistem pembayaran menjadi lebih transparan, aman, dan efisien,” ujar Nelawati.

||BACA JUGA: Belungguk Point Jadi Ikon Ruang Publik Berbasis Kearifan Lokal

Ia menambahkan, penerapan QRIS diharapkan memberikan kemudahan bagi pengunjung. Masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar karena pembayaran dapat dilakukan dengan cepat melalui telepon pintar.

“Dengan sistem ini, transaksi menjadi lebih praktis. Pengunjung cukup memindai kode QR menggunakan smartphone, sehingga proses pembayaran berlangsung cepat dan nyaman,” katanya.

Pemerintah Kota Bengkulu menilai digitalisasi menjadi langkah penting agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat. Dengan mengadopsi teknologi finansial, pelaku usaha diharapkan dapat mengelola keuangan secara lebih tertib, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperluas peluang pengembangan usaha.

||BACA JUGA: Jalan S. Parman Disulap Jadi Belungguk Point, Hadirkan Malioboro Versi Sendiri

Belungguk Point dirancang sebagai ruang belajar sekaligus etalase bagi UMKM lokal. Melalui kawasan ini, pemerintah berharap pelaku usaha dapat terbiasa dengan ekosistem digital, mulai dari pembayaran nontunai hingga pemasaran berbasis teknologi.

“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Digitalisasi membuka peluang besar, baik dari sisi efisiensi usaha maupun peningkatan daya saing,” ujar Nelawati.

Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan, pelaku UMKM hanya diperbolehkan berjualan menggunakan food truck, food motor, atau mobil usaha yang telah melalui proses branding khusus. Penempatan pedagang dilakukan di sisi jalan dengan pengaturan yang rapi dan seragam.

||BACA JUGA: Wagub Mian Dorong Akses KUR untuk UMKM Bengkulu

“Kami ingin Belungguk Point memiliki identitas visual yang kuat dan tertata. Karena itu, pedagang wajib menggunakan sarana usaha yang sudah ditentukan agar kawasan terlihat modern dan menarik,” jelas Nelawati.

Penataan ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kawasan, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Bengkulu. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *