Pemkot Bengkulu Gandeng BPS Perkuat Data Pembangunan

Data Pembangunan
Foto: Pemerintah Kota Bengkulu bersama BPS Kota Bengkulu, menggelar Evaluasi Kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral sekaligus Penganugerahan Gerakan Kelurahan Cinta Statistik (Gelatik), Senin (8/12/25), (Ft/Ist).

Pemkot Bengkulu Gandeng BPS Perkuat Data Pembangunan

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat tata kelola data sebagai dasar perencanaan pembangunan yang akurat dan berkelanjutan. Bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu, Pemkot menggelar Evaluasi Kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral sekaligus Penganugerahan Gerakan Kelurahan Cinta Statistik (Gelatik), Senin (8/12/25). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Hidayah I Kantor Wali Kota Bengkulu dan menjadi momentum strategis dalam mendorong budaya data di tingkat daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Bengkulu dan BPS Kota Bengkulu juga melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) terkait penguatan penyelenggaraan statistik sektoral. Kesepakatan ini menjadi landasan kerja sama jangka panjang dalam memastikan data yang dihasilkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memenuhi standar statistik nasional.

||BACA JUGA: Gelar Karya dan Pentas Seni SMPN 11 Bengkulu 2025: Siswa Tunjukkan Kreativitas dan Jiwa Wirausaha

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati, serta Staf Ahli Wali Kota Bengkulu Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Lia Kamalia, yang mewakili Wali Kota Bengkulu sekaligus membuka acara secara resmi.

Turut hadir perwakilan BPS Provinsi Bengkulu, Kepala Bappeda Kota Bengkulu, Kepala DP3AP2KB, Kepala DPMPTSP, Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Sekretaris Dinas Kominfo, para camat, serta lurah se-Kota Bengkulu. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sistem statistik yang terintegrasi dan berkualitas.

||BACA JUGA: 44 Lansia Kota Bengkulu Ikut Wisuda dari Sekolah Lansia Cempaka Smart

Dalam sambutannya, Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati, menegaskan bahwa statistik sektoral kini memiliki peran yang semakin strategis dalam sistem statistik nasional. Data yang dihasilkan oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi penentu utama dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan.

“Data sektoral sangat penting untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Namun, data tersebut harus dihasilkan melalui proses bisnis statistik yang terstandar, sesuai dengan Generic Statistical Business Process Model (GSBPM) agar dapat diakui sebagai statistik resmi,” ujar Iin.

Ia menjelaskan bahwa sesuai Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, BPS memiliki peran sebagai pembina data. Oleh karena itu, seluruh kegiatan statistik sektoral di daerah harus melalui proses pembinaan dan verifikasi agar memenuhi standar kualitas, konsistensi, serta keterbandingan data.

||BACA JUGA: DWP Kota Bengkulu Salurkan Bantuan untuk Anak Berisiko Stunting

Sepanjang tahun ini, BPS Kota Bengkulu mencatat sembilan kegiatan statistik sektoral yang dilaksanakan oleh OPD di lingkungan Pemkot Bengkulu. Dari jumlah tersebut, dua kegiatan ditetapkan sebagai prioritas pendampingan intensif karena memiliki peran strategis dan kualitas data yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.

Dua kegiatan tersebut adalah:

  • Kompilasi Data Kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kota Bengkulu
  • Kompilasi Data Kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu

Kedua kegiatan ini akan mewakili Pemkot Bengkulu dalam Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026, sebuah penilaian nasional yang menjadi tolok ukur kualitas statistik daerah.

||BACA JUGA: DWP Kota Bengkulu Kunjungi TPA, Dukung Gizi Anak dan Cegah Stunting

Menurut Iin, penetapan kegiatan prioritas ini bertujuan untuk mendorong OPD agar semakin disiplin dalam mengikuti standar statistik dan menjadikan data sebagai aset pembangunan.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bengkulu, Lia Kamalia, menekankan bahwa seluruh OPD harus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam penyelenggaraan statistik sektoral. Ia menilai bahwa tantangan utama saat ini bukan pada ketersediaan data, melainkan pada kualitas dan standar proses pengumpulan data.

“Peran statistik sektoral semakin besar dalam pembangunan. Namun data yang dikumpulkan harus memenuhi standar statistik yang telah ditetapkan. Ini menjadi tantangan bagi OPD agar mampu melaksanakan pengumpulan data secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara nasional,” ujar Lia.

||BACA JUGA: Penguatan Statistik Sektoral di Kelurahan: BPS Bengkulu Luncurkan Program Desa Cantik

Ia juga menyoroti meningkatnya kebutuhan data sektoral dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Pada tahun 2025, Pemkot Bengkulu diwajibkan menginput 3.281 jenis data ke dalam sistem tersebut. Namun, hingga saat ini, hanya sebagian kecil yang telah memenuhi standar dan mendapatkan rekomendasi dari BPS.

“Tahun ini baru sembilan kegiatan statistik yang memperoleh rekomendasi. Ini menunjukkan bahwa pembangunan statistik sektoral masih menjadi pekerjaan besar bagi kita semua,” ungkapnya.

Lia Kamalia meminta seluruh OPD agar lebih aktif berkoordinasi dengan BPS Kota Bengkulu. Setiap kegiatan statistik yang dilakukan harus dilaporkan dan dikonsultasikan agar dapat memenuhi syarat untuk ditampilkan dalam Portal Satu Data Indonesia.

||BACA JUGA: BPS Kota Bengkulu: Inflasi Januari 2025 Naik 0,09 Persen, IHK Capai 105,38

“Tanpa data yang terstandar dan terverifikasi, kebijakan pembangunan akan sulit tepat sasaran. Karena itu, saya minta OPD tidak bekerja sendiri, tetapi bersinergi dengan BPS sejak tahap perencanaan,” tegasnya.

Selain evaluasi statistik sektoral, acara ini juga menjadi ajang penganugerahan bagi kelurahan yang berkomitmen membangun budaya statistik. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya kelurahan dalam mengelola dan memanfaatkan data untuk perencanaan pembangunan di tingkat wilayah.

Salah satu penghargaan bergengsi adalah Piagam Kelurahan Cantik Nasional yang diberikan oleh BPS RI kepada Kelurahan Padang Jati, Kecamatan Ratu Samban. Piagam tersebut diterima langsung oleh Lurah Padang Jati bersama Camat Ratu Samban.

||BACA JUGA: Evaluasi Progress Rekomendasi Statistik: BPS Kota Bengkulu Pantau Kualitas Data Peningkatan IPS

Selain itu, BPS Kota Bengkulu juga menetapkan Kelurahan Cinta Statistik (Gelatik) Terbaik Tahun 2025, yakni:

  1. Kelurahan Jalan Gedang
  2. Kelurahan Malabero
  3. Kelurahan Rawa Makmur
  4. Kelurahan Bentiring

Kelurahan-kelurahan tersebut dinilai konsisten dalam membangun sistem pendataan, meningkatkan kapasitas aparatur, serta memanfaatkan data sebagai dasar perencanaan dan pelayanan publik. (**)

Redaksi : (KB1) Bagikan
Pewarta : QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *