Pemkot Bengkulu Ajukan Anggaran Sanitasi dan Air Minum 2026 ke Kementerian PUPR, Siap Wujudkan Kota Bersih dan Sehat
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PUPR di Jakarta guna mengajukan usulan anggaran untuk kegiatan sanitasi dan air minum tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bengkulu dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar bagi masyarakat.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Penjabat (Pj) Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, didampingi Pj Sekretaris Daerah (Sekda), Eko Agusrianto, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran terkait di lingkungan Pemkot Bengkulu. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (PFID), Krisno Yuwono, serta Kepala Bidang Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Perumahan dan Permukiman, Setjen Kemen PUPR.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Bangun Pusdalops BPBD untuk Perkuat Mitigasi Bencana
Dalam pertemuan ini, Pemkot Bengkulu memaparkan berbagai usulan proyek infrastruktur sanitasi dan air minum yang dianggap mendesak untuk direalisasikan. Beberapa usulan utama yang diajukan meliputi:
- Pengadaan dan pemasangan jaringan distribusi sekunder dan tersier di Betungan.
- Pembangunan pipa jaringan distribusi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Pintu Atap Seng – Jembatan Dendam.
- Pembangunan septic tank individu di kawasan Teluk Sepang.
Usulan tersebut mendapat tanggapan positif dari Kementerian PUPR. Pihak kementerian menyatakan bahwa usulan yang diajukan akan dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2026. Jika disetujui, anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) akan dialokasikan guna merealisasikan proyek-proyek tersebut.
BACA JUGA: Pemerintah Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis, Pemkot Bengkulu Siapkan Implementasi
“Dengan adanya dukungan dari Kementerian PUPR, diharapkan infrastruktur sanitasi dan air minum di Kota Bengkulu bisa semakin baik dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Pj Walikota Bengkulu, Arif Gunadi.
Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui program ini. Sanitasi yang memadai serta akses air bersih yang merata diyakini mampu menekan angka penyakit akibat lingkungan yang kurang higienis, seperti diare dan infeksi kulit.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Selamatkan Lansia Disabilitas Terlantar di Tengah Hujan
Pemkot Bengkulu terus berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Melalui kerja sama strategis dengan pemerintah pusat, berbagai upaya akan dilakukan guna memastikan bahwa setiap proyek dapat berjalan sesuai rencana.
“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap Kota Bengkulu dapat bertransformasi menjadi kota yang lebih modern dan berkelanjutan, dengan sanitasi dan penyediaan air bersih yang memadai untuk seluruh masyarakat,” ungkap Arif Gunadi.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Gelar Entry Meeting Bersama BPK, Targetkan WTP Tahun 2024
Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga, memperbaiki sistem pembuangan limbah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Infrastruktur air bersih dan sanitasi yang baik akan memberikan dampak besar bagi sektor kesehatan, pariwisata, hingga produktivitas masyarakat secara keseluruhan.
“Program ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan untuk mewujudkan Kota Bengkulu yang lebih sehat, bersih, dan layak huni,” tambah Pj Sekda, Eko Agusrianto. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











