Pemkab Bengkulu Utara Hadirkan BTS Internet di Enggano, Desa Banjarsari Siap Terkoneksi Digital

Jaringan Internet Enggano
Foto: Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, waktu memberikan Bantuan Peralatan Sekolah saat berkantor kepulau Enggano beberapa waktu yang lalu, (ft/Ist).

Pemkab Bengkulu Utara Hadirkan BTS Internet di Enggano, Desa Banjarsari Siap Terkoneksi Digital

Kantor-Berita.Com, Bengkulu Utara|| Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara kembali membuktikan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan layanan digital di seluruh penjuru wilayah, termasuk desa-desa yang berada di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Langkah konkret ini diwujudkan melalui keberhasilan Pemkab dalam mengajukan pemanfaatan Base Transceiver Station (BTS) kepada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.

Fokus utama program ini tertuju pada Desa Banjarsari, Kecamatan Enggano, salah satu wilayah terluar di Provinsi Bengkulu yang selama ini kesulitan mendapatkan akses internet yang layak.

BACA JUGA: Gubernur Tinjau PLTD Enggano, Usulkan Mesin Baru, Atasi Krisis Listrik Wilayah Terluar

Dalam keterangannya kepada awak media usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Bengkulu Utara di Sekretariat DPRD, Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak yang telah terlibat dalam mewujudkan jaringan internet yang lebih baik bagi masyarakat Enggano, khususnya Desa Banjarsari.

“Berdasarkan data dan hasil pengecekan di lapangan, kami menemukan bahwa akses internet di Desa Banjarsari sangat terbatas. Ini tentu menjadi kendala besar bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan administrasi desa. Oleh karena itu, kami segera mencari solusi terbaik dan tercepat untuk menjawab kebutuhan ini,” tegas Bupati.

BACA JUGA: Desa Pulau Panggung Dorong Ekonomi Warga Lewat Pelatihan Integrasi Sawit-Sapi

Pemkab Bengkulu Utara secara resmi mengajukan surat usulan pemanfaatan BTS kepada Kementerian Kominfo melalui BAKTI. Surat tersebut tertanggal 8 Juli 2025 dengan Nomor: 500.12/5/B-3, yang berisi permohonan agar BTS Universal Service Obligation (USO) di Desa Banjarsari dapat dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan internet di wilayah tersebut.

Usulan itu mendapatkan respons cepat dari Dirjen BAKTI Kominfo RI, yang langsung mengoordinasikan tindak lanjut dengan pihak PT Telkomsel Indonesia. Tidak butuh waktu lama, koordinasi dilakukan melalui rapat virtual (Zoom Meeting) antara BAKTI, Telkomsel, dan Pemkab Bengkulu Utara. Pertemuan ini membahas solusi teknis mengenai pemasangan antena BTS untuk memperkuat sinyal di Desa Banjarsari.

BACA JUGA: Bupati Bengkulu Tengah Lantik 560 PPPK Tahap 1: Komitmen Perkuat Pelayanan Publik

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dari BAKTI dan Telkomsel. Hanya dalam waktu singkat, kami langsung berdiskusi untuk mengeksekusi pemasangan jaringan internet di Banjarsari,” ujar Bupati Arie.

Sebagai tindak lanjut, PT Telkomsel telah mengirimkan peralatan BTS ke Desa Banjarsari. Semua alat tersebut saat ini sudah berada di lokasi. Rencana selanjutnya, teknisi dari Telkomsel akan memulai proses pemasangan antena BTS pada akhir Juli 2025, dengan target penyelesaian pada awal Agustus 2025.

“Jika semuanya berjalan lancar, kita bisa launching jaringan internet di Desa Banjarsari pada awal Agustus. Ini akan jadi momen bersejarah bagi masyarakat Enggano,” ungkap Bupati dengan semangat.

BACA JUGA: Gubernur Berkantor di Pulau Enggano: Bagikan Sembako dan Luncurkan Program Cetak Sawah

BTS yang digunakan merupakan fasilitas milik Dirjen BAKTI Kominfo RI, dan Telkomsel diberikan wewenang untuk memanfaatkan infrastruktur tersebut dalam rangka penguatan jaringan internet. Dengan BTS ini, diharapkan cakupan jaringan bisa menjangkau seluruh kawasan Desa Banjarsari, yang sebelumnya sangat sulit mengakses layanan digital.

Kehadiran jaringan internet di wilayah terpencil seperti Desa Banjarsari akan mengubah wajah kehidupan masyarakat secara signifikan. Tidak hanya mempermudah komunikasi, tetapi juga membuka akses terhadap informasi, pendidikan, pelayanan administrasi pemerintahan, kesehatan digital, dan berbagai platform ekonomi digital yang bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Menurut Bupati Arie, pemerataan akses digital adalah kunci penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia di desa-desa yang selama ini terisolasi secara digital.

BACA JUGA: Bupati Bengkulu Utara Akan Bangun Ulang Pustu dan Dorong Puskesmas Rawat Inap di Pulau Enggano

“Saat dunia sudah bicara kecerdasan buatan dan teknologi digital, kita tidak boleh membiarkan ada desa yang tidak memiliki jaringan internet. Ini bukan soal teknologi semata, ini soal keadilan sosial,” tegasnya.

Bupati Bengkulu Utara menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Dirjen BAKTI Kominfo RI dan PT Telkomsel yang telah merespons cepat usulan Pemkab dan bergerak nyata untuk menghadirkan internet di Desa Banjarsari.

“Kami merasa bangga dan berterima kasih kepada Kominfo dan Telkomsel. Tindakan cepat dan sinergi ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dapat menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” katanya. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Rio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *