Pembakaran Sampah di UINFAS, Damkar Bertindak Hampir Menyentuh Permukiman

Kebakaran UINFAS
Foto: Kebakaran Lahan UINFAS pada hari Senin (18/12/23) (Cek)

Pembakaran Sampah di UINFAS, Damkar Bertindak Hampir Menyentuh Permukiman

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Warga sekitar kawasan lahan milik UINFAS (Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno), yang dahulu dikenal sebagai IAIN, terus menjadi perhatian pemerintah setempat. Meskipun telah sering diingatkan dan diimbau agar tidak membakar sampah selama musim kemarau atau panas, sayangnya, sebagian warga tidak mematuhi imbauan tersebut.

Dampak dari kelalaian oknum warga yang tetap melakukan pembakaran sampah terjadi pada Senin (18/12/23) di lahan seluas setengah hektar di kawasan UINFAS. Tindakan ini memunculkan kendala bagi personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu. Kebakaran ini menimbulkan risiko yang berpotensi mengancam pemukiman penduduk.

BACA JUGA: Kota Bengkulu Terima Dana Insentif Fiskal 2024 Sebesar Rp26,59 Miliar

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut berhasil diatasi oleh tim rescue damkar dengan cepat, mencegah api agar tidak meluas dan mencapai pemukiman warga. “Kebakaran di sana (UINFAS) kemarin sekitar setengah hektar lahan, dan itu sudah mendekati pemukiman warga,” ujar Yuliansyah.

Gerak cepat tim damkar menjadi faktor penentu dalam menghadapi situasi tersebut. Yuliansyah mengingatkan bahwa cuaca saat ini masih ekstrim, ditandai dengan panas yang luar biasa dan kadang-kadang angin kencang, yang membuat kondisi sangat rentan terhadap kebakaran.

BACA JUGA: Penjabat Walikota Bengkulu Arif Gunadi Ikut Serta dalam Munaslub APEKSI 2023

Ia kembali mengimbau masyarakat Kota Bengkulu untuk tidak membakar sampah, terutama di siang hari. “Kebakaran ini terjadi biasanya karena kelalaian masyarakat yang sering membakar sampah, dan Bunga api itu terbang mengenai rumput kering dan bisa mengakibatkan kebakaran,” kata Yuliansyah.

Sejak awal tahun hingga 17 Desember 2023, Yuliansyah melaporkan bahwa hampir seratus kali terjadi kasus kebakaran hutan dan lahan di Kota Bengkulu. Ia menekankan bahwa kebakaran di kawasan UINFAS kemarin adalah hasil dari kelalaian warga yang meninggalkan sampah yang dibakar begitu saja, menyebabkan api menjalar ke lahan yang penuh dengan rumput kering.

BACA JUGA: Program Bedah Rumah Kota Bengkulu Tetap Berlanjut di Tahun 2024 Meskipun dengan Kuota Terbatas

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Kota Bengkulu dan menjaga udara tetap bersih. “Ayo kita menjaga dan pertahankan Kota Bengkulu ini, jangan sampai seperti di Sumatera Selatan, di mana setiap warga harus mengenakan masker karena banyaknya asap. Kita pertahankan predikat udara terbersih di seluruh Indonesia,” seru Yuliansyah.

Upaya pencegahan kebakaran harus menjadi perhatian bersama, dan edukasi terus diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau. Tim damkar dan instansi terkait berharap agar kejadian serupa tidak terulang, dan masyarakat dapat mendukung upaya pemeliharaan lingkungan dan keamanan bersama. (**)

Editor: (KB1) Share
Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *