Peluang Emas bagi Warga Bengkulu: Pemkot Buka Lowongan Kerja Menjahit

Pelatihan Kerja Bengkulu
Foto: Ilustrasi

Peluang Emas bagi Warga Bengkulu: Pemkot Buka Lowongan Kerja Menjahit

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bengkulu telah mengumumkan peluang kerja baru untuk 60 warga, yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui program pelatihan kerja di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Lubuk Pakal dengan fokus pada keahlian menjahit.

Kepala Disnaker, Firman Romzi, menyatakan bahwa kesempatan ini terbuka untuk semua lapisan masyarakat yang berminat di bidang menjahit. Menurutnya, setelah menyelesaikan pelatihan, peserta tidak hanya akan memperoleh keterampilan baru, tetapi juga dijamin mendapatkan posisi tetap di PT Sansan Saudaratex Jaya Garmen, yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah.

BACA JUGA: KUR sebagai Solusi: Disnaker Kota Bengkulu Dukung Para Pekerja Migran Melalui Pembiayaan

Oleh karena itu, Firman mengajak warga Bengkulu yang tertarik untuk mengembangkan karir di bidang menjahit, agar segera mendaftarkan diri di Kantor Disnaker Kota Bengkulu. Hingga saat ini, telah tercatat 10 orang yang telah mendaftar.

Adapun syarat untuk mengikuti pelatihan ini adalah memiliki Kartu Pencari Kerja atau Kartu Kuning yang diterbitkan oleh Disnaker Kota Bengkulu, dengan kualifikasi pendidikan minimal setara sekolah menengah atas (SMA).

“Kami mengajak masyarakat untuk segera melengkapi persyaratan dan mendaftar, Tidak ada proses seleksi khusus sehingga kesempatan ini benar-benar berdasarkan prinsip “siapa cepat dia dapat”, Pendaftaran telah kami buka dan kami akan langsung menginformasikan kepada kementerian segera setelah kuota terpenuhi, untuk segera memulai pelatihan,” jelas Firman pada hari Jumat, (1/3/24).

BACA JUGA: Pelatihan Sertifikasi di UPTD BLK Provinsi Bengkulu: Peningkatan SDM dan Penanggulangan Pengangguran

Firman menambahkan, segala biaya pelatihan, termasuk uang konsumsi dan uang saku, akan sepenuhnya ditanggung oleh Kemendikbud. Hal ini memungkinkan para peserta untuk sepenuhnya fokus pada proses pelatihan dan persiapan masuk ke dunia kerja.

PT Sansan Saudaratex Jaya Garmen, tempat dimana peserta pelatihan akan bekerja, dikenal sebagai produsen garmen dan tekstil berkualitas tinggi yang menyuplai ke pasar global. Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis pakaian mulai dari pakaian pria, wanita, anak-anak, hingga bayi, dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta potong per bulan.

Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang kerja bagi warga Bengkulu, tetapi juga menunjukkan komitmen Disnaker dan Kemendikbud dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui program ini, diharapkan para peserta tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memperkuat industri garmen nasional dengan kontribusi dan keterampilan yang mereka miliki.

BACA JUGA: Pelatihan Sertifikasi di UPTD BLK Provinsi Bengkulu: Peningkatan SDM dan Penanggulangan Pengangguran

Kesempatan berharga ini merupakan langkah maju dalam upaya pemerintah daerah dan pusat untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan pembukaan lapangan pekerjaan baru. Dengan demikian, program pelatihan kerja ini diharapkan dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di masa mendatang, membantu lebih banyak warga untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Peluang seperti ini membuktikan bahwa dengan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, kementerian, dan sektor industri, dapat tercipta sinergi positif yang membuahkan hasil nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting bagi warga Bengkulu yang memenuhi syarat untuk segera mengambil kesempatan ini, mengembangkan keterampilan mereka, dan mempersiapkan diri untuk terjun ke dalam dunia kerja yang kompetitif dengan bekal yang lebih baik. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *