Pasca Kebakaran SMKN 3: BPBD Provinsi Bengkulu dan Instansi Terkait Lakukan JITU PASNA

BPBD Provinsi Bengkulu
Foto: Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu Khristian Hermansyah (Pakai Topi) Bersama Tim saat melakukan pengukuran dan penghitungan kerugian akibat kebakaran yang melanda SMKN 3 Bengkulu dalam persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi SMKN 3 Bengkulu, pada hari sabtu, (30/12/23).

Pasca Kebakaran SMKN 3: BPBD Provinsi Bengkulu dan Instansi Terkait Lakukan JITU PASNA

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Khristian Hermansyah S.T, M.Si., memimpin tim rehabilitasi rekonstruksi dalam melakukan pengukuran dan penghitungan kerugian akibat kebakaran yang melanda SMKN 3 Bengkulu. Sabtu (30/12/23) menjadi momentum penting dalam upaya pemulihan dan perencanaan pembangunan kembali dengan pendekatan yang lebih baik dan aman.

Khristian Hermansyah menjelaskan pentingnya membangun kembali dengan standar yang lebih tinggi untuk mencegah risiko serupa di masa depan.

BPBD Provinsi Bengkulu
Foto: Tim Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITU PASNA) saat melakukan Pengukuran dan Penghitungan untuk Rehabilitasi Rekonstruksi SMKN 3 Bengkulu, pada hari sabtu, (30/12/23).

“Pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi, kita harus membangun kembali dengan lebih baik dan lebih aman, Dalam membangun kembali kita membutuhkan data yang akurat dan personil yang mampu melaksanakan tugas perhitungan kaji cepat,” ujar Khristian Hermansyah.

Tim yang terlibat dalam pengukuran dan penghitungan kerugian terdiri dari perwakilan dari berbagai instansi, seperti BPBD Provinsi Bengkulu, PUPR, Bappeda, dan pihak sekolah. Kolaborasi lintas sektor ini diperlukan untuk mengumpulkan informasi yang komprehensif dan menyeluruh terkait kerugian yang timbul akibat kebakaran di SMK 3 Bengkulu.

BACA JUGA: Kepala Dinas Pendidikan: Kebakaran di SMKN 3 Bengkulu Tak Hentikan Kegiatan Belajar

“Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITU PASNA) sangat diperlukan untuk menghitung kerusakan yang akan digunakan sebagai dasar pembangunan pasca bencana agar lebih baik dan lebih aman,” Imbuh Khristian Hermansyah.

Lanjutnya, ini memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam proses rekonstruksi didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang kerugian dan kebutuhan yang harus dipenuhi.

“Pengkajian kerugian melibatkan analisis terhadap berbagai aspek, termasuk fisik bangunan, kerusakan fasilitas, dan dampaknya terhadap aktivitas sekolah. Data yang dikumpulkan tidak hanya berguna untuk keperluan perencanaan dan pembangunan kembali, tetapi juga menjadi dasar bagi kebijakan mitigasi risiko di masa depan,” Jelasnya.

BACA JUGA: Gedung SMKN 3 Kota Bengkulu Jadi Sasaran Sijago Merah

Pentingnya data yang akurat dan up-to-date dalam pemulihan pasca bencana mencerminkan komitmen pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memastikan bahwa pendidikan dan infrastruktur publik memenuhi standar keamanan yang tinggi. Langkah-langkah perbaikan dan pembangunan kembali bukan hanya tentang mengembalikan kondisi sebelum bencana, tetapi juga untuk memastikan bahwa lingkungan tersebut lebih tangguh dan siap menghadapi potensi risiko di masa depan.

Upaya ini tidak hanya mencakup perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mengintegrasikan aspek keamanan dan mitigasi risiko dalam perencanaan jangka panjang. Pembangunan yang lebih baik dan lebih aman akan menjadi fondasi untuk memastikan bahwa dunia pendidikan dan masyarakat lebih kuat dan tangguh di hadapan tantangan bencana.

BACA JUGA: Catatan Damkar Tahun 2023: Kota Bengkulu Alami 118 Kebakaran Lahan dalam Setahun

Keterlibatan pihak sekolah dalam proses ini juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari semua pihak terkait. Keterlibatan ini melibatkan guru, staf sekolah, siswa, dan masyarakat sekitar. Mereka tidak hanya menjadi sumber data penting, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan harapan terkait dengan proses pemulihan dan pembangunan kembali. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *