Operasi Pasar Beras di Kota Bengkulu: Warga Bisa Pesan di Kelurahan

Operasi Pasar
Foto: Banner Operasi Pasar Beras SPHP Kota Bengkulu

Operasi Pasar Beras di Kota Bengkulu: Warga Bisa Pesan di Kelurahan

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu telah memulai proses distribusi beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke tingkat kelurahan melalui operasi pasar dengan harga Rp53 ribu.

Kabag Ekonomi Setda Kota Bengkulu menjelaskan bahwa pendistribusian beras SPHP telah dimulai di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Surabaya, Tanjung Jaya, dan Tanjung Agung, pada Selasa (19/3). Informasi mengenai distribusi ini akan disampaikan melalui pihak kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT dengan harapan agar informasi tentang operasi pasar beras SPHP dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

BACA JUGA: Solusi di Tengah Kenaikan Harga Beras Premium, Pemerintah Imbau Konsumsi Produk Bulog

”Distribusi akan diumumkan melalui camat hingga RT, sehingga warga dapat memesannya di sana, Kemudian Bulog akan mengantarkan beras ke kelurahan setelah uang pembelian beras terkumpul dan disetorkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) ke Bulog,” jelas Kabag Ekonomi Setda Kota Bengkulu.

Menurutnya, pendistribusian ini bertujuan agar masyarakat Kota Bengkulu dapat dengan cepat memperoleh beras SPHP dari Bulog dengan harga yang terjangkau, Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah terkumpulnya dana pembelian beras yang telah disetorkan ke Bulog oleh Disperindag. Setelah itu, jadwal pendistribusian beras SPHP akan ditetapkan.

BACA JUGA: Penyaluran Bantuan Beras bagi KPM di Kabupaten Lebong Dimulai Bulan Februari

Pendistribusi beras SPHP direncanakan akan dilakukan selama bulan Ramadan 1445 Hijriah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Setiap Kepala Keluarga (KK) dibatasi untuk membeli beras SPHP sebanyak 10 hingga 15 kilogram.

Kabag Ekonomi Setda Kota Bengkulu berharap pelaksanaan Operasi Pasar Beras Medium SPHP dapat berjalan lancar, dan masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *