Momen HGN dan HUT ke-78 PGRI: Rohidin Mersyah Tekankan Pentingnya Pendidikan Moral dan Stop Bullying

Hari Guru Nasional (HGN)
Foto: Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah saat membuka acara Seminar Nasional pada acara Perayaan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tahun 2023 (23/11).

Momen HGN dan HUT ke-78 PGRI: Rohidin Mersyah Tekankan Pentingnya Pendidikan Moral dan Stop Bullying

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Perayaan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tahun 2023 menjadi momen penting yang diwarnai dengan pesan-pesan penting dari Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. Dalam peringatan ini, Gubernur menggarisbawahi urgensi para pendidik dan orang tua dalam menanamkan pemahaman kepada anak-anak didik bahwa masa sekolah adalah kesempatan emas untuk belajar dan berkembang. Kamis (23/11/23).

Gubernur Rohidin Mersyah tidak hanya menonjolkan aspek akademis, tetapi juga menekankan perlunya menanamkan nilai-nilai positif dan etika kepada generasi muda. Terutama, beliau fokus pada isu perundungan (bullying) dan kekerasan yang seringkali berdampak pada lingkungan keluarga dan sekolah. Rohidin Mersyah menegaskan bahwa para pendidik dan orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak-anak agar menjadi individu yang baik, tangguh, dan berempati.

Hari Guru Nasional (HGN)
Foto: Perayaan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-78 PGRI Lakukan Seminar Nasional diikuti oleh Para guru di provinsi bengkulu pada hari Kamis, (23/11/23).

Dalam konteks perundungan dan kekerasan, Gubernur Rohidin Mersyah mencermati adanya fenomena yang meresahkan, baik dari pelajar sendiri maupun dari oknum guru. Oleh karena itu, ia menggarisbawahi perlunya mencari solusi konkret untuk mencegah dan menghindari perilaku merugikan ini di lingkungan pendidikan.

Haryadi, selaku Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bengkulu, menjelaskan bahwa peringatan HGN dan HUT ke-78 PGRI tahun 2023 mengusung tema “Terwujudnya Bengkulu Bebas dari Perundungan dan Kekerasan”. Tema ini bukan sekedar slogan, melainkan mencerminkan komitmen untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan.

BACA JUGA: Tanggapi Keluhan Para Pendidik, Gubernur Rohidin Instruksikan Segera Dicairkan Sertifikasi Guru

Dalam rangkaian kegiatan peringatan ini, PGRI Provinsi Bengkulu menggelar berbagai kegiatan positif. Salah satu kegiatan unggulan adalah seminar nasional yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para guru. Seminar ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan pengetahuan dan strategi yang efektif dalam mencegah dan menanggulangi perundungan serta kekerasan di lingkungan sekolah.

Seminar nasional diharapkan dapat menjadi forum pembelajaran dan bertukar pengalaman antarpendidik, sehingga tercipta sinergi dalam mengembangkan pendekatan-atan pendek yang berdaya guna. Keberhasilan dalam mencapai tujuan “Terwujudnya Bengkulu Bebas dari Perundungan dan Kekerasan” memerlukan kolaborasi semua pihak, baik dari kalangan pendidik, orang tua, maupun pemangku kepentingan terkait lainnya.

BACA JUGA: Konferensi Kerja III PGRI Bengkulu Tengah 2023: Guru Bangkit, Pulihkan Pendidikan, Indonesia Kuat, dan Indonesia Maju

Melalui perayaan HGN dan HUT ke-78 PGRI ini, harapannya adalah menciptakan transformasi positif dalam dunia pendidikan di Bengkulu. Dengan fokus pada nilai-nilai moral, pembentukan karakter, dan pencegahan perundungan, diharapkan anak-anak didik dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berintegritas, tangguh, dan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Gubernur dan PGRI Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus menjaga semangat perubahan positif ini agar pendidikan di daerah ini semakin baik dan berkualitas. (**)

Editor: (KB1) Share
Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *