Malam Puncak FORET 2025 Berlangsung Spektakuler di Bengkulu Utara

Bupati Bengkulu Utara
Foto: Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.AP, resmi menutup Festival Olahraga Rekreasi dan Tradisional (FORET) 2025 pada Sabtu malam, (15/11/25), (FtIst).

Malam Puncak FORET 2025 Berlangsung Spektakuler di Bengkulu Utara

Kantor-Berita.Com|| Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.AP, resmi menutup Festival Olahraga Rekreasi dan Tradisional (FORET) 2025 pada Sabtu malam, (15/11/25). Perhelatan yang berlangsung di pusat kota tersebut ditutup dengan penuh kemeriahan meski sempat diguyur hujan. Antusiasme masyarakat tidak surut, ribuan warga tetap memadati area festival hingga acara berakhir.

Penutupan ini menjadi puncak rangkaian kegiatan yang selama beberapa hari menyuguhkan beragam perlombaan olahraga rekreasi, atraksi budaya, permainan tradisional, hingga pertunjukan seni khas Bengkulu Utara. Tahun ini, festival berhasil menarik partisipasi dari berbagai komunitas seni, sanggar budaya, pelajar, dan kelompok pemuda dari seluruh kecamatan.

||BACA JUGA: Bupati Bengkulu Utara Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat ke Kemensos RI

Suasana sempat diguyur hujan ringan menjelang malam puncak. Namun kondisi cuaca tidak mengurangi semangat masyarakat yang telah menanti jalannya penutupan. Warga yang datang membawa payung, jas hujan, hingga berteduh di tenda-tenda stand UMKM tetap bertahan demi menikmati acara. Panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan aman dan tertib.

Ketahanan masyarakat menghadapi hujan ini menjadi bukti bahwa Festival Olahraga Rekreasi dan Tradisional telah menjadi ruang hiburan rakyat yang dinanti setiap tahun. Bagi warga, festival bukan hanya kompetisi, tetapi juga ajang memperkuat kebersamaan dan ruang berekspresi.

||BACA JUGA: UMKM Bengkulu Utara Naik Kelas, Produk Lokal Raih Izin Edar BPOM

Penutupan berlangsung meriah di panggung utama yang dihiasi lampu warna-warni, dekorasi khas Bengkulu Utara, serta perangkat audio visual yang menampilkan video perjalanan festival sejak hari pertama. Ribuan penonton tumpah ruah, memenuhi area panggung hingga ke jalan raya yang sementara ditutup.

Acara dibuka dengan penampilan musik daerah yang dibawakan oleh grup lokal. Irama musik tradisional dikolaborasikan dengan sentuhan modern, menghadirkan nuansa segar dan membuat suasana semakin hidup. Penampilan anak-anak muda dari komunitas seni juga mendapat sambutan meriah, menampilkan tari kreasi, tari adat, dan atraksi budaya yang memperlihatkan kekayaan tradisi Bengkulu Utara.

Selain hiburan seni, malam puncak juga diisi dengan penyerahan hadiah bagi para juara lomba festival. Mulai dari lomba dol, panjat pinang, tarik tambang, engrang, balap karung, hingga permainan tradisional lainnya mendapatkan apresiasi berupa piala, piagam, dan hadiah tambahan yang diserahkan langsung oleh Bupati Arie dan unsur Forkopimda.

||BACA JUGA: Dana TKD Dipangkas, Bupati Bengkulu Utara Ngadu ke Menteri PUPR Pastikan Proyek Prioritas Lanjut

Dalam sambutannya, Bupati Arie Septia Adinata menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang ikut memeriahkan festival. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan budaya daerah serta mempererat hubungan antarwarga.

“Malam ini adalah malam puncak yang tujuannya agar kita merasakan kebersamaan, sambil menikmati pentas seni budaya sebagai wujud kearifan lokal Kabupaten Bengkulu Utara. Tinggal di Bengkulu Utara adalah bagian dari keluarga besar kita,” ujar Bupati.

Arie menambahkan, festival ini akan terus dikembangkan setiap tahun sebagai ruang kreasi masyarakat dan wadah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.

||BACA JUGA: 315 Atlet Berlaga di Kejuaraan Taekwondo Buts Open 2025 Bengkulu Utara

“Kita ingin festival ini menjadi identitas Bengkulu Utara. Melalui olahraga rekreasi dan tradisional, kita belajar banyak hal: kebersamaan, sportivitas, dan rasa saling menghargai,” katanya.

Festival 2025 menampilkan berbagai lomba yang merepresentasikan budaya Bengkulu Utara, mulai dari permainan rakyat hingga seni tradisional. Panitia juga menghadirkan workshop budaya, pameran foto sejarah, dan stand UMKM yang menawarkan kuliner khas daerah seperti lemang, gulai pisang, tempoyak, hingga pernak-pernik adat.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari komunitas seni yang menilai festival memberikan ruang luas bagi generasi muda untuk tampil dan menunjukkan kreativitas. Banyak sanggar tari menampilkan karya baru yang memadukan unsur tradisi dan modern, menciptakan warna baru dalam seni pertunjukan daerah.

||BACA JUGA: Bupati Arie: Trail Adventure Jadi Ajang Promosi Wisata Bengkulu Utara

Selain itu, festival juga menjadi sarana bagi pelajar untuk mengenal dan mencintai budaya lokal. Sekolah-sekolah di Bengkulu Utara turut mengirim perwakilannya dalam berbagai lomba, termasuk olahraga tradisional, parade budaya, dan kompetisi musik dol. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Rio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *