Kota Bengkulu Tambah 36 Taman Bacaan Masyarakat Tahun 2025
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu berkomitmen meningkatkan akses literasi masyarakat dengan menambah jumlah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di tahun 2025, Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu, Muklis, pada Jumat (24/1/25).
Saat ini, Kota Bengkulu telah memiliki 30 TBM yang tersebar di berbagai wilayah. Tahun ini, jumlah tersebut akan bertambah sebanyak 36 TBM baru, berkat bantuan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Dengan demikian, total TBM di Kota Bengkulu akan mencapai 66 unit.
BACA JUGA: Revolusi Mental Bengkulu: Membangun SDM Unggul Melalui Literasi, Inovasi, dan Kreativitas
TBM ini tersebar di setiap kelurahan, bahkan ada kelurahan yang memiliki lebih dari satu TBM, Setiap TBM yang didirikan mendapatkan bantuan berupa 1.000 buku dari berbagai genre, rak buku, serta perlengkapan mebel untuk mendukung kenyamanan masyarakat saat membaca.
“Kami sudah mengusulkan penambahan TBM sejak 2024 dan alhamdulillah, tahun ini kita mendapatkan tambahan 36 TBM dari Perpusnas, Harapannya keberadaan TBM ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat dan memperluas wawasan serta pengetahuan mereka,” ujar Muklis.
BACA JUGA: Polda Bengkulu Peduli Pendidikan: Resmikan Perpustakaan dan Berikan Seragam Gratis
Selain TBM, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan juga berencana mengusulkan pendirian Pojok Baca Kelurahan di beberapa wilayah. Berbeda dengan TBM, Pojok Baca Kelurahan merupakan tempat baca yang lebih kecil dan difokuskan untuk kebutuhan spesifik masyarakat setempat.
Muklis menjelaskan bahwa untuk tahun ini, pihaknya mengusulkan Pojok Baca di lima kelurahan terlebih dahulu. Namun, pendirian ini masih memerlukan survei untuk memastikan kelurahan yang benar-benar siap dan layak memiliki fasilitas tersebut.
“Kami sedang melakukan survei untuk menentukan kelurahan mana yang sudah memenuhi kriteria dan siap memiliki pojok baca, Usulan awal kami adalah lima kelurahan sebagai pilot project,” jelas Muklis.
Di samping pengembangan TBM dan Pojok Baca Kelurahan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu juga melanjutkan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program ini bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat yang inklusif dan memberdayakan.
BACA JUGA: Antusiasme Pelajar Bengkulu Meningkat, Program Perpustakaan Keliling Jadi Andalan Literasi
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas layanan literasi. Muklis menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan di setiap TBM, termasuk memperbarui koleksi buku secara berkala dan memberikan pelatihan kepada pengelola.
Dalam jangka panjang, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan juga berencana menjadikan Kota Bengkulu sebagai model kota literasi di Indonesia, “Kami ingin Kota Bengkulu dikenal sebagai kota yang memiliki budaya literasi yang kuat, Ini adalah langkah awal yang penting untuk mencapai tujuan tersebut,” tutup Muklis. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











