Kepala Kantor DJPb Sebut, Perekonomian Bengkulu Tumbuh Baik di 2024, Ekspor Naik 95,56%
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Perekonomian Provinsi Bengkulu menunjukkan perkembangan positif hingga akhir tahun 2024. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana, mengungkapkan berbagai capaian ekonomi dan fiskal yang berhasil diraih provinsi ini.
Hingga triwulan III tahun 2024, ekonomi Bengkulu tumbuh sebesar 4,57% secara year-on-year. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bengkulu mencapai Rp25,82 triliun dalam harga berlaku dan Rp13,55 triliun dalam harga konstan 2010. Dengan pencapaian ini, Bengkulu menempati posisi ke-6 dari 10 provinsi di Sumatera, sedikit di bawah rata-rata pertumbuhan nasional yang mencapai 4,95%.
BACA JUGA: DJPb Ingatkan Pemda: Batas Akhir Pengajuan DAK Fisik Tahap III 16 Desember 2024
Menurut Irfan, sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu meliputi industri penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman, yang meningkat sebesar 9,66%. Selain itu, konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 10,64%. Berbagai kegiatan pariwisata, seperti Festival Tabut dan perhelatan Pemilu Serentak 2024, turut berkontribusi dalam meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.
“Capaian ini menandakan peningkatan ekonomi yang konsisten meskipun masih ada tantangan yang harus diatasi,” ungkap Irfan pada Sabtu (01/02/25).
BACA JUGA: Pj Bupati Bengkulu Tengah Tandatangani MoU dengan Kanwil DJPb Tingkatkan Pengelolaan Keuangan Daerah
Laju inflasi di Bengkulu pada Desember 2024 tercatat sebesar 0,84% secara year-on-year, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 1,57%. Sepanjang tahun 2024, tren inflasi menunjukkan penurunan signifikan, menandakan stabilitas harga barang dan jasa yang lebih baik.
Dari sisi perdagangan luar negeri, nilai ekspor Bengkulu hingga November 2024 mencapai USD 22,63 juta, meningkat sebesar 95,56% dibandingkan tahun 2023. Meski begitu, nilai ini masih lebih rendah 12,82% dibandingkan tahun 2022. Komoditas ekspor utama Bengkulu terdiri dari batubara, karet, dan lintah, dengan negara tujuan ekspor utama meliputi India, Bangladesh, dan Kamboja. Namun, kendala infrastruktur, terutama pendangkalan alur di Pelabuhan Pulau Baai, masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi untuk meningkatkan daya saing ekspor.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu dengan DJPB Jalin Kerjasama dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan
Selain aspek ekonomi dan fiskal, indikator sosial di Bengkulu juga menunjukkan perbaikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di provinsi ini mengalami peningkatan di semua dimensi, terutama dalam hal standar hidup layak. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2024 tercatat sebesar 3,11%, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 4,91%. Angka ini mencerminkan membaiknya kondisi ekonomi serta meningkatnya kesempatan kerja bagi masyarakat Bengkulu.
Dengan berbagai capaian ini, Bengkulu memiliki potensi besar untuk terus berkembang di tahun-tahun mendatang. Namun, tantangan infrastruktur seperti keterbatasan akses dan fasilitas di Pelabuhan Pulau Baai perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat. Dengan solusi yang tepat, sektor ekspor dapat tumbuh lebih optimal, mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











