Jalan Rusak Parah 20 Tahun Tidak Tersentuh, Bupati Simalungun Turun Langsung Untuk Perbaiki
KANTOR-BERITA.COM, SIMALUNGUN – Sebuah peristiwa unik terjadi di Kabupaten Simalungun Sumatera Utara. Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan, bersama Forkompinda, turun langsung ke lapangan untuk meninjau kerusakan jalan yang telah masuk kategori rusak parah. Tidak hanya itu, Bupati juga mengadakan pertemuan dengan masyarakat setempat yang telah mengeluhkan kondisi jalan Rusak selama lebih dari 20 tahun.
Jalan yang menjadi sorotan masyarakat ini terletak di wilayah Kecamatan Silou Kahean, Simalungun. Jalan ini merupakan penghubung vital antara Nagori Bah Bulian, Nagori Panduman, Nagori Banu Raya, Nagori Sinasi, Nagori Maria Buntu, dan Nagori Damak Khitang, membentang sepanjang lebih kurang 20 kilometer.
BACA JUGA: Ir. Emsah Perangin-angin Berjuang untuk Suara Masyarakat Sumatera Utara di Senayan 2024
Berani mengendarai sepeda motor, Bupati Simalungun didampingi oleh Dandim 0207/Sml Letkol Inf Hadrianus Yossy, Kajari Irfan Hargianto, dan Kadis PUPR Hotbinson Damanik. Mereka bergerak dari Kantor Kepala Desa (Pangulu) Nagori Bah Bulian untuk meninjau jalan hingga ke Nagori Damak Khitang.
Sebelum memulai perjalanan, Bupati Simalungun melakukan pertemuan dengan para masyarakat Nagori Bah Bulian. Dalam pertemuan ini, beberapa warga berbagi cerita tentang kondisi jalan di daerah mereka yang tidak tersentuh oleh pembangunan selama lebih dari dua dekade.
Salah seorang ibu dalam pertemuan itu menyampaikan harapannya kepada Bupati, “Harapan kami kepada Bapak Bupati, perhatikanlah jalan kami dan bangunlah jalan kami. Kami rela dan siap jika tanah kami harus digunakan untuk jalan.”
Tidak hanya itu, tokoh masyarakat setempat, Saragih, juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Bupati Simalungun. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati, Bapak Dandim, dan Kejaksaan Simalungun untuk mendengarkan keluhan kami secara langsung,” ucapnya.
Bupati Simalungun, dengan penuh empati, mengakui bahwa kondisi jalan yang dikeluhankan oleh warga sangat memprihatinkan. Dia juga menjelaskan bahwa APBD Kabupaten Simalungun sangat terbatas dalam membangun infrastruktur jalan. Oleh karena itu, perlu ada terobosan untuk melakukan perbaikan jalan di seluruh kabupaten.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD untuk memperbaiki semua jalan di Kabupaten Simalungun. Namun, kita telah berhasil membuat terobosan melalui marharoan Bolon/Gotong royong, berkat kerja sama masyarakat Simalungun yang luar biasa,” jelas Bupati.
Melalui kegiatan marharoan bolon ini, Bupati menjelaskan bahwa jalan-jalan tersebut dapat diperbaiki, minimal agar kendaraan roda empat dapat melewati mereka dan membawa hasil pertanian setempat.
Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama dalam mencapai target pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Simalungun. Bupati menegaskan bahwa pemerintah kabupaten tidak hanya diam, mereka selalu berupaya untuk mengamankan anggaran dari kementerian dan provinsi guna memperbaiki infrastruktur mereka.
Dalam perjalanan mereka menelusuri jalan yang rusak, Bupati dan rombongan mereka menerima tuntutan masyarakat untuk segera memperbaiki jalan tersebut, dan mereka dengan tulus menerima tuntutan itu.
Selama perjalanan mereka, Bupati dan rombongan mereka juga diberi jamuan santap siang oleh masyarakat Nagori Maria Buntu dengan menu yang sederhana namun penuh makna. Dengan beralaskan daun pisang, mereka menikmati santap siang bersama, menciptakan momen yang tak terlupakan.
Ini adalah langkah luar biasa dari Bupati Simalungun dalam mendengarkan keluhan masyarakat dan berusaha mencari solusi untuk perbaikan jalan yang sangat dibutuhkan. Semoga tindakan ini dapat menjadi contoh positif bagi pejabat lainnya di seluruh negeri.
Editor: (KB1) Share
Kontributor: (S.Hadi Purba)











