Gubernur Bengkulu Instruksikan Cepat BPBD Atasi Dampak Banjir Bandang dan Longsor di Kabupaten Lebong

Bencana Lebong
Foto: BPBD Kabupaten Lebong bersama Petugas Kepolisian pada saat mengevakuasi Warga saat Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Lebong pada hari Selasa (16/04/2023).

Gubernur Bengkulu Instruksikan Cepat BPBD Atasi Dampak Banjir Bandang dan Longsor di Kabupaten Lebong

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, telah memberi instruksi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu dan dinas teknis terkait untuk segera bertindak responsif menghadapi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Lebong pada Selasa (16/04/2023) pagi.

Menurut Gubernur Rohidin, tidak lama setelah mendapatkan informasi tentang bencana tersebut sekitar jam 10 pagi, Pemerintah Provinsi Bengkulu langsung menurunkan tim dan melakukan koordinasi dengan BPBD Lebong untuk memastikan distribusi logistik dan pengaturan dapur umum dilakukan dengan efektif.

“Tindakan pertama yang kami pastikan adalah kondisi masyarakat dapat ditangani dengan baik, termasuk kebutuhan kesehatan dan pangan mereka,” ucap Gubernur Rohidin saat berada di Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (17/04).

Gubernur Bengkulu yang menjabat saat ini juga menekankan bahwa pada pagi hari ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu telah dikerahkan untuk segera melakukan rehabilitasi di beberapa titik jalan yang amblas.

“Ada lebih dari dua titik jalan yang rusak, baik itu jalan poros maupun jalan menuju Kota Curup dan kami memastikan bahwa penanganan terhadapnya dilakukan secepatnya,” tambahnya.

Selain itu, Gubernur Rohidin juga meminta BPBD Lebong untuk segera melaporkan kondisi keseluruhan dari dampak bencana yang melanda tujuh kecamatan dan dua puluh empat desa tersebut ke BPBD Provinsi Bengkulu.

“Kami meminta tim evaluasi kerusakan untuk melakukan pengecekan menyeluruh, Kami akan terus memantau situasi, mulai dari kerusakan jalan, lahan pertanian yang gagal panen, ternak yang hanyut, hingga rumah yang rusak,” jelas Gubernur Rohidin.

Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Provinsi Bengkulu, bencana ini telah mengakibatkan satu orang mengalami luka, tiga jembatan gantung rusak, satu ruas jalan rusak, tujuh hektar lahan pertanian rusak, dan lebih dari 350 jiwa dievakuasi.

Untuk penanganan lebih lanjut, telah didirikan Posko Lapangan di Kantor Camat Lebong Sakti. Di posko ini, telah dibangun satu dapur umum dan beberapa layanan kesehatan, serta disediakan bantuan logistik lainnya untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Upaya ini menunjukkan respons cepat dan terorganisir dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menghadapi situasi darurat dan membantu masyarakat yang terkena dampak bencana. Hal ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan keamanan dan kesejahteraan warganya di tengah situasi yang penuh tantangan. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *