Foto: Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, RA Denni bersama pengurus JAPELIDI dan Marfindo, pada acara kegiatan Sekolah Kebangsaan 3.0, acara berlangsung di Gedung Serba Guna pada hari kamis, (14/12/23).
Gubernur Bengkulu Apresiasi Sekolah Kebangsaan Tular Nalar 3.0 untuk Pemilih Pemula
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, memberikan apresiasi terhadap kegiatan Sekolah Kebangsaan 3.0 yang diselenggarakan oleh Tular Nalar – Jaringan Penggiat Literasi Digital (JAPELIDI) Universitas Bengkulu. Kegiatan ini diadakan di Gedung Serba Guna Provinsi Bengkulu pada hari Kamis, 14 Desember 2023.
Menurut Gubernur Rohidin, Sekolah Kebangsaan ini merupakan langkah konkret dalam mempersiapkan generasi muda sebagai pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, terutama dalam menggunakan hak pilihnya. Dalam amanat yang disampaikan oleh Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, RA Denni, Gubernur Rohidin menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Foto: Peserta Sekolah Kebangsaan Tular Nalar 3.0 yang diselenggarakan oleh Tular Nalar – Jaringan Penggiat Literasi Digital (JAPELIDI) Universitas Bengkulu, acara berlangsung di Gedung Serba Guna Provinsi Bengkulu pada hari Kamis, (14/12/23).
“Pemilih pemula penting artinya dalam menentukan arah masa depan bangsa,” ujar Gubernur Rohidin. Oleh karena itu, penting untuk memberikan mereka bekal pengetahuan dan wawasan yang komprehensif tentang proses demokrasi, hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta pentingnya partisipasi aktif dalam setiap pemilihan umum.
Gubernur Rohidin berharap bahwa Sekolah Kebangsaan Tular Nalar 3.0 dapat menjadi wadah yang efektif untuk membentuk karakter pemilih yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi melalui pendidikan politik yang baik. “Kita berharap pemilih pemula ini dapat menjadi agen yang positif bagi masyarakat dan negara,” tambah RA. Denni, yang mengakhiri amanat gubernur.
Lisa Andrianti, Koordinator JAPELIDI – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Marfindo), menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 100 orang pemilih pemula dari universitas negeri dan swasta, serta pelajar SMA/SMK di Kota Bengkulu yang akan mengikuti partisipasi Pemilu 2024 mendatang.
Sekolah Kebangsaan Tular Nalar ini, jelasnya, bertujuan untuk memberikan wawasan dan pelatihan kepada pemilih pemula tentang Pemilu, demokrasi, dan antisipasi hoaks. Lisa menekankan bahwa berita bohong atau hoaks sering kali menyebar di media massa menjelang Pemilihan Umum, oleh karena itu, pemilih pemula perlu dibekali dengan teknik-teknik untuk mengantisipasi hoaks Pemilu. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memotivasi mereka agar berpartisipasi aktif pada Pemilu 2024 nanti.
Dengan mengadakan Sekolah Kebangsaan seperti ini, diharapkan bahwa pemilih pemula dapat lebih memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam proses demokrasi, sehingga mampu membuat keputusan yang cerdas dan bertanggung jawab saat menggunakan hak pilihnya. Hal ini menjadi langkah positif dalam membangun masyarakat yang lebih sadar politik dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa. (**)
BLT Dana Desa Padang Serasan Cair, Warga Terima Rp1,5 Juta Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Padang Serasan, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada warga…
Musdes Air Putih Salurkan BLT Sekaligus Dimulainya Pembangunan Desa Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Air Putih, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) yang dirangkai dengan penyaluran Bantuan Langsung…
Modus Nama Fiktif Diduga Digunakan dalam Proyek Disdikbud Kalbar Kantor-Berita.Com|| Dugaan praktik korupsi dalam proyek nonfisik di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat mencuat ke publik. Modus…
Tambang Galian C di Hutan Kota Bukit Senja Singkawang Diduga Tanpa Izin Kantor-Berita.Com|| Aktivitas tambang galian C di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menuai sorotan publik. Sejumlah titik penambangan diduga berada…