Foto: Wali Kota Pematang Siantar, dr. Susanti Dewayani saat membuka acara Evaluasi Hasil Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting I Tahun 2023, (17/11/23).
Evaluasi Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting: Komitmen Wali Kota Pematang Siantar untuk Percepatan Penurunan Stunting
KANTOR-BERITA.COM,KOTA PEMATANG SIANTAR – Wali Kota Pematang Siantar, dr. Susanti Dewayani, SpA, membuka acara Evaluasi Hasil Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting I Tahun 2023 di Ruang Serbaguna Pemko Pematang Siantar pada Jumat (17/11/2023) pagi. Dalam sambutannya, dr. Susanti menggarisbawahi bahwa pencapaian target pembangunan kesehatan, khususnya upaya percepatan penurunan stunting, merupakan salah satu investasi utama dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.
Stunting, menurutnya, tidak hanya terkait dengan perawakan tubuh yang pendek, melainkan juga sebagai akibat dari asupan gizi yang tidak mencukupi secara berkepanjangan atau penyakit infeksi kronis dan berulang. Dampak jangka panjang dapat mempengaruhi kualitas SDM Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, deteksi dini dan intervensi yang tepat, baik secara spesifik maupun sensitif, menjadi sangat penting. Upaya ini diharapkan dapat mencegah stunting melalui kolaborasi dan konvergensi berbagai program.
Foto: Wali Kota Pematang Siantar, dr. Susanti Dewayani saat acara Evaluasi Hasil Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting I Tahun 2023, acara berlangsung di Ruang Serbaguna Pemko Pematang Siantar pada Jumat (17/11/2023).
Dr. Susanti menekankan komitmen pemerintah di semua tingkat pemerintahan, dengan dukungan dari berbagai program, sektor, serta mitra dan pemangku kepentingan, dalam upaya percepatan penurunan stunting. Konvergensi ini mendapat dukungan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang diterapkan mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga desa/kelurahan.
Audit kasus stunting, menurut dr. Susanti, menjadi langkah strategis dalam penanggulangan stunting secara komprehensif sebagai bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi. Melalui proses audit, diharapkan dapat diperoleh pembelajaran di setiap level administrasi untuk memperkuat dan mengkonvergensi program-program yang ada. Hal ini juga diharapkan dapat memastikan bahwa intervensi spesifik dan sensitif mencapai target yang diinginkan.
Dalam kesempatan ini, dr. Susanti pentingnya kolaborasi antarinstansi dan partisipasi aktif semua pihak terkait untuk mencapai keberhasilan dalam percepatan penurunan stunting. Evaluasi hasil tindak lanjut audit kasus stunting menjadi momentum penting untuk menyusun langkah-langkah berikutnya guna meningkatkan efektivitas program dan intervensi yang telah dilaksanakan.
Pemerintah, bersama dengan berbagai pihak terkait, diharapkan dapat terus berkomitmen dan bekerja sama dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting guna mencapai kualitas SDM yang lebih baik untuk masa depan Indonesia. Evaluasi dan tindak lanjut audit menjadi instrumen penting dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat. (**)
BLT Dana Desa Padang Serasan Cair, Warga Terima Rp1,5 Juta Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Padang Serasan, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada warga…
Musdes Air Putih Salurkan BLT Sekaligus Dimulainya Pembangunan Desa Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Air Putih, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) yang dirangkai dengan penyaluran Bantuan Langsung…
Modus Nama Fiktif Diduga Digunakan dalam Proyek Disdikbud Kalbar Kantor-Berita.Com|| Dugaan praktik korupsi dalam proyek nonfisik di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat mencuat ke publik. Modus…
Tambang Galian C di Hutan Kota Bukit Senja Singkawang Diduga Tanpa Izin Kantor-Berita.Com|| Aktivitas tambang galian C di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menuai sorotan publik. Sejumlah titik penambangan diduga berada…