Evaluasi Penilaian Kinerja Stunting di Kota Bengkulu Tahun 2024: Upaya dan Inovasi Menuju Zero Stunting

Penilaian Kinerja
Foto: Pj Sekda Pemda Kota Bengkulu Eka Rika Rino pada saat Evaluasi Penilaian Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kota bengkulu, acara berlangsung di ruang Monitoring Center (Moncen), Diskominfo kota bengkulu pada hari selasa, (14/5/24).

Evaluasi Penilaian Kinerja Stunting di Kota Bengkulu Tahun 2024: Upaya dan Inovasi Menuju Zero Stunting

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Penilaian Kinerja (PK) terhadap pelaksanaan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di Provinsi Bengkulu dilakukan secara virtual. Pada Selasa (14/5), Pj Sekda Kota Bengkulu, Eka Rika Rino, yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), bersama para asisten, staf ahli, kepala OPD, dan pihak terkait lainnya, mengikuti sesi verifikasi lapangan mengenai penilaian kinerja stunting Kota Bengkulu tahun 2024 melalui platform Zoom di ruang Monitoring Center (Moncen), Diskominfo.

Penilaian Kinerja penurunan stunting ini adalah proses evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah provinsi terhadap kinerja pemerintah daerah kabupaten/kota dengan menggunakan instrumen penilaian yang didasarkan pada indikator dan periode waktu yang telah ditetapkan. Penilaian ini juga mencakup aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di tingkat kabupaten/kota sebagai bagian dari rangkaian koordinasi, pemantauan, dan evaluasi terhadap delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting. Penilaian ini adalah implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Sebagaimana diketahui, percepatan penurunan stunting telah menjadi salah satu agenda prioritas pembangunan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan masuk dalam strategi nasional. Pada kesempatan tersebut, Pj Sekda menyampaikan paparan mengenai pencapaian dan komitmen konvergensi penurunan stunting, termasuk berbagai inovasi yang telah diluncurkan di Kota Bengkulu.

Percepatan penurunan stunting menjadi perhatian khusus Pj Walikota Bengkulu, Arif Gunadi. Pemkot Bengkulu tetap fokus dalam menangani isu stunting, dengan target untuk menurunkan angka stunting bahkan hingga mencapai zero stunting.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Dewi Dharma, menyatakan bahwa Kota Bengkulu mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari lomba terkait penilaian stunting di Kota Bengkulu. Ia juga menyampaikan bahwa pameran dan penilaian akhir akan dilaksanakan pada 21 Mei mendatang.

Dewi menjelaskan bahwa penilaian ini diukur berdasarkan keterkaitan data monitoring yang diunggah di aplikasi web. Penilaian kinerja dilaksanakan oleh tim penilai terhadap pelaksanaan delapan aksi konvergensi berdasarkan formulir aksi yang diunggah, presentasi dari kabupaten/kota, serta pameran dan video hasil kegiatan yang telah dilakukan.

“Penilaian Kinerja ini bertujuan untuk mengukur, memastikan akuntabilitas kinerja, mengevaluasi kinerja, serta mengapresiasi kinerja pemerintah daerah kabupaten/kota dalam aksi konvergensi stunting, Sehingga setiap daerah, termasuk Kota Bengkulu, harus serius dan berkomitmen dalam upaya penanganan stunting,” ujar Dewi.

Dewi juga menambahkan bahwa upaya penurunan stunting ini memerlukan sinergi dan koordinasi dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, masyarakat, maupun stakeholder lainnya.

“Kerja sama yang baik akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program ini, Oleh karena itu kita harus terus memperkuat kolaborasi dan komitmen untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Pada sesi penilaian tersebut, Pj Sekda Eka Rika Rino juga memaparkan beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh Kota Bengkulu dalam upaya penurunan stunting. Salah satu inovasi yang disorot adalah program pemberian makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil yang berisiko tinggi mengalami stunting. Program ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan status gizi dan kesehatan ibu dan anak di Kota Bengkulu.

Selain itu, Pemkot Bengkulu juga mengembangkan aplikasi monitoring dan evaluasi stunting yang memungkinkan pemantauan real-time terhadap status gizi dan perkembangan balita di seluruh wilayah kota. Aplikasi ini memudahkan petugas kesehatan dalam melacak dan menindaklanjuti kasus stunting dengan lebih cepat dan tepat.

Eka Rika Rino menutup sesi penilaian dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya penurunan stunting di Kota Bengkulu. Ia berharap kerja sama yang baik ini dapat terus ditingkatkan untuk mencapai target zero stunting di masa mendatang.

“Kerja keras dan dedikasi semua pihak sangat kami apresiasi, Saya yakin dengan semangat kebersamaan, kita bisa mencapai target yang telah ditetapkan, Mari kita terus berupaya memberikan yang terbaik untuk generasi penerus kita,” pungkas Pj Sekda Eka. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *