Diskominfo Kalimantan Barat dan KPID Rumuskan Strategi Penyiaran Media lokal 2025
KBRN1 NASIONAL, KALIMANTAN BARAT|| Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Samuel, menghadiri kegiatan Evaluasi Akhir Tahun yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat. Acara berlangsung di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak pada Kamis (12/12/2024) dan bertujuan untuk mengevaluasi capaian serta tantangan yang dihadapi sepanjang tahun 2024. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan merumuskan strategi penyiaran yang lebih baik untuk tahun mendatang.
Dalam sambutannya, Samuel menyoroti pentingnya media lokal sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa media lokal memiliki kemampuan unik untuk menyampaikan isu-isu yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat, sekaligus mempromosikan nilai-nilai budaya daerah.
BACA JUGA: Evaluasi APBD Pontianak 2025: untuk Pembangunan yang Lebih Baik
“Menyampaikan isu-isu lokal dan menjaga nilai-nilai budaya adalah tugas penting media lokal, Dalam era globalisasi ini, semangat penyiaran lokal menjadi kunci untuk melestarikan identitas dan keberagaman budaya daerah kita,” ujar Samuel.
Samuel menekankan bahwa sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan KPID sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas penyiaran lokal, terutama di wilayah-wilayah perbatasan yang sering kali mengalami keterbatasan akses informasi.
BACA JUGA: Kementan Gandeng TNI AD Optimalkan Lahan, Kawal Program Swasembada Pangan di 12 provinsi
“Dengan kerja sama yang kuat, kita bisa memperluas akses informasi bagi masyarakat di daerah perbatasan, Ini sekaligus menjadi langkah untuk mendukung pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah Kalimantan Barat,” ungkap Samuel.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja KPID, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menganggarkan dana hibah, Namun Samuel mengakui bahwa alokasi anggaran tersebut masih perlu ditingkatkan mengingat besarnya tanggung jawab yang diemban oleh KPID dalam memastikan penyiaran yang bermutu bagi masyarakat.
“Kami berharap KPID tetap menjalankan tugas dan fungsinya dengan optimal, meski dengan keterbatasan anggaran, KPID harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjamin masyarakat mendapatkan informasi yang layak, benar, dan mendidik,” tambah Samuel.
BACA JUGA: Rapat Koordinasi LLAJ Kayong Utara: Fokus Perbaikan Jalan dan Kelancaran Distribusi Barang
Samuel juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas penyiaran lokal. Penyiaran tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi dan alat penyampaian informasi akurat untuk mendukung program pembangunan daerah.
”Kualitas penyiaran harus terus ditingkatkan agar mampu mendukung literasi masyarakat dan menyampaikan informasi pembangunan secara tepat sasaran, Ini adalah langkah penting menuju Kalimantan Barat yang lebih maju,” ujarnya.
Kegiatan evaluasi ini menutup tahun 2024 dengan refleksi mendalam tentang keberhasilan dan tantangan yang dihadapi KPID Kalimantan Barat. Para peserta sepakat bahwa literasi informasi masyarakat harus terus diperkuat untuk menghadapi tantangan era digital.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Serahkan DIPA 2025: Fokus Ketahanan Pangan, Energi, dan Transformasi Ekonomi
Samuel berharap, melalui pertemuan ini, KPID dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk mendukung penyiaran lokal yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Barat.
“Kita semua memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan penyiaran lokal tetap relevan, mendidik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, Semoga tahun 2025 membawa kemajuan baru bagi penyiaran lokal di Kalimantan Barat,” pungkas Samuel. (**)
Pewarta: Yan’s











