Desa Banyumas Baru Gelar Rembuk Stunting 2025, Komitmen Bersama Cegah Gizi Buruk di Bengkulu Utara

Rembuk Stunting Desa Banyumas Baru
Foto: Kepala Desa Bambang Hermanto tengah didampingi dari Spemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, TNI, Polri, hingga kader masyarakat. pada pembukaan acara Rembuk Stunting yang berlangsung di Balai Desa Pada hari Senin, (8/9/25), (Ft/Ist).

Desa Banyumas Baru Gelar Rembuk Stunting 2025, Komitmen Bersama Cegah Gizi Buruk di Bengkulu Utara

Kantor-Berita.Com, Bengkulu Utara|| Pemerintah Desa Banyumas Baru, Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara, menggelar Rembuk Stunting pada Senin (8/9/2025). Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Bambang Hermanto dan dihadiri berbagai unsur mulai dari pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, TNI, Polri, hingga kader masyarakat.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting di desa, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga terkait.

rembuk stunting Desa Banyumas Baru
Foto: Pemerintah Desa Banyumas Baru menggelar rembuk stunting dihadiri oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ratu Samban (Unras) bidan desa, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), ketua PKK, kader Posyandu, acara berlangsung di balai desa pada Senin (8/9/2025), (Ft/Ist).

Stunting masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu. Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki perkembangan otak yang terhambat, tinggi badan yang lebih rendah dari standar usianya, hingga berkurangnya produktivitas di masa depan.

Melalui rembuk stunting ini, Pemerintah Desa Banyumas Baru ingin memastikan seluruh program pencegahan gizi buruk benar-benar tepat sasaran.

BACA JUGA: 11 Mahasiswa Raih Gelar Magister Teknik Manajemen Konstruksi di Universitas Sangga Buana Bandung

“Kegiatan ini penting untuk menyatukan langkah. Semua pihak harus terlibat agar target penurunan angka stunting bisa tercapai,” kata Kepala Desa Bambang Hermanto dalam sambutannya.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ratu Samban (Unras) yang tengah mengabdi di Desa Banyumas Baru juga turut serta dalam rembuk stunting. Kehadiran mereka menjadi energi tambahan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

BACA JUGA: Desa Arga Mulya Menjadi Pionir Inovasi Produk Nanas

Menurut Kepala Desa Bambang Hermanto Para mahasiswa berencana menggelar program pendukung, seperti penyuluhan gizi, pembuatan makanan tambahan dari bahan lokal, hingga lomba kreasi makanan sehat untuk balita.

“Mereka ingin ikut berkontribusi agar masyarakat lebih sadar pentingnya gizi, Dengan kegiatan sederhana, semoga anak-anak desa tumbuh lebih sehat,” Tutur Bambang Hermanto.

Kepala Desa Bambang Hermanto berharap hasil rembuk stunting ini bisa menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan desa, termasuk pengalokasian Dana Desa untuk program kesehatan.

BACA JUGA: Penutupan HUT RI ke-80 di Desa Tanah Tinggi Bengkulu Utara Berlangsung Meriah

“Kami akan prioritaskan pencegahan stunting dalam program pembangunan desa. Ini bagian dari komitmen kami untuk melahirkan generasi sehat dan cerdas di Banyumas Baru,” Tandas Bambang Hermanto.

Acara tersebut berlangsung di balai desa dengan suasana penuh kebersamaan. Tampak hadir Sekretaris Camat Kerkap Hermansyah, S.IP, Kasi Kesos Kecamatan Kerkap Parino, perwakilan Puskesmas setempat, Danramil, Kapolsek Kerkap, serta penyuluh KB.

Tidak hanya itu, bidan desa, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), ketua PKK, kader Posyandu, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa KKN Universitas Ratu Samban (Unras) turut meramaikan acara.

BACA JUGA: Pemprov Bengkulu Kembangkan Wisata Unggulan untuk Dorong Ekonomi dan UMKM Desa

Dalam rembuk stunting, kader PKK dan Posyandu menjadi ujung tombak di lapangan. Mereka lah yang setiap bulan mencatat pertumbuhan balita, memantau gizi ibu hamil, serta memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

Ketua PKK Desa Banyumas Baru menegaskan bahwa pihaknya akan semakin gencar melakukan penyuluhan pola makan sehat, terutama pemanfaatan bahan pangan lokal.

“Kami akan dorong ibu-ibu untuk rajin datang ke Posyandu, memantau tumbuh kembang anak, serta memastikan makanan yang dikonsumsi keluarga bergizi seimbang,” ujarnya. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Erwan
ADV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *