Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing Resmi Dilantik Menjadi Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu: Lanjutkan Program Bahagia Untuk Masyarakat

Walikota Bengkulu 2025
Foto: Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing, setelah dilantik Menjadi walikota dan wakil walikota Bengkulu 2025-2030, oleh presiden Prabowo di Istana Negara, turut didampingi Istri, pada hari Kamis, (20/2/25), (Ft/MC KB).

Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing Resmi Dilantik Menjadi Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu: Lanjutkan Program Bahagia Untuk Masyarakat

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Setelah melewati rangkaian proses pelantikan yang panjang, Walikota Bengkulu dan Wakil Walikota Bengkulu terpilih, Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing, akhirnya resmi dilantik pada Kamis (20/2/2025). Prosesi pelantikan ini berlangsung di Istana Negara, dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama dengan seluruh Kepala Daerah terpilih dari seluruh Indonesia.

Suasana pelantikan berlangsung khidmat dan penuh harapan. Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing tampak bahagia dan terharu. Keluarga mereka yang hadir pun tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan, menyaksikan momen bersejarah tersebut. Pelantikan ini menandai dimulainya era baru bagi Kota Bengkulu, dengan kepemimpinan yang berkomitmen membawa perubahan positif selama periode 2025-2030.

BACA JUGA: Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing Dilantik Besok, Ajak Warga Bengkulu Doakan Kelancaran

Dalam pidatonya usai pelantikan, Walikota Dedy Wahyudi menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan oleh masyarakat Bengkulu. Ia menegaskan bahwa tugas ini bukan hanya tentang jabatan, melainkan tentang mengabdi dan mewujudkan aspirasi rakyat.

“Kami siap bekerja keras untuk membangun Bengkulu yang lebih maju, bahagia, religius dan berkelanjutan, Kami tidak akan mengecewakan kepercayaan yang telah diberikan oleh warga Bengkulu,” ujar Dedy Wahyudi.

BACA JUGA: Dedy Wahyudi & Ronny PL Tobing Jalani Gladi Kotor di Monas

Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing mengusung visi dan misi yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Mereka berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup warga Bengkulu, melalui program-program yang berorientasi pada kebutuhan rakyat.

Walikota dan Wakil Walikota yang baru juga akan melanjutkan program pro-rakyat yang telah dijalankan oleh Walikota sebelumnya, Helmi Hasan, serta menghadirkan 15 program baru yang bertujuan untuk menghadirkan kebahagiaan di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang kami jalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, Kebahagiaan rakyat adalah prioritas utama kami,” kata Ronny PL Tobing.

BACA JUGA: Dedy Wahyudi & Ronny Ikuti Retreat dan Orientasi Kepemimpinan di Magelang

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa jabatan kepala daerah adalah amanah dari rakyat, yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas.

“Saya mengucapkan selamat atas mandat yang telah diberikan oleh rakyat di daerah masing-masing, Ini adalah momen bersejarah yang harus dimaknai sebagai panggilan pengabdian, bukan sekadar kekuasaan,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga mengingatkan seluruh kepala daerah untuk tetap memegang teguh prinsip persatuan dan kesatuan, serta menghindari potensi konflik yang dapat memecah belah masyarakat.

BACA JUGA: Dedy Wahyudi & Ronny PL Tobing Resmi Pelantikan 20 Februari, Lanjut Diksar di Magelang

“Kita semua adalah bagian dari bangsa yang besar, Oleh karena itu, para pemimpin daerah harus menjadi perekat di tengah perbedaan, memastikan bahwa pembangunan berjalan adil dan merata di seluruh wilayah,” Tegas Presiden Prabowo.

Berdasarkan data dari Istana Kepresidenan, jumlah kepala daerah yang dilantik pada 20 Februari 2025 mencapai 961 orang, yang terdiri dari:

  1. 33 gubernur dan 33 wakil gubernur
  2. 363 bupati dan 362 wakil bupati
  3. 85 wali kota dan 85 wakil wali kota

Namun, tidak semua kepala daerah dilantik pada hari yang sama di Istana Kepresidenan Jakarta. Beberapa daerah mengalami penundaan pelantikan, termasuk:

  1. 40 provinsi yang masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil Pilkada.
  2. 22 kabupaten/kota di wilayah Aceh yang mengikuti ketentuan khusus dalam otonomi daerah.
  3. 2 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Bangka dan Kota Pangkal Pinang, yang menggelar Pilkada ulang setelah kotak kosong menang.

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *