BPOM dan Pemkot Bengkulu Tingkatkan Pengawasan Jajanan Sekolah
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bengkulu, fokus meningkatkan pengawasan terhadap jajanan sekolah yang dikonsumsi anak-anak. Keprihatinan ini dibahas dalam pertemuan antara Penjabat Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, dan Kepala BPOM, mengenai pelaksanaan program pangan jajanan anak sekolah (PJAS) di Kota Bengkulu.
Tujuan utama program ini adalah untuk mengedukasi siswa di sekolah tentang pentingnya mengkonsumsi jajanan yang aman, bergizi, dan berkualitas tinggi. Program ini menekankan pentingnya menghindari tiga jenis bahaya utama yang bisa terkandung dalam makanan, yaitu bahaya fisik, kimia, dan biologi.
Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen penuh untuk mendukung BPOM Bengkulu dalam menjalankan tugas ini. Menurut Pj Walikota, pengawasan yang dilakukan oleh BPOM sangat penting untuk memastikan bahwa makanan dan minuman yang dijual di sekolah-sekolah terbebas dari bahan pengawet dan kimia berbahaya yang mungkin disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
“Kehadiran BPOM merupakan langkah konkret dan komitmen bersama untuk mencegah penggunaan bahan berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah,” jelas Arif Gunadi.
Kepala BPOM Bengkulu, Yogi Abaso Mataram, menambahkan bahwa fokus utama program PJAS adalah di Kota Bengkulu, dimana berbagai komunitas di sekolah-sekolah didorong untuk memiliki kemampuan memilih makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.
“Program ini akan berlangsung hingga Desember, di mana di akhir program akan ada penilaian untuk menentukan sekolah mana yang paling optimal dalam menerapkan PJAS,” kata Yogi.
Selain itu, program ini juga meliputi pembinaan para pedagang jajanan sekolah serta komunitas intra sekolah. Tujuannya adalah agar mereka memiliki kemampuan untuk memilah dan memilih makanan yang baik dan aman bagi para siswa.
Yogi mengungkapkan bahwa hingga saat ini, belum ditemukan adanya makanan yang mengandung bahan berbahaya di sekolah-sekolah wilayah tersebut. Namun, Yogi menekankan pentingnya untuk tidak lengah dan terus menjaga kondisi yang aman dan sehat ini secara konsisten.
Sebagai tindak lanjut, Yogi mengimbau masyarakat di Bengkulu untuk selalu waspada dan teliti dalam membeli produk makanan. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain memeriksa kemasan, label izin edar, serta tanggal kadaluwarsa produk.
Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan aman bagi anak-anak di Bengkulu, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan yang aman dan berkualitas. Program seperti ini penting untuk mengawasi dan memastikan bahwa generasi muda mendapatkan asupan gizi yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan mereka secara optimal. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











