Bengkulu Utara Terbaik Turunkan Stunting, Menjadi Locus KUKERTA Mahasiswa UNIHAZ

KUKERTA UNIHAZ 2024
Foto: Bupati Bengkulu Utara, Ir. H. Mian, pada saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa KUKERTA UNIHAZ 2024, acara berlangsung di gedung serba guna Unihaz, Pada hari Sabtu (18/05/2024).

Bengkulu Utara Terbaik Turunkan Stunting, Menjadi Locus KUKERTA Mahasiswa UNIHAZ

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU UTARA|| Pemerintah Daerah Bengkulu Utara, melalui Bupati Ir. H. Mian, bersama dengan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Bengkulu Utara, Nova Hendriani, S.Km, M.M, hadir dalam acara pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) periode XXXV dari Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H. Acara tersebut diselenggarakan di gedung serba guna Unihaz, Pada hari Sabtu (18/05/2024).

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 372 mahasiswa yang akan melaksanakan KUKERTA diperkenalkan dengan tujuan dan tugas mereka. Para mahasiswa ini akan disebar ke 19 lokasi di 27 desa dan 9 kecamatan di Bengkulu Utara. Tema yang diangkat dalam KUKERTA kali ini adalah “Turunkan Prevalensi Balita Stunting Bengkulu Utara Bersama Mahasiswa PENTING (Peduli Stunting) UNIHAZ”.

KUKERTA UNIHAZ 2024
Foto: Mahasiswa UNIHAZ yang akan mengikuti KUKERTA mengikuti pembekalan, oleh pemerintah daerah, dan pihak kampus, acara berlangsung di gedung serba guna Unihaz, Pada hari Sabtu (18/05/2024).

Dalam sambutannya, Bupati Bengkulu Utara, Ir. H. Mian, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membantu pemerintah mengatasi masalah stunting di daerah tersebut. Beliau berharap bahwa melalui kegiatan KUKERTA, mahasiswa dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan dan menerapkan program-program pencegahan stunting.

”Melalui kegiatan ini, kita berharap para mahasiswa dapat menjadi tali sambung pemerintah dalam menjalankan program pencegahan stunting sekaligus bisa meninggalkan program dan penerapan yang bermanfaat bagi masyarakat di Bengkulu Utara,” ujar Bupati Mian.

BACA JUGA: Program S2 UNIHAZ Bengkulu Buka Peluang bagi ASN dan PTT Kabupaten Seluma

Bupati juga menekankan bahwa program ini bukan hanya tentang mengurangi angka stunting, tetapi juga tentang memberikan edukasi dan penerapan praktik hidup sehat yang berkelanjutan di masyarakat. Dengan demikian, dampak positif dari program ini dapat terus dirasakan oleh masyarakat bahkan setelah kegiatan KUKERTA selesai.

Bupati Mian menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, universitas, dan masyarakat adalah kunci utama dalam menyelesaikan masalah stunting. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program ini agar tujuan menurunkan angka stunting dapat tercapai dengan lebih efektif.

BACA JUGA: Pemkab Bengkulu Utara Berikan Santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan

Tidak hanya berhenti pada pelaksanaan KUKERTA, Pemerintah Daerah Bengkulu Utara juga berkomitmen untuk terus menjalankan program-program berkelanjutan dalam rangka mengatasi stunting. Nova Hendriani, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Bengkulu Utara, menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program-program yang sudah berjalan.

”Kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan bahwa program-program yang telah dijalankan dapat memberikan dampak yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat, Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk universitas, sangat penting untuk mencapai tujuan ini,” ujar Nova.

BACA JUGA: Pemkab Bengkulu Utara Lakukan Pelepasan Siswa SMA Negeri 01 Bengkulu Utara 2024

Rektor Universitas Hazairin (UNIHAZ), Prof. Dr. Yulfiperius, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan alasan pemilihan Kabupaten Bengkulu Utara sebagai locus KUKERTA. Menurutnya, meskipun angka stunting di Bengkulu Utara sebelumnya cukup tinggi, namun berkat upaya keras pemerintah daerah, angka tersebut berhasil diturunkan secara signifikan. Hal ini menjadikan Bengkulu Utara sebagai kabupaten terbaik dalam pengentasan stunting di Provinsi Bengkulu.

“Terpilihnya Bengkulu Utara sebagai locus KUKERTA karena sebelumnya angka stunting di sana cukup tinggi, Namun pihak pemda Bengkulu Utara berhasil menurunkan angka tersebut secara signifikan bahkan menjadi yang terbaik di Bengkulu, Untuk itu, kita berharap para mahasiswa dapat membantu mencanangkan program pemerintah sekaligus menerapkan ilmu pengetahuan yang dipelajari selama ini,” ujar Prof Yulfiperius.

Para mahasiswa yang mengikuti KUKERTA akan menjalani berbagai kegiatan di desa-desa yang telah ditentukan. Kegiatan tersebut mencakup edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, praktik hidup sehat, serta monitoring perkembangan balita di setiap desa. Selain itu, mahasiswa juga akan bekerja sama dengan kader posyandu dan tenaga kesehatan setempat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.

Dengan adanya program KUKERTA ini, diharapkan dapat terjadi transfer pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat dari dunia akademis ke masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat setempat. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *