Beginilah Pembeda Ganjar Dengan Capres Lain, Menginap di Rumah Warga sebagai Wujud Kepemimpinan Dekat dengan Rakyat
KANTOR-BERITA.COM, JAKARTA – Calon Presiden 2024, Ganjar Pranowo, menunjukkan kebiasaan uniknya dengan sering menginap di rumah warga sejak menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Kebiasaan ini dilakukan dengan tujuan agar Ganjar dapat lebih dekat dan melebur bersama masyarakat, serta menyerap aspirasi langsung dari mereka.
Menurut Guru Besar Komunikasi Universitas Airlangga, Henri Subiakto, kebiasaan Ganjar tersebut mencerminkan kepemimpinan yang tidak bersifat distan dengan masyarakat kecil. Ia menilai bahwa Ganjar, yang berasal dari latar belakang masyarakat biasa, mampu berbaur dengan baik karena memiliki ikatan emosional yang kuat dengan keseharian masyarakat.
“Hal yang seperti ini menunjukkan bahwa beliau itu bukan orang yang tinggi hati atau tinggi status, walaupun sekarang ia calon presiden atau juga pernah jadi gubernur. Tapi dia masih melayani, dan saya sangat yakin Pak Ganjar juga capek ketemu sama banyak orang itu. Ke rumah-rumah itu pasti capek, tapi dia masih bisa melayani dengan tersenyum, dengan keramahan, itu adalah mekanisme psikologi yang tidak mudah,” ungkap Henri Subiakto. Jumat (17/11/23)
Ganjar Pranowo, yang dikenal memiliki akar yang kuat dengan masyarakat biasa, mampu dengan mudah beradaptasi dan memahami keinginan serta aspirasi masyarakat. Keberanian Ganjar untuk mengunjungi rumah-rumah warga dianggap sebagai kelebihan seorang pemimpin, menunjukkan kesediaannya untuk terlibat langsung dengan rakyat.
Henri Subiakto bahkan membandingkan kebiasaan Ganjar dengan praktik yang dilakukan oleh Umar bin Khattab, sahabat Nabi Muhammad SAW, yang juga pernah melakukan kunjungan ke rumah-rumah penduduk untuk memahami kondisi masyarakatnya. Hal ini dianggap sebagai langkah positif yang mencerminkan kebijakan yang inklusif dan kesediaan untuk mendengar langsung suara rakyat.
Tak Bisa Ditiru Oleh Capres Lain
Pakar komunikasi politik ini juga menyatakan bahwa kebiasaan Ganjar tidak bisa ditiru begitu saja oleh calon presiden lainnya. Ganjar telah membangun kebiasaan ini dengan senang hati dan meletakkannya sebagai bagian integral dari kepemimpinannya. Dibutuhkan energi, komitmen, dan keinginan yang besar untuk dapat melakukan sesuatu yang sama.
“Karena Beliau memang suka ya jadinya tersenyum. Tapi orang kalau capek kan kadang-kadang juga kesulitan kan seperti itu. Nah, makanya tidak semua capres bisa. Tidak semua capres bisa memiliki energi dan komitmen untuk bisa seperti itu,” papar Henri Subiakto.
Selain itu, Henri juga menyebut bahwa calon presiden lain, seperti Prabowo Subianto yang sudah berusia 72 tahun, tidak mungkin dapat meniru langkah Ganjar karena faktor usia dan latar belakangnya yang berasal dari keturunan ningrat. Ia menggarisbawahi bahwa Ganjar adalah satu-satunya capres yang paling dekat dengan rakyat dan pendukungnya yang memiliki keragaman.
Dekat Dengan Rakyat
“Oleh Karena itu, tentang Pak Ganjar ini sering kali kalau datang ke masyarakat itu seperti jumpa fans nya. jadi Fansnya senang sekali gitu kan jumpa dengan idolanya. Jadi ini bukan hanya sekedar pendekatan sosial, tapi orang yang sudah senang sama Pak Ganjar itu menjadi semakin dekat,” tambahnya.
Kunjungan Ganjar ke berbagai daerah selalu disambut dengan antusiasme tinggi dari masyarakat, menunjukkan bahwa Ganjar adalah satu-satunya capres yang mampu menjalin hubungan yang erat dan positif dengan berbagai lapisan masyarakat. (**)
Editor: (KB1) Share
Mangcek
Dilansir dari Liputan6.com












