Foto: Pemerintah Desa Air Putih, saat melaksanakan Titik Nol tanda dimulainya Pembangunan, yang turut dihadiri Ketua BPD, Pendamping Desa, Bhabinkantibmas, dan perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat, pada Senin (20/4/2026), (Ft/Ist).
Musdes Air Putih Salurkan BLT Sekaligus Dimulainya Pembangunan Desa
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Air Putih, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) yang dirangkai dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) sekaligus penandaan titik nol pembangunan infrastruktur desa. Kegiatan berlangsung di balai desa pada Senin (20/4/2026) dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan serta tokoh masyarakat.
Musdes ini menjadi momentum penting bagi pemerintah desa dalam memperkuat transparansi program sekaligus memastikan bantuan sosial dan pembangunan berjalan selaras. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah desa menyalurkan BLT kepada lima warga penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi dan musyawarah sebelumnya.
Foto: Pemerintah Desa Air Putih setelah menggelar Musyawarah Desa (Musdes) yang dirangkai dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) sekaligus penandaan titik nol pembangunan infrastruktur desa. Kegiatan berlangsung di balai desa pada Senin (20/4/2026), (Ft/Ist).
Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp300.000 per bulan yang dibayarkan sekaligus untuk periode Januari hingga April 2026. Dengan demikian, total bantuan yang diterima masing-masing warga mencapai Rp1,2 juta.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Air Putih, Asna’un, yang dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mengelola dana desa secara tepat sasaran dan akuntabel. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Talang Empat, pendamping desa, Bhabinkamtibmas, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, serta tokoh masyarakat.
Kepala Desa Air Putih, Asna’un, menyampaikan bahwa penyaluran BLT difokuskan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Ia menegaskan bahwa proses penetapan penerima manfaat dilakukan secara terbuka melalui forum musyawarah desa.
“Bantuan ini kami berikan kepada masyarakat yang masuk kategori rentan dan membutuhkan. Prosesnya melalui musyawarah agar semua pihak mengetahui dan memastikan tidak terjadi kesalahan sasaran,” ujar Asna’un.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Menurutnya, meskipun jumlahnya terbatas, BLT memiliki peran penting dalam menjaga daya beli warga.
Asna’un juga mengingatkan agar bantuan yang diterima digunakan secara bijak dan diprioritaskan untuk kebutuhan utama keluarga.
Penyaluran BLT dilakukan sekaligus untuk empat bulan, yakni Januari hingga April 2026. Skema ini dipilih untuk mempermudah distribusi serta memberikan manfaat yang lebih terasa bagi penerima.
Dengan menerima bantuan dalam jumlah yang lebih besar sekaligus, warga memiliki fleksibilitas dalam mengatur pengeluaran, baik untuk kebutuhan rutin maupun kebutuhan mendesak.
“Penyaluran sekaligus ini kami lakukan agar lebih efisien dan memudahkan masyarakat. Kami berharap dana ini benar-benar dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat,” kata Asna’un.
Selain penyaluran BLT, Musdes juga menjadi ajang penandaan titik nol dimulainya pembangunan infrastruktur desa. Dua proyek yang akan dikerjakan adalah rehabilitasi drainase dan perbaikan kantor desa.
Penandaan titik nol ini menjadi simbol dimulainya pekerjaan fisik yang dibiayai melalui dana desa. Pembangunan drainase diharapkan dapat mengatasi persoalan genangan air dan meningkatkan sistem pengelolaan air di lingkungan desa.
Sementara itu, rehabilitasi kantor desa bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kantor desa yang representatif dinilai penting untuk mendukung aktivitas administrasi dan pelayanan publik.
“Pembangunan ini merupakan hasil musyawarah bersama. Kami ingin memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Asna’un.
Camat Talang Empat yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas pelaksanaan Musdes yang berjalan tertib dan transparan. Ia menilai pemerintah desa telah menjalankan prinsip partisipatif dalam pengambilan keputusan.
Menurutnya, Musdes merupakan forum strategis untuk menyelaraskan program pembangunan dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dalam setiap tahap pelaksanaan program.
“Musyawarah desa menjadi wadah penting untuk memastikan semua program berjalan sesuai aturan dan kebutuhan masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara konsisten,” ujarnya. (**)
Sukses Jadi Tuan Rumah Event Voli Asia, FPPI Kalbar Minta Transparansi Anggaran Kantor-Berita.Com, Pontianak|| Keberhasilan Kalimantan Barat menjadi tuan rumah sejumlah kejuaraan bola voli berskala nasional hingga internasional dalam dua…
Sering Dilanda Genangan, Desa Sukaraja Usulkan Pembangunan Saluran Irigasi Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Sukaraja, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan saluran…
Budaya Gotong Royong Tetap Hidup, Warga Sukaraja Bersihkan Lingkungan Masjid Kantor-Berita.Com|| Semangat gotong royong masih menjadi budaya yang terus dijaga masyarakat Desa Sukaraja, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan. Hal itu…
LPHB Bongkar Dugaan Kejanggalan SPMB SMPN 2 Kota Bengkulu, Minta Audit Menyeluruh Kantor-Berita. Com|| Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu menuai sorotan. Direktur Eksekutif…