Pemkot Bengkulu Rencana Penertiban Pasar Panorama, 700 ASN Dikerahkan
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu bersiap melaksanakan Penertiban besar-besaran di kawasan Pasar Panorama, salah satu pusat kegiatan ekonomi terbesar di Kota Bengkulu. Operasi lapangan yang akan digelar pada Selasa, 13 Januari 2026 tersebut melibatkan kekuatan aparatur dalam jumlah tidak biasa. Sebanyak 700 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dijadwalkan turun langsung mengatur kawasan pasar dimulai pagi hari.
Rencana Penertiban Pasar Panorama dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, dengan skenario kerja yang telah disusun dalam rapat koordinasi antar-OPD. Aksi ini bukan sekadar penertiban rutin, tetapi bagian dari kebijakan terpadu untuk mengembalikan fungsi publik di ruang kota yang dinilai semakin tergerus oleh aktivitas perdagangan informal.
||BACA JUGA: Melalui Pendekatan Humanis, Wali Kota Temui PKL KZ Abidin untuk Masuk Pasar
Pasar Panorama selama bertahun-tahun menjadi titik strategis aktivitas warga Bengkulu. Selain sebagai pusat distribusi kebutuhan rumah tangga, kawasan ini juga menjadi simpul transportasi dan akses mobilitas bagi masyarakat. Namun, intensitas ekonomi di kawasan ini menyisakan problem klasik: kemacetan, penumpukan pedagang kaki lima, penggunaan trotoar untuk berdagang, hingga parkir liar yang mengganggu sirkulasi kendaraan.
Kondisi tersebut memunculkan keluhan dari masyarakat dan pelaku usaha formal. Banyak pemilik ruko merasa akses depan tokonya tertutup, sementara warga mengeluhkan waktu tempuh semakin panjang saat melintasi area pasar, terutama pada jam sibuk.
||BACA JUGA: Siap-Siap!! Disdagrin Sebut: Pedagang Curang di Pasar Dikenakan Sanksi
Dengan latar situasi tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu menilai diperlukan langkah yang lebih komprehensif. “Tujuannya jelas: mengembalikan fungsi jalan, trotoar, dan ruang publik. Kita ingin kawasan pasar bersih, tertata, dan memberikan kenyamanan bagi semua,” ujar Asisten II Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Sehmi, saat memimpin rapat koordinasi pada Senin (12/1).
Jumlah 700 ASN yang diterjunkan dalam penataan ini menjadi perhatian publik. Angka tersebut tergolong besar untuk ukuran penertiban pasar. Pemerintah Kota menjelaskan bahwa pelibatan ASN dalam skala besar bukan sekadar untuk memberi efek kejut, tetapi juga memastikan penataan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan edukatif.
ASN dari berbagai bidang seperti perindustrian, perdagangan, perhubungan, kebersihan, komunikasi publik, dan perangkat kecamatan akan ditempatkan pada titik-titik strategis. Mereka bukan hanya bertugas menata pedagang, tetapi juga melakukan dialog, sosialisasi, serta memberikan penjelasan mengenai pola baru pemanfaatan ruang di Pasar Panorama.
||BACA JUGA: Pembangunan Pasar Barukoto Tuntas
“Besok pagi tepat pukul 07.00 WIB kita mulai penataan terpadu. 700 ASN akan kita turunkan untuk membantu mengedukasi pedagang dan memastikan kawasan kembali tertib,” ujar Sehmi. Rapat digelar di ruang Hidayah 2 kantor Wali Kota Bengkulu dan berlangsung efektif dengan penyusunan skema operasi yang rinci.
Sementara itu, Satpol PP akan tetap menjadi garda utama dalam bagian penindakan apabila dibutuhkan, namun pemerintah menekankan bahwa pendekatan utama tetap humanis.
Berbeda dari penertiban konvensional yang selama ini hanya melibatkan Satpol PP atau petugas pasar, penataan kali ini melibatkan seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Model ini menempatkan Pasar Panorama sebagai objek strategis dan simbol penting wajah kota.
||BACA JUGA: Satpol PP Tertibkan Pedagang di Kawasan Pasar Minggu, Pedagang Akui Setor Uang ke Jukir
Pelibatan OPD diyakini mampu mempercepat proses adaptasi kebijakan. Misalnya, Dinas Perhubungan akan mengatur lalu lintas dan kantong parkir, Dinas Kebersihan akan menangani penumpukan sampah, Dinas UMKM dan Perdagangan akan berkoordinasi dengan pedagang, sementara Dinas Kominfo membantu menyebarkan informasi agar publik memperoleh pemahaman yang jelas.
Selain pemulihan fungsi ruang, pemerintah juga menyiapkan area alternatif agar pedagang kecil tetap memiliki ruang usaha. Langkah ini merupakan bagian dari skema agar proses penataan tidak menimbulkan dampak sosial ekonomi berlebihan.
Informasi mengenai rencana penataan telah beredar di kawasan Pasar Panorama. Sejumlah pedagang mengaku telah menerima pemberitahuan dari petugas pasar. Beberapa di antaranya menyatakan siap mengikuti arahan pemerintah, sementara sebagian lainnya berharap proses penataan tidak menghilangkan mata pencaharian mereka.
||BACA JUGA: Dari Pasar hingga Wisata, Walikota Percepat Penataan Wajah Kota
“Kami berharap pemerintah memberi arahan dan tempat yang jelas, bukan sekadar melarang. Kami sudah bertahun-tahun di sini,” ujar seorang pedagang sayur di kawasan Panorama.
Sementara itu, masyarakat umum menilai rencana ini penting untuk mengurai semrawutnya kawasan pasar. “Kalau tertib, kita juga yang menikmati. Sekarang kalau lewat sini macet terus, parkir di mana-mana,” ujar warga lain yang tinggal di kawasan Jalan Belimbing. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











