SPAM Papan Uduk Kini Berfungsi Normal, Pemkab Bengkayang: Distribusi Air Bersih Lancar ke Rumah Warga

SPAM Desa Papan Uduk di Kabupaten Bengkayang kini kembali berfungsi normal
Foto: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkayang, H. Martinus Pones, (Tengah) saat langsung meninjau Proyek jaringan perpipaan yang sempat memicu keluhan warga karena aliran air tersendat beberapa waktu yang lalu, (Ft/Dok).

SPAM Papan Uduk Kini Berfungsi Normal, Pemkab Bengkayang: Distribusi Air Bersih Lancar ke Rumah Warga

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kabupaten Bengkayang memastikan proyek pengelolaan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Papan Uduk, Kecamatan Lembah Bawang, kini telah berfungsi normal dan tidak lagi menghadapi hambatan teknis. Proyek jaringan perpipaan yang sempat memicu keluhan warga karena aliran air tersendat itu kini kembali mengalir lancar ke rumah-rumah penduduk.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkayang, H. Martinus Pones, mengungkapkan bahwa gangguan aliran air beberapa waktu lalu disebabkan oleh penyumbatan pada pipa serta perbedaan kontur tanah yang memengaruhi tekanan air.

||BACA JUGA: Bupati Bengkayang Tegaskan Anggaran 2026 Utamakan Layanan Dasar Masyarakat

“Permasalahan ditemukan akibat adanya sampah dan batu kecil yang menyumbat aliran pipa. Selain itu pemasangan pipa mengikuti kontur tanah yang naik-turun, sehingga tekanan air menjadi lemah,” ujar Martinus saat ditemui sejumlah wartawan, senin yang lalu.

Proyek SPAM tersebut adalah pengerjaan jaringan perpipaan dan sambungan rumah (SR) yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Bengkayang Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran Rp4,09 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT Batara Althar Jaya dengan konsultan pengawas CV Fanisya Family.

||BACA JUGA: Pemkab Bengkayang Efesiensi Anggaran, Pangkas Kegiatan Seremonial Demi Pembangunan

Martinus menjelaskan bahwa proyek tersebut juga mendapatkan pengawalan hukum dari pihak kejaksaan. Pengawasan dilakukan sejak proses pengerjaan hingga pemeriksaan akhir proyek atau Provisional Hand Over (PHO). Menurut Martinus, keterlibatan kejaksaan menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas pekerjaan serta mencegah potensi pelanggaran proyek.

“Kejaksaan bersama instansi terkait turun saat pemeriksaan akhir. Saat ini proyek masih dalam masa pemeliharaan sehingga pelaksana wajib memperbaiki setiap kekurangan yang ditemukan,” jelasnya.

Karena sempat terjadi keterlambatan pengerjaan, pihak pelaksana sudah dikenakan sanksi denda permil sesuai aturan kontrak kerja. Selain itu, sejumlah pipa yang mengalami penyumbatan juga telah diganti agar aliran air kembali stabil.

||BACA JUGA: Bupati Bengkayang Wujudkan Janji Kampanye: Melalui Kebijakan Strategis Fokus Kesejahteraan Masyarakat

“Setelah dilakukan penggantian, distribusi air sudah kembali lancar hingga ke rumah warga,” kata Martinus.

Keluhan soal aliran air bersih sempat muncul setelah proyek mulai diuji fungsi. Warga mengaku air yang seharusnya mengalir dari sumber mata air pegunungan tidak sampai dengan kuat ke rumah masing-masing. Beberapa warga bahkan harus menampung air manual dari bak penampung.

Informasi tersebut langsung diteruskan Pemerintah Desa Papan Uduk kepada Dinas PUPR. Martinus menilai respons masyarakat dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam proses pemeliharaan proyek.

||BACA JUGA: 185 Kelompok Tani di Bengkayang Terima Bantuan Benih Jagung untuk Ketahanan Pangan

“Kami berterima kasih atas laporan dari masyarakat dan pemerintah desa. Dengan adanya informasi lapangan, perbaikan bisa dilakukan cepat dan tepat,” ujar Martinus.

Saat proses PHO, Kepala Desa Papan Uduk beserta aparat terkait turut melakukan pengecekan langsung ke lokasi pemasangan pipa. Mereka menyaksikan bagian pipa yang sempat tersumbat dan memastikan perbaikan berjalan sesuai standar teknis.

Kepala Desa Papan Uduk, Samuel, menyampaikan apresiasi kepada Dinas PUPR dan Pemerintah Kabupaten Bengkayang atas penanganan cepat terhadap keluhan masyarakat. Ia mengatakan aliran air bersih kini kembali mengalir lancar ke rumah-rumah penduduk.

||BACA JUGA: Bupati Mempawah Erlina Kembali Borong Apresiasi Transparansi Publik

“Setelah diperbaiki, air bersih dari atas gunung kini sudah kembali mengalir. Warga sangat senang karena kebutuhan air rumah tangga akhirnya terpenuhi,” ujar Samuel.

Menurut Samuel, air yang digunakan masyarakat berasal dari sumber mata air pegunungan dengan kualitas baik. Ia menyebutkan bahwa bagi warga pedesaan, akses air bersih adalah kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda karena berkaitan dengan kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Martinus juga menegaskan bahwa sumber air pegunungan yang digunakan dalam jaringan SPAM ini aman untuk dikonsumsi.

||BACA JUGA: BMKG Kalimantan Barat Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Petir, 10 hari Kedepan

“Air pegunungan di sana layak dan dapat diminum langsung oleh penduduk,” tegas Samuel

Kini setelah aliran air mengalir lancar, masyarakat Desa Papan Uduk menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah, khususnya kepada Kepala Dinas PUPR Bengkayang, H. Martinus Pones, yang turun langsung ke lapangan dalam proses penanganan teknis. (Yan’S).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *