Pemkot Bengkulu Kerahkan Semua OPD: Bergerak Serempak Tekan Kemiskinan & Stunting

Penanganan Kemiskinan
Foto: Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat memimpin rapat koordinasi (rakor) dalam menuntaskan dua persoalan besar yang menjadi perhatian nasional, yaitu kemiskinan dan stunting, yang digelar di Balai Kota Merah Putih, Kamis (4/12/25), (Ft/Ist).

Pemkot Bengkulu Kerahkan Semua OPD: Bergerak Serempak Tekan Kemiskinan & Stunting

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam menuntaskan dua persoalan besar yang menjadi perhatian nasional, yaitu kemiskinan dan stunting. Dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar di Balai Kota Merah Putih, Kamis (4/12/25), Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing memimpin langsung pembahasan terarah mengenai strategi intervensi dan pembenahan data penerima bantuan.

Rakor ini dinilai sebagai langkah penting karena tidak hanya memetakan kondisi terkini, tetapi juga memastikan bahwa berbagai program pemerintah benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan. Pemerintah Kota Bengkulu menilai bahwa akurasi data menjadi faktor paling krusial dalam menurunkan angka kemiskinan dan mencegah terjadinya stunting pada anak-anak.

||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Serukan Hapus Ego Sektoral di HUT Korpri ke-54

Dalam rapat tersebut, Wali Kota Dedy menekankan bahwa seluruh perangkat daerah harus bekerja cepat dan presisi. Validasi data by name by address ditekankan sebagai fondasi utama agar tidak ada warga yang terlewat dari program bantuan, terutama dalam intervensi pencegahan stunting dan penanggulangan kemiskinan ekstrem.

“Data harus benar-benar valid agar intervensi yang diberikan tepat sasaran. Kita tidak ingin bantuan salah alamat atau justru tidak sampai ke warga yang sangat membutuhkan,” tegas Dedy dalam arahannya.

||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Resmikan SI-Pukek, Aplikasi Monitoring Kinerja Berbasis Digital

Upaya validasi ini melibatkan berbagai instansi, termasuk dinas sosial, dinas kesehatan, camat, lurah, hingga kader posyandu yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat di lapangan. Pemerintah menegaskan bahwa setiap nama yang tercatat sebagai penerima bantuan harus benar-benar diverifikasi ulang sesuai kondisi terkini.

Kemiskinan dan stunting memang menjadi dua isu utama yang ditargetkan pemerintah untuk diturunkan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah Kota Bengkulu menyadari bahwa kedua persoalan ini saling berkaitan. Rendahnya akses ekonomi berdampak pada kualitas gizi dan kesehatan anak, sementara stunting berpotensi menciptakan kemiskinan baru di masa depan apabila tidak ditangani sejak dini.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kerja nyata bersama untuk mengentaskan kemiskinan dan menurunkan angka stunting di Kota Bengkulu,” jelas Dedy.

||BACA JUGA: Pemkot Hidupkan Kota Lama, Kantor Wali Kota Segera Dipindah

Rapat koordinasi ini menjadi forum evaluasi, tetapi juga ruang untuk merumuskan strategi percepatan. Para kepala OPD diminta melaporkan program-program yang sedang berjalan dan hambatan di lapangan, sehingga kebijakan yang lahir nantinya lebih tajam dan efektif.

Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing menambahkan bahwa percepatan penanganan kemiskinan dan stunting hanya bisa dicapai apabila setiap instansi memahami perannya secara konkret.

“Kita ingin semua bergerak serempak. Tidak boleh ada tumpang tindih program. Semua harus saling mendukung,” ujar Ronny.

||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Akan Adopsi Model Pendidikan di Singapura

Pemerintah Kota Bengkulu juga memastikan bahwa seluruh kelurahan dan kecamatan diminta aktif mendampingi masyarakat, terutama keluarga berisiko stunting dan keluarga miskin ekstrem. Pendampingan ini mencakup pemeriksaan kesehatan, pemantauan gizi, pemetaan kebutuhan rumah tangga, hingga penyediaan akses bantuan modal atau pelatihan usaha. (**)

Redaksi : (KB1) Bagikan
Pewarta : QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *