Pemprov–Bank Tanah Matangkan Pemanfaatan Lahan Eks HGU PT BRI

Pemanfaatan Lahan Eks HGU
Foto: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melakukan Pertemuan Dengan Bank Tanah, membahas mempercepat langkah strategis dalam memanfaatkan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT BRI di Kabupaten Bengkulu Tengah, pertemuan Berlangsung di RM Sederhana 6.5, Rabu (19/11/25), (Ft/Ist).

Pemprov–Bank Tanah Matangkan Pemanfaatan Lahan Eks HGU PT BRI

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus mempercepat langkah strategis dalam memanfaatkan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT BRI di Kabupaten Bengkulu Tengah. Upaya ini kembali dibahas dalam pertemuan resmi antara Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bengkulu, Herwan Antoni, yang hadir mewakili Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, bersama Sekretaris Badan Bank Tanah, Jarot Wahyu Wibowo, di RM Sederhana 6.5, Rabu (19/11/25).

Pertemuan tersebut menjadi momentum lanjutan dari proses panjang Pemprov Bengkulu dalam mengoptimalkan lahan eks HGU PT BRI agar memiliki nilai manfaat tinggi bagi masyarakat. Pemerintah menilai lahan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan pendukung pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur strategis.

||BACA JUGA: Bengkulu Segera Miliki Kodam Baru, Pemprov Siapkan Lahan Eks HGU

Dalam dialog tersebut, Pemprov Bengkulu menyampaikan rencana besar untuk mengoptimalkan lahan eks HGU dengan mengarahkannya pada pembangunan sejumlah kebutuhan publik yang selama ini dinilai mendesak. Lahan tersebut direncanakan untuk digunakan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), Gedung Olahraga dan Fasilitas Publik Lainnya, Sarana Prasarana Pendukung Lain yang Bersifat Strategis.

Penjabat Sekda Bengkulu, Herwan Antoni, menjelaskan bahwa kerja sama antara Pemprov dan Badan Bank Tanah merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa lahan eks HGU dapat dimanfaatkan dengan tata kelola yang baik, sesuai regulasi, serta memberikan manfaat jangka panjang.

||BACA JUGA: HGU PT BRI Berakhir Sejak 2017, Tujuh Desa Minta Pengelolaan Lahan Dialihkan ke Masyarakat

Menurut Herwan, salah satu langkah awal yang sedang dipersiapkan adalah pembentukan tim kecil lintas instansi, yang akan bertugas mengawal setiap proses terkait pemanfaatan lahan mulai dari penataan administrasi, identifikasi kebutuhan, hingga penyusunan peta jalan pembangunan.

“Ke depan, kita akan segera membentuk tim kecil yang berasal dari instansi vertikal terkait. Kita juga akan menggelar rapat bersama Kanwil ATR/BPN dan melanjutkan koordinasi dengan Forkopimda,” Ujar Herwan.

Ia juga menambahkan bahwa Pemprov Bengkulu sangat berhati-hati dalam mengelola lahan eks HGU agar pemanfaatan yang dihasilkan benar-benar sesuai aturan dan memberi dampak positif bagi masyarakat. Sinergi yang baik antarinstansi akan memastikan setiap keputusan berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

||BACA JUGA: Herwan Antoni Pimpin Rapat TPAD Bahas APBD 2026, Tekankan Efisiensi dan Transparansi

Sekretaris Badan Bank Tanah, Jarot Wahyu Wibowo, menyatakan bahwa lembaganya memberikan dukungan penuh terhadap rencana Pemprov Bengkulu tersebut. Menurut Jarot, optimalisasi lahan eks HGU oleh pemerintah daerah merupakan langkah yang sejalan dengan tujuan utama Bank Tanah, yakni memastikan pengelolaan dan pemanfaatan tanah dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan publik.

“Kami siap membantu proses administrasi dan legalitas lahan sehingga pemanfaatannya berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” jelas Jarot.

Badan Bank Tanah akan mendampingi Pemprov Bengkulu dalam proses verifikasi, pengesahan status lahan, hingga pemberian rekomendasi teknis terkait pemanfaatan lahan. Dukungan ini menjadi penting mengingat pengelolaan lahan eks HGU membutuhkan kepastian hukum yang kuat, terutama ketika lahan diarahkan untuk proyek pembangunan fasilitas publik berskala besar.

||BACA JUGA: Persiapkan Diri Anda, Kemenkeu Buka 19.500 Formasi CPNS hingga 2029, Berikut Daftarnya

Pemanfaatan lahan eks HGU ini dipandang sebagai kesempatan besar untuk menghadirkan berbagai fasilitas publik yang lebih layak dan modern. Selama ini, Bengkulu Tengah menjadi salah satu wilayah yang berkembang pesat namun masih membutuhkan penguatan infrastruktur dasar, terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik, olahraga, kesehatan lingkungan, dan aktivitas masyarakat.

Pembangunan TPST, misalnya, tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan sampah yang semakin meningkat, tetapi juga membuka peluang investasi di sektor pengelolaan lingkungan terpadu. Demikian pula dengan pembangunan gedung olahraga, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan kepemudaan dan event-event daerah. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *