Taklimat Prabowo: Minta Kader Gerindra Fokus pada Kepentingan Rakyat Kecil

Prabowo Subianto
Foto: Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam taklimat resmi kepada seluruh kader Gerindra, Jumat (7/11/25), di Jakarta, (Ft/Dok).

Taklimat Prabowo: Minta Kader Gerindra Fokus pada Kepentingan Rakyat Kecil

Kantor-Berita.Com|| Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kembali pesan penting kepada seluruh kader Partai Gerindra di seluruh Indonesia. Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh partai maupun para pemimpin daerah harus berpihak kepada rakyat, bukan pada kepentingan pribadi atau kelompok.

Pernyataan tegas ini disampaikan Prabowo dalam taklimat resmi kepada seluruh kader Gerindra, Jumat (7/11/25), di Jakarta. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin sejati harus memiliki jiwa pengabdian dan pemahaman mendalam terhadap kondisi bangsanya, bukan sekadar mencari kekuasaan.

||BACA JUGA: Ledakan di SMA 72 Jakarta, Presiden Prabowo Instruksikan Tindakan Cepat

“Setiap kader Partai Gerindra harus memahami bahwa kekuasaan bukanlah tujuan akhir. Kekuasaan adalah alat untuk menebar kebaikan, menghapus kemiskinan, dan menegakkan kedaulatan bangsa,” ujar Prabowo dengan nada tegas.

Menurut Prabowo Subianto, seorang pemimpin yang sejati bukan hanya menilai sesuatu berdasarkan rasa suka atau tidak suka, tetapi mampu memahami arah perjuangan bangsa secara utuh. Pemimpin, katanya, harus memiliki kepekaan terhadap penderitaan rakyat, sekaligus keberanian untuk mengambil keputusan demi kepentingan bangsa, meskipun keputusan itu tidak populer.

||BACA JUGA: Politikus Gerindra Herwin Suberhani Minta Evaluasi Total Proyek Jalan Bermasalah di Kaur

“Seorang pemimpin harus memahami keadaan bangsanya. Tidak cukup hanya dengan emosi atau rasa suka, tetapi harus mengetahui ke mana bangsa ini akan dibawa,” kata Prabowo.

Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang berpikir strategis dan berjiwa pelayan rakyat. Pemimpin seperti itu tidak akan menjadikan jabatan sebagai alat memperkaya diri, melainkan sarana untuk memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Prabowo menambahkan, Gerindra sejak awal berdiri berkomitmen menjadi partai yang berdiri di garis rakyat kecil. Semua kader, baik di pusat maupun daerah, diingatkan untuk selalu turun ke masyarakat, mendengarkan aspirasi, dan bekerja nyata.

||BACA JUGA: 235 Pebulutangkis Ramaikan Kejurprov, Suharto: Atlet Usia Dini Perlu Digembleng

Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa tujuan utama politik adalah pengabdian. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan tanpa moralitas dan tanggung jawab hanya akan melahirkan keserakahan dan perpecahan. Karena itu, setiap pejabat publik yang lahir dari Partai Gerindra harus menjadikan kekuasaan sebagai sarana untuk membangun bangsa.

“Kekuasaan adalah amanah. Gunakan untuk menolong rakyat, menegakkan keadilan, dan menciptakan kesejahteraan. Jangan gunakan kekuasaan untuk menindas atau memperkaya diri,” tegasnya.

Prabowo juga menyoroti pentingnya pemerataan ekonomi dan penghapusan kemiskinan struktural yang masih melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Ia menyebut, cita-cita Indonesia adil dan makmur tidak akan tercapai jika para pemimpin tidak berani berpihak kepada rakyat kecil.

||BACA JUGA: Sekolah Garuda Diresmikan, Terobosan Pendidikan Unggulan Era Presiden Prabowo

Menurutnya, Gerindra akan terus memperjuangkan kebijakan pro-rakyat, seperti peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, buruh, dan masyarakat desa.

“Kita ingin Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera. Itu bukan hanya slogan, tapi komitmen perjuangan yang harus kita wujudkan,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menegaskan bahwa perjuangan politik tidak boleh lepas dari semangat kedaulatan nasional. Ia mengingatkan kader Gerindra bahwa bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, tanpa tunduk pada tekanan asing.

Menurutnya, menjaga kedaulatan tidak hanya berarti memperkuat pertahanan militer, tetapi juga memastikan kedaulatan ekonomi, pangan, energi, dan politik.

“Kita tidak boleh menjadi bangsa yang lemah. Kekuasaan yang diberikan rakyat harus digunakan untuk memperkuat kedaulatan, bukan untuk menjual bangsa,” tegas Prabowo. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *