Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Subsidi Hingga 20 Persen, Petani Sambut Gembira

Harga Pupuk Subsidi
Foto: Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Subsidi Hingga 20 Persen, Petani Sambut Gembira, (Ft/Dok).

Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Subsidi Hingga 20 Persen, Petani Sambut Gembira

Kantor-Berita.Com|| Kabar gembira datang bagi para petani di Bengkulu. Pemerintah Pusat resmi menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, sesuai Keputusan Menteri Pertanian (Mentan) Nomor 1117 Tahun 2025. Kebijakan ini langsung disambut dengan antusias oleh para petani, terutama mereka yang menggarap lahan kecil dan sangat bergantung pada bantuan pupuk bersubsidi.

Penurunan harga pupuk ini diharapkan mampu menekan biaya produksi dan membantu petani meningkatkan margin keuntungan di tengah fluktuasi harga gabah yang masih relatif rendah.

||BACA JUGA: Kementerian Pertanian Mulai Tanam Padi Gogo di Bengkulu: Mendukung Kemandirian Pangan Nasional

Salah satu petani padi di Seginim, Rahiman, menyampaikan rasa syukur atas turunnya harga pupuk subsidi tersebut. Ia mengaku bahwa selama ini, biaya produksi menjadi beban utama petani kecil yang hanya memiliki lahan di bawah satu hektar.

“Kalau kami menilai turunnya harga pupuk subsidi ini jelas sangat membantu. Biaya perawatan padi sering kali tidak sebanding dengan harga jual gabah. Jadi, dengan adanya penurunan harga pupuk ini, kami bisa sedikit bernafas lega,” ujar Rahiman saat ditemui di sawahnya, Minggu (26/10).

||BACA JUGA: Pertanian Jadi Ujung Tombak, Bupati Seluma Targetkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Rahiman menjelaskan, sebelumnya harga pupuk yang tinggi kerap membuat petani kesulitan untuk melakukan perawatan optimal terhadap tanaman padi. Akibatnya, hasil panen tidak maksimal dan keuntungan yang didapat pun sangat minim.

“Kadang kami harus mengurangi dosis pemupukan karena harganya terlalu mahal. Padahal, pupuk sangat menentukan hasil panen,” tambah Rahiman.

Senada dengan petani lain Arif Pamuji juga menyampaikan harapannya agar kebijakan penurunan harga pupuk ini diikuti dengan kenaikan harga jual gabah di tingkat petani. Menurutnya, keseimbangan antara harga pupuk dan harga gabah sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi petani.

||BACA JUGA: Dinas Pertanian Mukomuko Sosialisasikan Program Cetak Sawah Baru untuk Ketahanan Pangan 2025

“Kami berharap harga gabah bisa naik ke kisaran Rp7.000 per kilogram. Saat ini masih di angka Rp6.000 sampai Rp6.700 per kilogram. Kalau bisa Rp7.000, petani bisa menutupi biaya produksi dengan lebih baik,” ujarnya.

Arif menambahkan, banyak petani kecil yang selama ini tidak menjual hasil panennya karena keuntungan terlalu tipis. Sebagian besar hasil panen hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sendiri.

“Kalau harga gabah bisa stabil dan menguntungkan, petani yang lahannya kecil pun bisa ikut menjual hasilnya. Ini bisa meningkatkan kesejahteraan kami semua,” jelasnya.

||BACA JUGA: Penyaluran KUR di Bengkulu Capai Rp646,4 Miliar, Sektor Pertanian Dominasi Penerima Manfaat

Berdasarkan keputusan terbaru Kementerian Pertanian, penurunan harga pupuk subsidi berlaku untuk beberapa jenis pupuk utama yang biasa digunakan petani. Berikut rinciannya:

  1. Pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram
  2. Pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram
  3. Pupuk NPK Kakao turun dari Rp3.300 menjadi Rp2.640 per kilogram
  4. Pupuk ZA khusus tebu turun dari Rp1.700 menjadi Rp1.360 per kilogram
  5. Pupuk organik turun dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram

Selain menurunkan harga, pemerintah juga menambah volume pupuk bersubsidi hingga 700 ribu ton yang akan dialokasikan secara bertahap hingga tahun 2029 mendatang. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

||BACA JUGA: Bantu Tingkatkan Produktifitas Pertanian, Kota Bengkulu Terima 282 Ton Alokasi Pupuk Subsidi

Penurunan harga pupuk bersubsidi ini diharapkan memberikan dampak langsung pada peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya pertanian. Dengan biaya produksi yang lebih rendah, petani memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh keuntungan dan menambah luas tanam. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *