Kepala SMPN 28 Bengkulu Utara Klarifikasi Isu Proyek Sekolah, Tegaskan Semua Sesuai Prosedur dan Diawasi Ketat
Kantor-Berita.Com|| Kepala Sekolah SMP Negeri 28 Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Alex Zhuhironi, S.Pd, memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan sejumlah Media Daring yang menyoroti pelaksanaan proyek pembangunan di lingkungan sekolahnya.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Alex Zhuhironi menegaskan bahwa tudingan sejumlah Media Daring yang menyebut pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi teknis dan minim pengawasan adalah tidak benar. Ia menilai pemberitaan yang beredar tidak didukung data valid dan cenderung bersifat sepihak.
||BACA JUGA: 42 Calon Anggota KPID Bengkulu Jalani Wawancara Akhir, Timsel Janji Proses Transparan
“Kami perlu meluruskan informasi yang beredar. Proyek ini masih dalam tahap pelaksanaan dan progres fisiknya baru mencapai sekitar 22 persen. Jadi, sangat tidak tepat jika dikatakan tidak sesuai spek atau kurang pengawasan,” ujar Alex, Rabu (15/10/25).
Menurut Alex, proyek pembangunan yang tengah dikerjakan di SMPN 28 Bengkulu Utara tersebut masih dalam tahap pengerjaan awal dan belum memasuki fase akhir. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah bekerja berdasarkan perencanaan teknis yang disusun bersama konsultan perencana dan tim pengawas lapangan.
||BACA JUGA: Bupati Seluma Terima Kunjungan Kemendes PDT, Bahas Penguatan Desa
“Setiap tahapan pekerjaan selalu mendapatkan pengawasan langsung dari tim teknis dan pihak konsultan pengawas. Semua proses dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,” jelasnya.
Ia menambahkan, proyek tersebut merupakan program swakelola yang dilaksanakan secara hati-hati dan penuh tanggung jawab. Karena itu, menurutnya, pihak sekolah memiliki komitmen penuh untuk memastikan mutu pekerjaan mencapai standar terbaik, mengingat bangunan tersebut akan digunakan langsung oleh pihak sekolah untuk kegiatan belajar-mengajar.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah SMPN 28 Bengkulu Utara menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan proyek berjalan sesuai mekanisme dan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.
||BACA JUGA: Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Hadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh
“Pekerjaan ini tidak dilakukan asal-asalan. Semua material yang digunakan berasal dari penyedia resmi dan bersertifikat. Kami melakukan pemesanan langsung ke depot atau toko bangunan yang memiliki izin resmi, bukan sembarangan tempat,” ungkap Alex.
Ia menuturkan bahwa pihaknya memahami pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proyek pembangunan sekolah, terutama yang menggunakan dana pemerintah. Karena itu, pengawasan dilakukan secara berlapis mulai dari konsultan, tim teknis, hingga monitoring dari dinas terkait.
“Kami tahu proyek ini menjadi perhatian publik. Karena itu, kami bekerja sangat hati-hati dan memastikan tidak ada penyimpangan. Kami tidak berani bermain-main dengan proyek yang akan digunakan anak-anak kami sendiri,” tambahnya.
||BACA JUGA: Ruas Tol Bengkulu Masuk PSN, Gubernur: Alhamdulillah Doa Kita Terjawab
Alex Zhuhironi menjelaskan bahwa sistem swakelola yang digunakan dalam proyek ini memberi tanggung jawab langsung kepada pihak sekolah untuk mengawasi kualitas pekerjaan. Dalam sistem ini, pihak sekolah tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaksana kegiatan yang wajib memastikan mutu dan keamanan bangunan sesuai standar.
“Kami tidak mau pekerjaan asal jadi. Kami ingin hasil terbaik karena bangunan ini akan kami gunakan setiap hari untuk kegiatan belajar-mengajar,” ujarnya tegas.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMPN 28 Bengkulu Utara juga menyampaikan apresiasi kepada awak media yang turut peduli terhadap pembangunan fasilitas pendidikan.
||BACA JUGA: Premanisme Berkedok Penagihan Utang Marak di Bengkulu, APH Tak Berdaya
“Kami sangat terbuka, dan berterima kasih atas kritikannya, kami selalu siap untuk dikritik, dan Kami sangat menghargai fungsi kontrol media” Tutup Alex. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











