Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Warga Komplek Taman Anggrek Pontianak Geger

Polsek Pontianak Utara
Foto: Polresta Pontianak pada saat mengevakuasi penuman mayat di Jalan Budi Utomo, Komplek Taman Anggrek Blok RT 006/RW 034, Kelurahan Siantan Hulu, pada Selasa pagi, (19/8/25), (Ft/Ist).

Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Warga Komplek Taman Anggrek Pontianak Geger

Kantor-Berita.Com, Pontianak|| Suasana tenang di Jalan Budi Utomo, Komplek Taman Anggrek Blok RT 006/RW 034, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara mendadak berubah mencekam. Warga dikejutkan dengan penemuan seorang pria berusia 54 tahun dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumahnya pada Selasa pagi, (19/8/25).

Penemuan ini sontak menjadi perbincangan warga sekitar karena korban dikenal sebagai sosok yang cukup ramah, meski hidup seorang diri. Kejadian ini juga memicu keprihatinan mendalam, mengingat korban baru diketahui meninggal setelah dua hari tidak terlihat keluar rumah.

BACA JUGA: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono: Tingkatkan Pelayanan Publik dengan Integritas

Kejadian bermula ketika adik korban mendapat pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp dari seorang teman dekat korban. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa korban sudah dua hari tidak terlihat keluar rumah seperti biasanya. Hal ini menimbulkan rasa khawatir, sehingga keluarga memutuskan untuk mengecek langsung.

Adik korban bersama beberapa anggota keluarga datang ke rumah korban di Komplek Taman Anggrek. Mereka mencoba mengetuk pintu berkali-kali, namun tidak ada jawaban dari dalam. Rasa curiga semakin kuat ketika rumah tampak sunyi dan pintu tidak dibuka.

BACA JUGA: Diskominfo Kalimantan Barat dan KPID Rumuskan Strategi Penyiaran Media lokal 2025

Ketika mencoba mengintip melalui celah jendela, mereka melihat korban dalam posisi terbaring kaku di lantai rumah. Panik, keluarga segera memberi tahu tetangga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pontianak Utara.

Tak lama setelah laporan diterima, tim Inafis Polresta Pontianak bersama personel Polsek Pontianak Utara tiba di lokasi. Petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan prosedur standar. Warga sekitar pun berkerumun menyaksikan jalannya identifikasi awal.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan analisis sementara, korban diperkirakan sudah meninggal sekitar setengah hari sebelum ditemukan oleh keluarga.

BACA JUGA: Penambangan Emas Ilegal di Kapuas Hulu Makin Brutal, Aktivis Minta Aparat Bertindak

Jenazah kemudian dievakuasi dengan mobil ambulans dan dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut sesuai prosedur.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Suyono, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kanit Intelkam Polsek Pontianak Utara AKP Sadan Suryana, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

“Dari hasil identifikasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah telah kami bawa ke RS Bhayangkara Pontianak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami imbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian,” ungkap AKP Sadan Suryana.

BACA JUGA: Tambang Emas Ilegal Marak di Belitang Hilir, Diduga Ada Pembiaran, LSM Desak Penindakan

Usai evakuasi, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan keluarga korban. Proses visum dan pemeriksaan lanjutan di RS Bhayangkara Pontianak dilakukan untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.

Kanit Intelkam menambahkan bahwa polisi tetap membuka kemungkinan pemeriksaan tambahan apabila ditemukan indikasi lain. Namun sejauh ini, tanda-tanda kekerasan tidak terdeteksi.

Selain itu, aparat juga mengimbau warga untuk segera melapor jika ada kejadian mencurigakan di sekitar lingkungan mereka. Hal ini penting agar setiap masalah bisa ditangani dengan cepat dan tepat. (Yan’S).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *