Realisasi PBB Kota Bengkulu Meningkat Berkat Aplikasi PADEK dan Insentif RT
Kantor-Berita.Com, Kota Bengkulu|| Pemerintah Kota Bengkulu menunjukkan capaian membanggakan dalam sektor penerimaan pajak daerah. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga pertengahan Juli 2025 berhasil menembus angka Rp12,2 miliar, sebuah kenaikan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan kesadaran masyarakat yang terus meningkat dalam menunaikan kewajiban perpajakan mereka serta efektivitas strategi Pemkot dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut tak lepas dari komitmen kuat pemerintah kota dalam menggencarkan program inovatif yang mendorong masyarakat agar lebih taat membayar PBB.
BACA JUGA: Walikota Apresiasi Program GERLAP dan Aplikasi PADEK untuk Tingkatkan Pembayaran PBB
“Capaian Rp12,2 miliar ini diraih berkat sinergi program yang kami jalankan bersama jajaran Pemkot dan dukungan penuh dari masyarakat, Ada peningkatan signifikan sejak kami meluncurkan aplikasi PADEK dan membagikan SPPT PBB,” jelas Nurlia saat ditemui di kantornya, Kamis (24/7).
Salah satu lonjakan signifikan terjadi pada Mei 2025, hanya sebulan setelah Pemkot Bengkulu meresmikan aplikasi PADEK (Pajak Daerah Elektronik Kota). Sebelum peluncuran aplikasi ini dan pembagian SPPT, realisasi PBB baru mencapai sekitar Rp700 juta. Namun, usai kedua inisiatif tersebut berjalan, angka realisasi langsung melonjak ke Rp3,5 miliar hanya dalam waktu satu bulan.
BACA JUGA: Walikota Resmikan Program LIBAAAS untuk RT Bersih dan Taat PBB Hadiah Motor Listrik
Inovasi digital ini memudahkan wajib pajak untuk melakukan pembayaran tanpa harus datang ke kantor Bapenda. Aplikasi PADEK menghadirkan kemudahan transaksi online yang transparan, cepat, dan efisien, terutama bagi generasi muda yang sudah terbiasa dengan sistem digital.
“Kami ingin menghilangkan hambatan teknis bagi masyarakat untuk membayar PBB, Dengan aplikasi PADEK, cukup dari smartphone, siapa saja bisa membayar pajak kapan pun dan di mana pun,” tambah Nurlia.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Luncurkan Aplikasi PADEK untuk Permudah Pembayaran PBB dan Beri Hadiah Menarik
Tak hanya mengandalkan teknologi, Pemerintah Kota Bengkulu juga menggunakan pendekatan sosial melalui kompetisi antar Ketua RT. Ketua RT yang berhasil mendorong warganya membayar PBB terbanyak akan menerima hadiah uang tunai, yakni Rp5 juta untuk juara pertama, Rp4 juta untuk juara kedua, dan Rp3 juta untuk juara ketiga.
Skema insentif ini terbukti ampuh mendorong Ketua RT lebih aktif dalam melakukan edukasi pajak kepada warganya. Tak sedikit RT yang kemudian menggerakkan warga melalui grup WhatsApp, pengumuman di masjid, hingga kunjungan langsung ke rumah-rumah.
“Program ini bukan sekadar kompetisi, tapi bentuk penghargaan pemerintah kepada para Ketua RT yang telah membantu meningkatkan pendapatan daerah, Mereka adalah ujung tombak di lapangan,” terang Nurlia.
BACA JUGA: Pembayaran PBB Kian Mudah, Kepala Bapenda Sebut bisa bayar di Kantor Camat
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dalam berbagai kesempatan terus menyuarakan pentingnya peran pajak dalam menopang pembangunan infrastruktur kota. Ia menegaskan bahwa pajak, khususnya PBB, adalah tulang punggung pendanaan pembangunan di Kota Bengkulu.
“Kenapa saya terus menyampaikan pentingnya bayar PBB? Karena semua pembangunan jalan, drainase, jembatan, lampu jalan sumber dananya dari pajak ini, Kalau tidak ada partisipasi warga, bagaimana pembangunan bisa jalan?” tegas Dedy saat menyampaikan sambutan pada kegiatan penyerahan SPPT beberapa waktu lalu. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











