Walikota Bina Remaja Pelaku Geng Motor Lewat Pembinaan Moral

Pembinaan Geng Motor
Foto: Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, (Ft/Dok).

Walikota Bina Remaja Pelaku Geng Motor Lewat Pembinaan Moral

Kantor-Berita.Com, Kota Bengkulu|| Maraknya aksi geng motor di Kota Bengkulu dalam beberapa waktu terakhir memicu keprihatinan banyak pihak, terutama Pemerintah Kota Bengkulu. Fenomena ini menimbulkan keresahan, mengganggu keamanan, serta merusak ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di kota tersebut. Yang lebih memprihatinkan, sebagian besar pelaku teridentifikasi sebagai anak-anak di bawah umur, terutama pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengambil langkah tegas sekaligus bijak dalam menghadapi masalah ini. Alih-alih hanya memberikan sanksi, ia berencana melakukan pembinaan moral dan agama terhadap para remaja yang terlibat geng motor, Menurut Dedy kenakalan remaja tidak cukup ditangani dengan hukuman semata, melainkan perlu diarahkan dengan nilai-nilai positif.

BACA JUGA: Walikota Bengkulu Tegur Semua Soal Penyegelan Kantor Lurah Sumur Meleleh

“Nanti kita kumpulkan mereka di masjid, kita bina selama tiga hari, Kita kawal dan ajak mereka mendekatkan diri kepada Allah SWT, Saya akan langsung mengawal proses ini,” tegas Dedy, Selasa, (22/7/25).

Langkah ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Bengkulu untuk memberikan solusi jangka panjang dengan membangun mentalitas dan spiritualitas anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam perilaku negatif.

BACA JUGA: 13 Anggota Geng Motor Bengkulu Serang Petugas Parkir RS DKT, 7 Di Antaranya Pelajar

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu, Ilham Putra, juga mengeluarkan instruksi kepada seluruh kepala sekolah, baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun SMP, agar lebih intensif dalam mengawasi perkembangan anak didiknya. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua untuk mencegah aksi kenakalan remaja.

“Orang tua harus lebih proaktif memantau ke mana anak-anak mereka pergi setelah pulang sekolah, Jangan sampai mereka pulang larut malam tanpa alasan jelas, Pengawasan ketat dari orang tua sangat diperlukan,” ungkap Ilham.

BACA JUGA: Relokasi Pedagang Pantai Panjang Dimulai Agustus, Pemkot akan Bangun Tugu sebagai Ikon Baru Wisata

Orang tua menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter anak. Pemerintah mengimbau agar orang tua tidak hanya menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah, tetapi turut memantau pergaulan, aktivitas, dan lingkungan anak-anak mereka.

Pengawasan ini semakin penting di era digital, di mana anak-anak dengan mudah terpapar konten negatif melalui media sosial. Dedy menambahkan bahwa peran keluarga harus diperkuat sebagai benteng utama dalam membentuk kepribadian anak.

BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Tangani Cepat Penderita Kanker Viral, Bukti Layanan Tanpa Batas Wilayah

Pemerintah Kota Bengkulu juga menegaskan bahwa para pelajar sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah pada malam hari, kecuali ada keperluan yang mendesak. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi peluang anak-anak terlibat dalam kegiatan yang mengarah pada tindakan kriminal.

“Intinya, seluruh pelajar diminta untuk mengurangi aktivitas malam di luar rumah jika tidak ada kepentingan yang jelas, Wajib ada pengawasan dari orang tua,” jelas Ilham. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *