Distribusi Air Bersih Terganggu, Pemkot Bengkulu Kerahkan Armada Tangki Air
Kantor-Berita.Com, Kota Bengkulu|| Warga Kota Bengkulu, khususnya yang tinggal di wilayah Kecamatan Muara Bangkahulu, Sungai Serut, Teluk Segara, dan sekitarnya, kini sedang menghadapi gangguan serius dalam pendistribusian air bersih. Kondisi ini dipicu oleh proses perbaikan Bak Olahan Lapen Kencana IPA 2 Surabaya, salah satu instalasi pengolahan air utama milik Perumda Tirta Hidayah.
Merespons keluhan dan kekhawatiran warga, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, langsung bergerak cepat. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu tidak tinggal diam atas kondisi ini dan telah mengambil sejumlah langkah konkret untuk memastikan ketersediaan air bagi seluruh pelanggan PDAM yang terdampak.
BACA JUGA: Pemprov Bengkulu Dipuji Kemendagri atas Efisiensi Anggaran
“Saya sudah minta kepada Direktur PDAM untuk segera mensuplai air bersih ke wilayah-wilayah terdampak. Kita ingin pastikan tidak ada warga yang kesulitan air, apalagi untuk kebutuhan pokok sehari-hari,” tegas Dedy, saat dikonfirmasi di Kantor Walikota Bengkulu, Rabu (11/6/25).
Gangguan distribusi air ini bermula sejak 8 Juni 2025, ketika PDAM Tirta Hidayah mulai melakukan perbaikan besar pada Bak Olahan IPA 2 Surabaya. Proyek perbaikan ini dijadwalkan selesai pada 28 Juni 2025. Selama proses tersebut berlangsung, aliran air di sejumlah wilayah dipastikan akan mengalami penurunan tekanan secara signifikan, bahkan hingga mati total pada waktu tertentu.
BACA JUGA: Rifa’i dan Yevri Dilantik Menjadi Bupati, Gubernur Minta Bergerak Cepat
Warga di beberapa kecamatan telah menyampaikan keluhannya melalui media sosial dan layanan pengaduan publik. Banyak yang mengaku tidak bisa mandi, mencuci, hingga kesulitan memasak karena tidak ada pasokan air bersih yang memadai.
Melihat situasi ini, Wali Kota Dedy Wahyudi langsung merespons cepat agar distribusi air alternatif segera dijalankan, terutama ke daerah-daerah yang terdampak paling parah. Suplai air bersih akan dikirim menggunakan mobil tangki air milik PDAM dan armada bantuan dari pemerintah kota.
Dalam keterangannya, Dedy menjelaskan bahwa gangguan ini sebenarnya tidak bisa dihindari karena menyangkut kondisi peralatan instalasi pengolahan air yang sudah sangat tua. Bahkan, sebagian besar komponen di IPA 2 Surabaya tersebut merupakan peninggalan zaman Belanda dan sudah melampaui batas usia teknis.
BACA JUGA: Program 100 Hari Dedy Wahyudi–Ronny Tobing Sukses Berkat Kerja Tim
“Peralatan yang ada di IPA 2 Surabaya ini sudah sangat tua, bahkan sebagian berasal dari era kolonial. Maka memang sudah saatnya dilakukan perbaikan menyeluruh agar pelayanan kepada warga bisa maksimal ke depannya,” jelas Dedy Wahyudi.
Wali Kota juga menambahkan, perbaikan ini memang butuh waktu cukup lama karena teknis pengerjaan yang rumit dan membutuhkan kehati-hatian ekstra agar tidak memperparah kerusakan yang ada.
Menyadari dampak besar yang dirasakan masyarakat, Dedy Wahyudi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia juga meminta warga untuk bersabar dan memahami bahwa perbaikan ini semata-mata bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan air bersih ke depan.
BACA JUGA: Walikota Dukung Satpol PP Kota Bengkulu Tegakkan Perda
“Saya mohon maaf atas gangguan ini. Kami memahami keresahan warga, namun ini adalah langkah penting untuk jangka panjang. Harapannya setelah perbaikan selesai, distribusi air akan jauh lebih lancar dan stabil,” ujar Dedy.
Ia menekankan bahwa Pemkot Bengkulu terus memantau kondisi lapangan dan siap merespons setiap keluhan masyarakat dengan cepat. Saluran aduan pun dibuka melalui call center PDAM dan media sosial resmi Pemerintah Kota Bengkulu.
Sebagai tindak lanjut arahan dari Wali Kota, PDAM Tirta Hidayah Bengkulu langsung mengerahkan armada tangki air bersih ke sejumlah titik krisis. Distribusi air dengan tangki ini menyasar kawasan padat penduduk yang terdampak langsung akibat penutupan sementara Bak Olahan IPA 2 Surabaya.
BACA JUGA: Terobosan 100 Hari Wali Kota Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing: Bengkulu Bergerak Cepat
Direktur PDAM Tirta Hidayah menyebutkan, pihaknya telah membuat jadwal distribusi mobil tangki untuk menjangkau sebanyak mungkin warga yang membutuhkan.
“Kami mengatur jadwal distribusi air bersih menggunakan mobil tangki setiap hari. Titik-titik kritis menjadi prioritas, seperti kawasan permukiman padat, rumah sakit, sekolah, dan fasilitas umum,” terang Direktur PDAM.
Warga juga diminta untuk menyiapkan wadah penampung air selama proses distribusi berlangsung agar pasokan air bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan sehari-hari. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











