Pemkot Bengkulu Gencarkan OTT, Cegah TPS Liar dan Tingkatkan Kesadaran Kebersihan Lingkungan
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam hal penanganan sampah. Hal ini disebabkan oleh semakin maraknya tempat pembuangan sampah (TPS) liar di berbagai titik di Kota Bengkulu, yang bahkan mengakibatkan beberapa akses jalan tertutup oleh tumpukan sampah.
Kondisi ini tentu sangat disayangkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, Pemkot Bengkulu kembali menegaskan kepada masyarakat agar tidak sembarangan membuang sampah dan ikut menjaga kebersihan kota. Sebagai langkah tegas, Pemkot berencana mengaktifkan kembali program Operasi Tangkap Tangan (OTT) bagi warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Program ini bertujuan untuk menegakkan aturan dan memastikan lingkungan Kota Bengkulu tetap bersih.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Bersihkan TPS Liar di Jalan Citandui
Asisten II Pemerintah Kota, Sehmi, menekankan bahwa sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah, masyarakat yang melanggar aturan terkait pembuangan sampah akan dikenakan sanksi. Sanksi tersebut bisa berupa denda hingga ancaman pidana.
“Pemkot Bengkulu akan melakukan pengawasan ketat terhadap masyarakat yang tidak mematuhi aturan tentang pengelolaan sampah,” jelas Sehmi.
Berdasarkan laporan yang diterima, masih banyak masyarakat yang dengan sengaja membuang sampah sembarangan, terutama pada malam hari untuk menghindari pengawasan. Minimnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan membuat sejumlah titik di Kota Bengkulu menjadi tempat TPS liar, di mana sampah menumpuk di lokasi-lokasi yang seharusnya tidak digunakan untuk pembuangan sampah.
BACA JUGA: Kota Bengkulu Fokus Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah dan Peran Masyarakat
Menanggapi masalah ini, Sehmi mengungkapkan bahwa Pemkot akan kembali menggalakkan penerapan Perda terkait pengelolaan sampah untuk menertibkan masyarakat yang melanggar aturan. Ia berharap, langkah ini dapat mengurangi jumlah TPS liar dan membantu menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan nyaman bagi semua warga.
Pemkot juga telah meminta masyarakat agar memanfaatkan layanan pengangkutan sampah yang disediakan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di setiap kelurahan. Dengan berlangganan layanan ini, warga dapat membuang sampah mereka secara teratur dan terorganisir, sehingga tidak ada lagi sampah yang dibuang sembarangan.
Namun, Sehmi menambahkan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan peran serta aktif dari masyarakat, terutama di tingkat kelurahan. Menurutnya, masyarakat harus lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar, salah satunya dengan memanfaatkan peran LPM dalam pengelolaan sampah.
BACA JUGA: DLH Kota Bengkulu Perluas Lahan TPA Air Sebakul untuk Atasi Volume Sampah yang Meningkat
“LPM sudah ada di setiap kelurahan, tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan layanan ini dengan baik. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menyadarkan masyarakat akan pentingnya berlangganan layanan pengangkutan sampah,” ujar Sehmi.
Lebih lanjut, Sehmi juga menekankan pentingnya edukasi bersama mengenai pengelolaan sampah. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus terus digalakkan agar kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan semakin meningkat. Edukasi ini bisa dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, seperti kampanye lingkungan di media sosial, penyuluhan langsung ke warga, dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat di tingkat kelurahan.
Pemkot Bengkulu juga berkomitmen untuk terus menyediakan fasilitas pembuangan sampah yang memadai di setiap wilayah. Dengan adanya fasilitas yang baik, diharapkan masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Selain itu, Pemkot juga terus meningkatkan sistem pengangkutan sampah agar seluruh sampah rumah tangga dapat terkelola dengan baik dan cepat.
BACA JUGA: Luncurkan Mesin Pirolisis, Pj Walikota Bengkulu Tingkatkan Pengelolaan Sampah
Di sisi lain, Pemkot juga menekankan bahwa tanggung jawab kebersihan lingkungan tidak hanya ada pada masyarakat, tetapi juga pada para pelaku usaha dan pihak-pihak lain yang beroperasi di Kota Bengkulu. Mereka diharapkan ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan cara menyediakan tempat sampah yang memadai di tempat usaha mereka dan memastikan pengelolaan sampah dilakukan dengan benar.
Selain itu, Pemkot Bengkulu juga berencana untuk mengajak partisipasi aktif dari kalangan pelajar dan mahasiswa dalam kampanye lingkungan. Edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan, sehingga generasi muda bisa tumbuh dengan kesadaran yang tinggi akan kebersihan lingkungan. Dengan melibatkan siswa dan mahasiswa, diharapkan kampanye ini dapat berjalan lebih efektif dan meluas ke seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bengkulu akan bekerja sama dengan komunitas lingkungan dan LSM untuk menjalankan program-program bersih-bersih lingkungan secara berkala. Program ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di berbagai lokasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
BACA JUGA: DLHK Bengkulu Ajak Masyarakat kelola Sampah Menjadi Kreatif
Selain program OTT sampah, Pemkot juga berencana menerapkan teknologi dalam pengelolaan sampah, seperti pemanfaatan aplikasi yang dapat melacak titik-titik TPS liar dan memberikan laporan langsung ke petugas kebersihan. Dengan demikian, penanganan masalah sampah dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Di akhir penjelasannya, Sehmi berharap masyarakat Kota Bengkulu dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, jika semua pihak bisa bekerja sama dan mengikuti aturan yang ada, maka masalah sampah yang selama ini menjadi tantangan besar bagi Kota Bengkulu bisa segera teratasi.
“Kebersihan kota ini adalah tanggung jawab kita bersama. Jika kita semua bisa bekerja sama, saya yakin Bengkulu bisa menjadi kota yang bersih, nyaman, dan indah untuk ditinggali. Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya,” tutup Sehmi. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











