100 Hari Kerja Wali Kota Dedy Wahyudi: Bengkulu Bersih dan Bebas Sampah
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing langsung tancap gas dalam 100 hari pertama kepemimpinan mereka. Salah satu prioritas utama adalah menjadikan Kota Bengkulu bersih dan bebas sampah, sesuai dengan janji mereka saat kampanye.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah kota akan meluncurkan berbagai program strategis yang melibatkan masyarakat secara aktif.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Sesuaikan Jam Kerja ASN dan PTT Selama Ramadan 1446 H
Langkah awal yang akan diterapkan adalah meluncurkan Lomba Bengkulu BISA (Bersih, Indah, Sejuk, dan Asri). Kompetisi ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif warga dan mengukur efektivitas program kebersihan di setiap kelurahan.
Melalui lomba ini, pemerintah dapat melihat kelurahan mana yang serius mendukung program kebersihan kota, sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan masyarakat.
BACA JUGA: Wagub Mian Ajak Masyarakat Bengkulu Bersatu Bangun Bumi Merah Putih yang Maju, Hilangkan Perbedaan
“Lomba ini akan mendorong setiap kelurahan untuk lebih peduli terhadap kebersihan, Kami ingin masyarakat terbiasa menjaga lingkungannya agar Kota Bengkulu tetap bersih dan nyaman,” ujar Wali Kota Dedy Wahyudi.
Selain lomba kebersihan, Pemkot Bengkulu akan menerbitkan surat edaran tentang pengurangan sampah. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dan kepedulian warga dalam mengelola sampah dengan baik.
Langkah ini juga diperkuat dengan gerakan “Gaya Hidup Sadar Sampah”, yang mengajak masyarakat untuk mengurangi produksi sampah dan mendaur ulang limbah rumah tangga.
BACA JUGA: Pemkab Bengkulu Utara dan Pertamina Pastikan Pasokan LPG Aman Jelang Ramadan 2025
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Riduan, menegaskan bahwa perubahan kebiasaan warga dalam mengelola sampah adalah kunci utama keberhasilan program ini.
“Terpenting adalah bagaimana kita bisa mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah dan mengelola limbah secara bijak,” jelas Riduan.
Untuk memastikan program ini berjalan efektif, pemerintah akan menggalakkan kembali kegiatan gotong royong setiap minggu di seluruh kelurahan.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kedekatan antara aparat pemerintah dengan masyarakat.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, seluruh camat akan menandatangani fakta integritas yang mengharuskan mereka mengawasi dan menyosialisasikan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
BACA JUGA: Gelar Karya dan Pentas Seni SMPN 11 Bengkulu 2025: Siswa Tunjukkan Kreativitas dan Jiwa Wirausaha
“Gotong royong bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan antara warga dan pemerintah, Dengan lingkungan yang bersih kualitas hidup masyarakat akan semakin baik,” tambah Riduan.
Dengan program ini, Pemkot Bengkulu ingin memastikan bahwa setiap sudut kota tetap bersih dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang membangun kebersamaan antara warga dan pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kebersihan kota tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan, Tanpa partisipasi aktif warga upaya menjaga kebersihan akan sulit berhasil,” Imbuh Riduan. (**)











