Wakil Bupati Bengkulu Utara Sampaikan Nota Pengantar Tiga Ranperda pada Rapat Paripurna DPRD

Wakil Bupati Bengkulu Utara
Foto: Pemerintah Bengkulu Utara melalui Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, (Paling Kanan) pada saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Bengkulu, Paripurna dipimpin Oleh Ketua DPRD Sonti Bakara, SH (Tengah) pada hari Senin (10/6/2024), (Ist).

Wakil Bupati Bengkulu Utara Sampaikan Nota Pengantar Tiga Ranperda pada Rapat Paripurna DPRD

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU UTARA|| Wakil Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, M.Ap, menghadiri rapat paripurna di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Bengkulu Utara pada Senin (10/6/2024). Rapat ini membahas penyampaian nota pengantar terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

Ketiga Ranperda tersebut adalah: pertama, Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Bengkulu Utara tahun anggaran 2023; kedua, Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2025-2045; dan ketiga, Ranperda tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal dan Perizinan Berusaha.

BACA JUGA: Wakil Bupati Bengkulu Utara Hadiri Pelepasan Angkatan 24 SMA Negeri 2 Bengkulu Utara

Ketua DPRD Bengkulu Utara, Sonti Bakara, SH, memimpin rapat tersebut, didampingi oleh Wakil Ketua II, Herliyanto, S.IP. Rapat ini juga dihadiri oleh jajaran Kepala OPD, Forkopimda, dan anggota dewan lainnya.

Dalam sambutannya, Sonti Bakara mengungkapkan bahwa rapat paripurna ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat BANMUS DPRD Bengkulu Utara yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Sebelum membuka rapat, saya menyampaikan selamat kepada Pemkab Bengkulu Utara yang telah sukses menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi Bengkulu ke-XXXVI tahun 2024 ini, Sekarang, rapat paripurna kita buka dan terbuka untuk umum,” ujarnya.

BACA JUGA: Wakil Bupati Bengkulu Utara Pimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan

Wakil Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, dalam sambutannya, menyampaikan nota pengantar mengenai tiga Ranperda yang diusulkan. Ia berharap agar fraksi-fraksi di DPRD Bengkulu Utara dapat menindaklanjuti usulan tersebut sebagai salah satu acuan dalam menyusun pandangan umum fraksi.

“Pemkab Bengkulu Utara menyampaikan tiga usulan Ranperda ini. Kami berharap DPRD Kabupaten Bengkulu Utara bersama-sama memproses dan mengevaluasi Rancangan Ranperda ini agar nantinya dapat dijadikan peraturan daerah yang mengikat, Proses ini tentunya akan melibatkan dialog dan diskusi antara eksekutif dan legislatif untuk memastikan hasil dan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Bengkulu Utara,” jelas Arie.

Ranperda pertama tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2023 merupakan langkah penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah. Dengan adanya Ranperda ini, Pemkab Bengkulu Utara berkomitmen untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran secara detail dan menyeluruh.

BACA JUGA: Entry Meeting Pemeriksaan LKPD Bengkulu Utara: Wakil Bupati Ingatkan Kepatuhan Regulasi

“Pertanggungjawaban ini akan memberikan gambaran jelas mengenai alokasi dan penggunaan anggaran daerah selama tahun 2023, Kami berusaha memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Arie.

Ranperda kedua mengenai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2025-2045 menjadi panduan strategis bagi pembangunan daerah dalam jangka panjang. Ranperda ini berfokus pada visi dan misi daerah untuk mencapai pembangunan berkelanjutan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan di Bengkulu Utara berjalan sesuai dengan rencana strategis yang telah disusun, Rencana ini akan menjadi acuan utama dalam mengarahkan pembangunan daerah selama 20 tahun ke depan,” kata Arie.

BACA JUGA: Rapat Paripurna DPRD Bengkulu Utara Dalam Mendengarkan Jawaban Eksekutif Tentang Pandangan Umum Fraksi

Ranperda ketiga tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal dan Perizinan Berusaha bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di Bengkulu Utara. Dengan adanya Ranperda ini, diharapkan dapat menarik lebih banyak investor untuk menanamkan modalnya di daerah tersebut, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kami berusaha untuk mempermudah proses perizinan dan memberikan kepastian hukum bagi para investor, Dengan demikian, investasi di Bengkulu Utara dapat meningkat, membuka lapangan kerja baru, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” ungkap Arie.

Wakil Bupati Arie Septia Adinata menegaskan pentingnya kerja sama antara eksekutif dan legislatif dalam proses penyusunan dan evaluasi Ranperda ini. Ia berharap bahwa dengan adanya dialog konstruktif, semua pihak dapat berkontribusi dalam menciptakan peraturan daerah yang bermanfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA: Wabup Bengkulu Utara Sampaikan LKPJ Kepala Daerah 2023 di Rapat Paripurna DPRD

“Kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif adalah kunci utama dalam mencapai tujuan bersama, Kami berkomitmen untuk terus berupaya memberikan yang terbaik bagi Bengkulu Utara, dan kami percaya bahwa dengan dukungan semua pihak, kita dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” tegasnya.

Arie juga mengajak seluruh masyarakat Bengkulu Utara untuk turut berpartisipasi dalam proses pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa partisipasi aktif dari masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam setiap proses pembangunan, Kami berharap masyarakat dapat memberikan masukan, kritik dan saran yang konstruktif agar pembangunan di Bengkulu Utara dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan,” pungkasnya. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *