Foto: Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata saat membuka acara Festival Berejong selasa,(26/9/23).
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU UTARA – Wakil Bupati (Wabup) Bengkulu Utara (BU) Arie Septia Adinata, SE, MAP, meresmikan Festival Berejong Musik Tradisional Se-Provinsi Bengkulu, yang digelar di Gor Serba Guna Sahri Romli, Arga Makmur, pada hari Selasa (26/09/2023) .
Dalam pidatonya, Wabup BU menggarisbawahi pentingnya acara ini dalam upaya melestarikan seni dan budaya tradisional. Ia berpendapat bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan semata, tetapi juga memberikan peluang berharga bagi generasi muda untuk mengapresiasi kekayaan seni budaya daerah melalui medium sastra.
Lebih lanjut, ia menyatakan keyakinannya bahwa festival ini akan membangkitkan semangat cinta terhadap budaya dan tradisi di Kabupaten Bengkulu Utara. Pemerintah Kabupaten katanya, siap sepenuhnya mendukung pemuda yang melestarikan untuk melestarikan warisan seni dan budaya mereka.
Foto: Acara Festival Berejong Musik Tradisional di bengkulu utara, acara di buka oleh wakil bupati Arie Septia Adinata di Gor Serba Guna Sahri Romli, Arga Makmur, pada hari Selasa (26/09/2023).
Wabup Bengkulu Utara pentingnya mempertahankan nilai-nilai budaya dan tradisi lokal, sehingga identitas unik Kabupaten Bengkulu Utara tetap terjaga dan menjadi kebanggaan daerah mereka. Dengan demikian, diharapkan masyarakat Bengkulu Utara akan semakin menghargai dan melestarikan budaya, adat, dan tradisi mereka sendiri.
Dalam visi sebelumnya, Wabup berharap dapat membangun komunitas di Bengkulu Utara yang mendedikasikan diri untuk menjaga dan melestarikan budaya, adat, dan tradisi mereka. Ia berpendapat bahwa acara semacam ini harus menjadi acara tahunan yang konsisten, sehingga kekayaan seni dan budaya mereka dapat terus hidup dan berkembang.
Wabup Bengkulu Utara juga memberikan penghargaan kepada Dewan Kesenian Bengkulu Utara atas penyelenggaraan Festival Musik Berejong. Berejong adalah pertunjukan musik tradisional yang melibatkan pantun yang dinyanyikan dengan iringan gitar, yang merupakan bagian dari tradisi pernikahan pada malam bujang gadis.
Wabup mengajak semua pihak, terutama generasi tua, untuk berpartisipasi dalam melestarikan tradisi musik Berejong ini dengan memberikan ide-ide inovatif. Ia percaya bahwa regenerasi adalah kunci untuk memastikan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku yang berperan aktif dalam mempertahankan warisan budaya.
Dia menambahkan, “Kita harus tampil maksimal, karena baik menang maupun kalah adalah bagian dari proses. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus mengembangkan potensi seni yang dapat dilestarikan secara berkelanjutan.”
Wabup mengakhiri pidatonya dengan harapan bahwa festival ini akan membantu menjaga dan mengembangkan Bengkulu Utara menuju masa depan yang lebih baik, lebih terjaga, dan lebih modern. Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Faisal, Dirjen Menteri Kebudayaan, anggota Forkopimda, OPD terkait, Dewan Kesenian Kabupaten Bengkulu Utara, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat. Semoga festival ini menjadi tren tahunan dan terus memperkuat identitas budaya daerah mereka.(**)
Bedah Buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat’ Warnai Diskursus Nasional Kantor-Berita.Com|| Diskursus politik nasional kembali mendapat warna baru melalui peluncuran dan bedah buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” yang digelar…
Tradisi Narik Pukek Masuk Kalender Event Tahunan Wajib di Kota Bengkulu Kantor-Berita.Com|| Pesisir pantai Kota Bengkulu berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (8/2/2026). Sejak pagi hari, ratusan warga dari berbagai…
Pemkot Bengkulu Menargetkan Festival Yo Botoi-Botoi Masuk Kalender Agenda Nasional Kantor-Berita.Com|| Semangat kebersamaan masyarakat pesisir Bengkulu bergelora dalam gelaran Festival Yo Botoi-Botoi yang berlangsung meriah di kawasan Pasar Bengkulu, Minggu…
Ribuan Warga Ramaikan Yo Botoi-Botoi Festival di Pesisir Bengkulu Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu resmi membuka Yo Botoi-Botoi Festival di kawasan pesisir pantai Kota Bengkulu atau dikenal sebagai Kota Tuo, Minggu…