RUPSLB Bank Bengkulu Ajukan Calon Dirut dan Direktur Kepatuhan
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai pemegang saham pengendali terus mendorong penguatan tata kelola dan kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu). Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Aula H. Mochtar Azeri, Graha Bank Bengkulu Lantai 7, Selasa (16/12).
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP). Agenda utama RUPSLB adalah pembahasan dan pengusulan calon jajaran direksi Bank Bengkulu untuk mengisi posisi strategis yang saat ini masih lowong.
||BACA JUGA: Helmi Hasan Lantik Elva Hartati Jadi Komisaris Nonindependen Bank Bengkulu
Dalam RUPSLB tersebut, para pemegang saham menyepakati pengusulan empat nama calon Direktur Utama Bank Bengkulu, yakni Iswahyudi, Robi Wijaya, Agus Sabarudin, dan Joni Haryanto. Keempatnya dinilai memiliki latar belakang, pengalaman, serta kompetensi di bidang perbankan dan keuangan.
Sementara itu, untuk posisi Direktur Kepatuhan, RUPSLB mengusulkan satu nama, yaitu Somi Muhammad Yunus, yang saat ini berkiprah di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB). Pengusulan ini dilakukan untuk memperkuat fungsi kepatuhan dan tata kelola perusahaan sesuai regulasi industri perbankan nasional.
||BACA JUGA: Komisi IV DPRD Bengkulu Minta Manajemen Bank Bengkulu Lakukan Evaluasi Objektif atas PHK 88 Karyawan
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menjelaskan bahwa seluruh nama calon direksi yang diusulkan dalam RUPSLB akan segera disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selanjutnya, para calon akan mengikuti tahapan uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita akan segera mengajukan nama-nama ini ke OJK. Nantinya OJK yang akan melakukan penilaian melalui fit and proper test. Setelah itu, hasilnya akan kami sampaikan kepada publik,” ujar Helmi Hasan.
Ia menegaskan bahwa proses penetapan direksi Bank Bengkulu dilakukan secara transparan, profesional, dan mengikuti seluruh mekanisme regulator, guna memastikan bank daerah ini dikelola oleh sosok yang tepat.
||BACA JUGA: Bank Bengkulu Catat Kinerja Cemerlang, RUPS 2025 Umumkan Perubahan Direksi
Gubernur Helmi Hasan menambahkan, dari empat calon Direktur Utama yang diusulkan, nantinya hanya satu orang yang akan ditetapkan sebagai Direktur Utama Bank Bengkulu setelah memperoleh persetujuan OJK.
“Kita tunggu hasil dari OJK. Dari empat nama ini, satu akan ditetapkan sebagai Direktur Utama. Prosesnya harus profesional dan sesuai aturan,” Kata Helmi.
Menurut Helmi, kehati-hatian dalam memilih pimpinan bank daerah sangat penting, mengingat Bank Bengkulu memegang peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah.
||BACA JUGA: Gubernur Helmi Hasan Dorong Efisiensi di Bank Bengkulu: Evaluasi Program dan Penghematan
Gubernur Helmi berharap, dengan terbentuknya jajaran direksi yang baru, Bank Bengkulu dapat semakin berkembang dan adaptif terhadap tantangan industri perbankan yang terus berubah.
Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu memperluas jenis dan kualitas layanan perbankan, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat hubungan dengan para pemegang saham, baik pemerintah daerah maupun mitra strategis lainnya.
“Direksi yang baru nanti diharapkan mampu membawa Bank Bengkulu lebih maju, memperluas layanan, dan menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha di Bengkulu,” terang Helmi.
||BACA JUGA: Pelantikan Direksi Bank Bengkulu: Gubernur Pesankan ini
Lebih jauh, Helmi Hasan menyoroti peran Bank Bengkulu dalam mengoptimalkan potensi ekonomi daerah. Ia berharap direksi baru mampu mendorong pembiayaan produktif, khususnya untuk sektor-sektor unggulan seperti pertambangan, perkebunan, pertanian, perikanan, serta UMKM.
“Bengkulu memiliki potensi besar, baik di sektor pertambangan maupun perkebunan. Bank Bengkulu harus hadir sebagai mitra strategis pelaku usaha, sekaligus motor penggerak investasi daerah,” jelasnya.
Menurutnya, bank daerah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan yang mendorong pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











