Pengendalian inflasi Daerah, Gubernur Bengkulu Pimpin High Level Meeting TPID

Pengendalian inflasi Bengkulu
Foto: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pada saat memimpin Rapat High Level Meeting TPID Bengkulu, Acara berlangsung di Balai Raya Semarak pada Rabu (18/9/24), (Ft/Ist).

Pengendalian inflasi Daerah, Gubernur Bengkulu Pimpin High Level Meeting TPID

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, memimpin rapat tingkat tinggi High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berlangsung di Balai Raya Semarak pada Rabu (18/9/24), Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Wahyu Yuwana, serta jajaran pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Bengkulu.

High Level Meeting TPID ini merupakan agenda penting bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam upaya pengendalian inflasi di daerah. Gubernur Rohidin Mersyah menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten serta kota sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi.

BACA JUGA: Strategi Pengendalian Inflasi Daerah, Pemprov Bengkulu: Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah

”Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, perlu kolaborasi antara pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, bersama Bank Indonesia,” Ujar Gubernur Rohidin.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Rohidin juga mengungkapkan kabar baik bahwa Provinsi Bengkulu kembali mendapatkan dana insentif dari Kementerian Keuangan. Dana ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja kolaboratif yang baik antara bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu dalam beberapa bidang strategis.

BACA JUGA: Rapat Koordinasi TPID Kabupaten Bengkulu Selatan: Strategi Pengendalian Inflasi Semester Pertama 2024

Rohidin menjelaskan bahwa dana insentif tersebut diperoleh berdasarkan tiga indikator utama yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Tiga indikator tersebut adalah:

  1. Penurunan angka kemiskinan ekstrem: Pemerintah Provinsi Bengkulu telah berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem di berbagai daerah melalui program-program yang difokuskan pada peningkatan ekonomi masyarakat miskin.
  2. Penurunan angka stunting: Kinerja pengurangan stunting atau kekurangan gizi pada anak juga menjadi faktor utama dalam mendapatkan dana insentif. Upaya-upaya yang dilakukan melalui program kesehatan dan pemberian gizi telah menunjukkan hasil yang signifikan.
  3. Realisasi penyerapan anggaran: Pemprov Bengkulu dinilai sukses dalam merealisasikan anggaran yang ada, dengan penyerapan anggaran yang efisien dan tepat sasaran.

Gubernur Rohidin menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras semua pihak, termasuk pemerintah kabupaten dan kota, serta dukungan dari masyarakat.

BACA JUGA: TPID Bengkulu Tengah Sidak Pasar Untuk Kendalikan Inflasi

”Penghargaan ini bukan hanya untuk pemerintah provinsi, tetapi juga untuk semua pemerintah daerah yang telah bekerja keras menurunkan angka kemiskinan, stunting, dan memastikan anggaran terserap dengan baik,” kata Rohidin.

Gubernur Rohidin mengajak seluruh kepala daerah untuk berkolaborasi lebih erat dalam memastikan harga-harga kebutuhan pokok tetap stabil, terutama menjelang musim-musim tertentu seperti Ramadan dan Lebaran, di mana permintaan barang seringkali meningkat.

BACA JUGA: Gubernur Bengkulu Luncurkan Program Pasar Murah Terintegrasi untuk Kendalikan Inflasi

“Kerja sama antara pemerintah dan TPID sangat penting untuk menjaga kestabilan harga barang di pasar dan mencegah inflasi yang tidak terkendali,” tegasnya.

Gubernur Rohidin menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya penting untuk stabilitas ekonomi, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Inflasi yang terkendali akan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

BACA JUGA: Rapat Koordinasi Tingkat Pimpinan Bengkulu, dalam Mengendalikan Inflasi

”Dengan menjaga inflasi tetap rendah, kita dapat memastikan masyarakat, terutama yang kurang mampu, tidak terbebani oleh kenaikan harga barang yang tidak wajar,” jelas Gubernur Rohidin.

Meskipun telah banyak pencapaian, Gubernur Rohidin mengingatkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi ke depan, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan penurunan angka kemiskinan serta stunting terus berlanjut. Ia berharap agar pemerintah daerah tetap fokus pada program-program prioritas yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi.

BACA JUGA: Langkah Strategis Bengkulu: Pertemuan Tingkat Tinggi dan Peluncuran Website Rafflesia untuk Investasi UMKM

”Kita tidak boleh lengah, Tantangan ke depan masih besar, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan terus menurunkan angka kemiskinan serta stunting, Saya berharap kita semua tetap fokus dan bekerja sama untuk mencapai tujuan ini,” Tegas Gubernur Rohidin. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *