Pengembangan Pariwisata: Gubernur Rohidin Mersyah Jajaki Potensi Tebat CIK DAM
KANTOR-BERITA.COM, KEPAHIANG – Gubernur Rohidin Mersyah melakukan peninjauan potensi wisata di Desa Kandang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang pada Kamis (28/12). Dalam kunjungannya, Gubernur Rohidin bersama para perangkat desa mengeksplorasi potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Kandang, khususnya Kolam Tebat CIK DAM yang telah berdiri sejak 20 tahun lalu dan memiliki kedalaman mencapai 12 meter.
Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk menggali potensi pariwisata di wilayah tersebut. Gubernur Rohidin menyatakan niatnya untuk mengintegrasikan potensi wisata Tebat CIK DAM ke dalam pengembangan lebih lanjut. Dengan melibatkan anggaran dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, diharapkan wisata Tebat CIK DAM dapat berkembang lebih pesat.
BACA JUGA: Jelajahi Keindahan Alam dan Budaya: Tempat Wisata Wajib di Bengkulu
Gubernur Rohidin Mersyah mengungkapkan, “Melihat (CIK DAM) yang dibangun oleh desa nanti bagusnya apa dia dekat jalan poros utama dari (desa) Tebat Monok ke (Desa) Benuang Galing. Kemudian view-nya bagus, ada persawahan, dan kedalaman (Cik Dam) 12 meter. Kalau dikelola dengan baik, sangat bagus.”
Beliau merencanakan langkah-langkah konkrit untuk pengembangan wisata Tebat CIK DAM. Pertama-tama, Gubernur menyarankan untuk memberikan identitas dengan memberikan tanda wisata berupa papan atau logo bertuliskan “CIK DAM”. Selanjutnya, beliau menekankan pentingnya membentuk pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) agar pemerintah dapat berperan aktif dalam pengembangan potensi wisata tersebut.
BACA JUGA: Festival Durian Bengkulu Tengah ke-2: Menyemarakkan Keindahan Budaya dan Wisata Lokal
“Pertama saran saya kasih merek walaupun kecil tanda wisata “CIK DAM” kemudian pokdarwisnya dibentuk sehingga pemerintah bisa membantu mengembangkan potensi wisatanya,” ujar Gubernur.
Di sisi lain, Kepala Desa Kandang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, Idiansyah, menambahkan informasi terkait upaya penataan yang telah dilakukan di sekitar Tebat CIK DAM. Selama 20 tahun berdiri, CIK DAM telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Dalam proses pengembangannya, warga bersama-sama melakukan gotong royong untuk menjaga keberlanjutan dan keindahan lokasi wisata tersebut.
BACA JUGA: Bukit Jipang: Surga Camping Malam Tahun Baru di Tengah Keindahan Alam Bengkulu
“20 tahun sudah dibangun (CIK DAM), dulu belum ada bantuan dari dana desa, waktu itu bantuan dari pusat. Ini kita, bersama-sama masyarakat, melakukan penataan di sekitar tebat “CIK DAM”,” tambah Idiansyah. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: Erwan M.











