Pemprov Bengkulu Rayakan HKN ke-61, Sekaligus Penyerahan Penghargaan Kepada Pelaku Usaha

Hari Kesehatan Nasional ke-61
Foto: Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat memberikan Penghargaan Kepada salah satu Pelaku Usaha yang telah berkontribusi aktif dalam mendukung program Bantu Rakyat JKN-KIS Provinsi Bengkulu (SRIKANDI), yang berlangsung di Auditorium Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Bengkulu, Rabu (12/11), (Ft/Ist).

Pemprov Bengkulu Rayakan HKN ke-61, Sekaligus Penyerahan Penghargaan Kepada Pelaku Usaha

Kantor-Berita.Com|| Dalam semangat memperkuat sektor kesehatan sebagai pilar utama pembangunan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Auditorium Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Bengkulu, Rabu (12/11). Upacara ini mengusung tema besar “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai unsur pemerintah, tenaga medis, akademisi, dan masyarakat.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa kesehatan merupakan pondasi utama bagi kemajuan bangsa dan kunci untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan produktif.

||BACA JUGA: Persaingan Ketat Jabatan Sekda Bengkulu: Delapan Pejabat Lolos Seleksi Administrasi, Lanjut ke Tahap Berikutnya

Dalam amanatnya, Herwan Antoni menyampaikan pesan mendalam bahwa pembangunan di segala sektor tidak akan berarti tanpa masyarakat yang sehat. Menurutnya, kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan program pemerintah karena hanya masyarakat yang sehat yang mampu berkontribusi maksimal dalam pembangunan ekonomi dan sosial.

“Kalau masyarakatnya sehat, pasti mereka akan produktif untuk membangun negeri. Produktivitas, inovasi, dan daya saing bangsa akan meningkat ketika rakyatnya memiliki kesehatan yang prima,” tegas Herwan.

||BACA JUGA: Menkeu Minta Daerah Tak Tumpuk Dana di Bank, Bengkulu Siap Gerakkan APBD untuk Pertumbuhan

Ia juga menekankan bahwa momentum peringatan HKN ke-61 harus dijadikan ajang refleksi dan evaluasi terhadap capaian pembangunan kesehatan di Provinsi Bengkulu.

“Perlu ada langkah nyata untuk memperkuat sistem kesehatan dari hulu ke hilir, baik dari aspek pelayanan, pembiayaan, hingga peningkatan literasi masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Herwan Antoni mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, tenaga medis, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat luas untuk bersinergi membangun kesadaran hidup sehat dan memperluas akses layanan kesehatan yang adil dan merata.

||BACA JUGA: Persaingan Ketat Jabatan Sekda Bengkulu: Delapan Pejabat Lolos Seleksi Administrasi, Lanjut ke Tahap Berikutnya

“Kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Semua elemen harus bersatu menjaga pola hidup sehat, memperhatikan asupan gizi, dan aktif berolahraga,” ujarnya.

Herwan juga mengapresiasi kerja keras para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama saat menghadapi berbagai tantangan kesehatan seperti pandemi, stunting, hingga penyakit menular. Ia menilai, dedikasi para tenaga medis di Bengkulu merupakan bentuk nyata dari semangat pengabdian demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

“Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan di Bengkulu. Kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat,” tutur Herwan.

||BACA JUGA: Kasus Balita Keluarkan Cacing, Pemprov Ingatkan Pentingnya Hidup Sehat

Salah satu momen penting dalam peringatan HKN tahun ini adalah penyerahan penghargaan dari Gubernur Bengkulu kepada sejumlah direktur, pimpinan, dan penanggung jawab pelaku usaha yang telah berkontribusi aktif dalam mendukung program Bantu Rakyat JKN-KIS Provinsi Bengkulu (SRIKANDI).

Program SRIKANDI merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memperluas kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), terutama bagi masyarakat kurang mampu yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan reguler. Melalui program ini, dunia usaha diajak berperan langsung dalam membantu pembiayaan premi bagi warga yang membutuhkan. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *