Pembentukan Kelompok Kerja di World Water Forum ke-10 untuk Tangani Masalah Air Global

World Water Forum ke-10
Foto: Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwi Korita Karnawati. Foto oleh Amiri Yandi InfoPublik.

Pembentukan Kelompok Kerja di World Water Forum ke-10 untuk Tangani Masalah Air Global

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Dalam pertemuan panel pada Forum Air Dunia ke-10 atau World Water Forum ke-10, dihasilkan sebuah inisiatif baru berupa pembentukan kelompok kerja (working group) yang bertujuan mengkoordinasikan aksi nyata untuk menangani masalah air global. Kelompok kerja ini akan bekerja sama dengan pusat-pusat unggulan (centers of excellence) yang sudah ada di berbagai negara.

“Kami telah membentuk lima kelompok kerja yang akan menyiapkan langkah aksi konkret yang segera ditindaklanjuti secara terkoordinasi dengan pusat-pusat unggulan lainnya,” ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwi Korita Karnawati, dalam konferensi pers di Media Center World Water Forum di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung Provinsi Bali, pada Kamis (23/5/2024).

BACA JUGA: Perumda Tirta Hidayah Meraih TOP BUMD Awards 2023

Dwi Korita menjelaskan bahwa lima kelompok kerja ini memiliki fokus khusus dalam beberapa area penting, di antaranya:

  1. Pengelolaan Danau Berkelanjutan: Kelompok kerja ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan strategi pengelolaan danau yang berkelanjutan.
  2. Pengelolaan Sumber Daya Air Terintegrasi: Khususnya untuk pulau-pulau kecil dan negara berkembang.
  3. Masalah Pemuda: Fokus pada melibatkan generasi muda dalam penanganan masalah air dan pendidikan terkait.
  4. Pendanaan: Membahas strategi dan sumber pendanaan untuk mendukung berbagai inisiatif yang dihasilkan oleh kelompok kerja.
  5. Pertemuan Rutin dan Koordinasi Internasional

“Pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi sangat penting untuk memastikan ketersediaan air di pulau-pulau kecil dan negara-negara berkembang,” tuturnya.

Kelompok kerja ini akan melakukan pertemuan rutin setidaknya setiap enam bulan sekali. Pertemuan tersebut akan memastikan bahwa upaya yang dirancang oleh masing-masing kelompok kerja terus berlanjut dan diimplementasikan secara efektif.

BACA JUGA: Dampak Kemarau, Sumber Air Baku Milik Perumda Tirta Hidayah Mengalami Penurunan Debit Yang Signifikan

”Kami akan melakukan pertemuan rutin minimal enam bulan sekali, Upaya yang disusun dalam kelompok kerja ini akan terus bergulir dan dievaluasi secara berkala,” kata Dwi Korita.

Menurut Kepala BMKG, kelompok kerja ini melibatkan berbagai negara dari Asia, Afrika, hingga Eropa, termasuk sektor perbankan dan swasta. Pelibatan banyak pihak ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan efektivitas dalam mitigasi masalah air global.

”Kelompok kerja ini mengundang banyak negara, mulai dari Asia, Afrika, hingga Eropa, serta perbankan dan sektor swasta. Koordinasi yang baik diharapkan bisa membuat mitigasi permasalahan air yang dilakukan oleh kelompok kerja berjalan dengan efektif,” jelas Dwi Korita.

Dwi Korita menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah cerdas dalam mengatasi masalah kritis air dan dampak perubahan iklim. ”Mohon doa, Insya Allah ini akan menjadi langkah yang lebih cerdas dalam mengatasi atau mencoba memitigasi masalah air kritis serta dampak dari perubahan iklim,” ujarnya. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ
Sumber: Info Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *