Keluarga Besar Taekwondo Bengkulu Berduka, Mantan Atlet Terbaiknya Junaidi Berpulang

Junaidi Atlet Taekwondo
Foto: Ucapan Duka kepada Junaidi Atlet Taekwondo

Keluarga Besar Taekwondo Bengkulu Berduka, Mantan Atlet Terbaiknya Junaidi Berpulang

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Masyarakat olahraga Bengkulu berduka atas kepergian Junaidi (51 tahun), salah satu mantan atlet taekwondo terbaik Bengkulu yang pernah turun di Pekan Olahraga Nasional (PON) era 1996.

Junai– sapaan karib taekwondoin kelahiran 24 Juni 1972 silam itu– tutup usia hari Jumat (19/1) sekira pkl 05.00 WIB di RS Rafflesia Kota Bengkulu. Mendiang informasinya sempat dirawat, karena serangan jantung. Almarhum dikebumikan hari itu juga usai solat Jumat.

Seperti diceritakan sahabat dekat almarhum, Sabarudin, kepergian Junai meninggalkan duka sangat mendalam, khususnya penggemar olahraga taekwondo di Bengkulu. Ia mengaku sedih karena ditinggal juniornya itu.

“Beliau salah satunya mantan atlet taekwondo terbaik Bengkulu. Saya secara pribadi yang juga mantan atlet taekwondo mengucapkan turut berdukacita yang mendalam,” ujar Sabarudin kepada media ini, Sabtu (20/1/23).

Dalam kariernya, lanjut mantan atlet Pelatnas itu, Junai sempat ikut memperkuat tim taekwondo Bengkulu pada PON XVI/1996 di Jakarta. Masa itu, meski belum mampu persembahkan medali, tapi mendiang dinilai sebagai olahragawan terbaik Bengkulu.

Hal senada diceritakan Dali Sukma yang juga teman karib almarhum. “Mendiang Junai salah satu teman dekat saya semasa jadi atlet. Juga beliau satu kontingen sama saya saat tampil di PON 1996 Jakarta,” kata Dali, saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat malam (19/1/23).

Tentu kepergan beliau yang begitu cepat, kata dia, meninggalkan luka mendalam. Sebab beliau ini dinilai aktif kalu sedang membahas soal olahraga, khususnya Bengkulu di grup WhatSapp.

“Selama berkiprah sebagai atlet, almarhum Junai sangat disipilin dan pantang menyerah. Karena itu almarhum salah satu mantan atlet taekwondo Bengkulu yang pernah tampil di PON XVI/1996. Selamat jalan sahabat, semoga diterima di sisihNya Allah. Aimin,” ujar Dali.

Almarhum Junai meninggalkan satu orang istri tercinta bernama Ayu dan seorang anak perempuan bernama Wawa yang masih duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mendiang terakhir berkarier sebagai Auditor Madya Inspektorat Pemprov Bengkulu.(**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *