Jalani Program TC, Atlet Bengkulu Binaraga Hanya Konsumsi Nasi 150 Gram Plus Suplemen

Atlet Bengkulu
AKRAB: Binaragawan Tegar Wicaksono (tengah) foto bersama dengan dua anggota tim monitoring KONI Provinsi Bengkulu Dali Sukma (kiri) dan Jon Herman.(foto/cek)

Jalani Program TC, Atlet Bengkulu Binaraga Hanya Konsumsi Nasi 150 Gram Plus Suplemen

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Seorang Atlet Bengkulu dalam mengejar prestasi brilian pada ajang bergengsi cukup berat. Tidak hanya disiplin berlatih, tapi juga disiplin pada pola makan. Ini dirasakan para atlet yang akan tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh – Sumut.

Umumnya, terjadi pada atlet yang menganut  berat badan. Seperti Cabor binaraga. Hal ini diungkapkan atlet binaraga Bengkulu, Tegar Wicaksono di sela-sela pertemuan bersama Tim Monitoring KONI Provinsi Bengkulu, di  Tegar 88 Gym, Kamis sore (27/6/24).

Atlet Bengkulu
Foto: BERFOSE: Usai latihan M. Fajri As Shabiri dan kawan-kawan fose bersama dengan tim monitoring.

“Guna mengejar prestasi saya harus disiplin segala hal baik dari program latihan sampai ke pola makan. Karena saya Cabor binaraga yang berkiblat pada berat badan. Suka tidak suka wajib saya tunaikan,” ujar Tegar– yang juga owner Tegar 88 Gym.

Sebelum persiapan, lanjut dia, kondisi berat badannya mencapai 94 Kg, sementara pada tanding resmi di PON kelak, ia turun di kelas 74 kg. Untuk dapat main di kelas itu (74 kg- red.), ia rela turunkan berat badan mencapai  20 Kg. Jelas ini butuh perjuangan berat.

BACA JUGA: Tim Monitoring Pantau TC PON, Manik: Berharap Silat dan Anggar Dapat Medali

“Tak ada jalan lain, ya saya harus mengatur pola makan dan latihan. Untuk pola makan, kalau asupan nasi– hanya 150 gram setiap harinya. Kalau seharin tiga kali, berarti satu kali makan, 50 gram. Tetapi tetap dimbangi asupan protein yang cukup,” jelas Tegar.

Butuh Lawan Sparing//

Bagian lain, Cabor karate yang meloloskan Dua Atlet Bengkulu di PON Aceh – Sumut, butuh lawan sparing tanding. Karena dalam mejalani TC berjalan kesulitan mencari partner tanding. Ini disampaikan langsung karateka putra M. Fajri As Shabiri.

“Dalam jalani latihan saya kesulitan mencari lawan sparing. Karena karateka yang ada di sejumlah perguruan di daerah ini tidak ingin melepas karatekanya  untuk menjadi lawan  sparing. Karena itu kiranya pihak KONI bisa memfasilitasi terkait masalah ini,” ujar Fajri.

Menyikapi masalah ini ketua tim monitoring Kosmas Manik, SE, M.Si, menyatakan KONI akan berkordinasi dengan Pengprov FORKI. Karena perguruan karate di bawah naungan Pengprov FORKI. “Tapi nanti akan kita coba  dikordinasikan,” jelas Manik.

Masalah suplemen, lanjut dia, dalam waktu akan disiapkan. Diminta pelatih kordinasi ke KONI. Mudah-mudahan masalah suplemen tidak ada kendala sebab sebelumnya sudah dibahas dan suplemen akan diadakan.(Cek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *