Inflasi Kota Bengkulu November 2024: Stabil di 1,13%, IHK Capai 106,03
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu merilis data terbaru Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk November 2024. Berdasarkan laporan tersebut, Kota Bengkulu mencatat inflasi year on year (y-o-y) sebesar 1,13 persen, dengan IHK mencapai 106,03. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan November 2023, yang mencatat IHK sebesar 104,85.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Kota Bengkulu, Marwansyah, dalam acara Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar pada Senin, 2 Desember 2024, di Kantor BPS Kota Bengkulu, Jalan S. Parman, Nomor 89, Padang Jati.
BACA JUGA: Evaluasi Progress Rekomendasi Statistik: BPS Kota Bengkulu Pantau Kualitas Data Peningkatan IPS
Marwansyah menjelaskan bahwa inflasi yang terjadi disebabkan oleh kenaikan harga di sejumlah kelompok pengeluaran. Beberapa kelompok yang mencatat kenaikan signifikan meliputi:
- Makanan, Minuman, dan Tembakau: Naik sebesar 0,62 persen
- Pakaian dan Alas Kaki: Naik 0,32 persen
- Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga: Naik 0,59 persen
- Kesehatan: Kenaikan tertinggi sebesar 2,09 persen
- Transportasi: Naik 0,52 persen
- Rekreasi, Olahraga, dan Budaya: Naik 3,06 persen
- Pendidikan: Naik 1,82 persen
- Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran: Naik 2,28 persen
- Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Kenaikan tertinggi kedua sebesar 6,66 persen
Namun, terdapat pula kelompok yang mengalami deflasi atau penurunan harga, yakni:
- Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga: Turun sebesar 0,87 persen
- Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan: Turun sebesar 0,53 persen
Kontribusi inflasi November 2024 berasal dari beberapa kelompok pengeluaran berikut:
- Makanan, Minuman, dan Tembakau: Menyumbang 0,18 persen
- Pakaian dan Alas Kaki: 0,02 persen
- Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga: 0,09 persen
- Kesehatan: 0,05 persen
- Transportasi: 0,08 persen
- Rekreasi, Olahraga, dan Budaya: 0,06 persen
- Pendidikan: 0,11 persen
- Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran: 0,24 persen
- Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Menyumbang kontribusi tertinggi sebesar 0,37 persen
Sebaliknya, deflasi dihasilkan dari:
- Perlengkapan Rumah Tangga: Menurunkan inflasi sebesar 0,04 persen
- Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan: Mengurangi inflasi sebesar 0,03 persen
Secara keseluruhan, inflasi month-to-month (m-to-m) pada November 2024 tercatat sebesar 0,15 persen. Angka ini lebih stabil dibandingkan tingkat inflasi y-o-y pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya:
- November 2023: Inflasi y-o-y mencapai 3,08 persen
- November 2022: Inflasi y-o-y lebih tinggi, yakni 6,09 persen
Selain itu, inflasi year-to-date (y-t-d) juga mengalami penurunan:
- November 2024: 0,87 persen
- November 2023: 2,85 persen
- November 2022: 5,68 persen
Tren ini menunjukkan bahwa tingkat inflasi di Kota Bengkulu cenderung lebih terkendali pada tahun 2024, meskipun masih ada kenaikan pada beberapa kelompok pengeluaran.
BACA JUGA: BPS Kota Bengkulu Umumkan Inflasi Juli 2024: IHK Naik 2,27% dengan Penurunan Inflasi Tahun ke Tahun
Setelah rilis IHK dan inflasi, BPS Kota Bengkulu juga mengadakan Rapat Evaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Statistik Terpadu, Evaluasi ini bertujuan untuk meninjau relevansi SOP Pelayanan Statistik dengan peraturan-peraturan baru yang mulai berlaku.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kominfo Kota Bengkulu yang bertindak sebagai Walidata, serta para statistisi dari BPS Kota Bengkulu. Diskusi difokuskan pada bagaimana SOP yang ada dapat disesuaikan untuk mendukung pelayanan data yang lebih efektif, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA: Pj Walikota dan BPS Kota Bengkulu Tingkatkan Kerjasama untuk Pertumbuhan Ekonomi
Dalam penutupannya, Marwansyah berharap agar data inflasi yang dirilis dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan pelaku ekonomi dalam mengambil kebijakan strategis. Dengan inflasi yang cenderung stabil, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Bengkulu.
“Stabilitas inflasi adalah faktor penting dalam menjaga perekonomian, Kami berharap pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat dapat memanfaatkan data ini untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat,” pungkas Marwansyah. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











