Herwan Antoni Dinkes Bengkulu Beri Himbauan: Penyakit yang Rawan Saat Pergantian Musim
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai tujuh penyakit yang kerap menyerang saat pancaroba, terutama penyakit yang berasal dari lingkungan dan faktor hewan. Pancaroba, sebagai periode pergantian siklus cuaca, seringkali menjadi saat yang rentan terhadap penyebaran penyakit. Herwan Antoni memberikan peringatan dan saran pencegahan agar masyarakat bisa menjaga kesehatan mereka dengan baik.
“Saat pancaroba warga banyak yang terserang penyakit,” kata Herwan Antoni di Bengkulu.
Tujuh Penyakit Pancaroba
Ke tujuh penyakit pancaroba yang menjadi perhatian Dinkes Provinsi Bengkulu adalah:
- Demam Berdarah Dengue (DBD): Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti,
- Malaria: Penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles,
- Chikungunya: Penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes.
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Penyakit pernapasan yang dapat disebabkan oleh berbagai virus atau bakteri.
- Tuberkulosis (TBC): Penyakit infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang biasanya menyerang paru-paru.
- Muntaber: Penyakit infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan diare dan muntah.
- Diare: Penyakit yang ditandai oleh tinja encer dan seringkali disertai dengan gejala seperti kram perut dan dehidrasi.
Penyebaran Penyakit
Herwan Antoni menjelaskan bahwa penyakit seperti DBD, malaria, dan chikungunya berasal dari hewan nyamuk. Sementara ISPA, TBC, muntaber, dan diare merupakan penyakit akibat faktor lingkungan, sebagian besar disebabkan oleh debu. Meskipun belum ada peningkatan signifikan dalam kasus penyakit tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena penyebarannya bersifat musiman, terutama saat pergantian musim.
Langkah Pencegahan
Untuk mengantisipasi ancaman penyakit saat pancaroba, masyarakat diberikan saran-saran pencegahan, antara lain:
- Konsumsi Makanan Bergizi: Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
- Istirahat yang Cukup: Jaga pola tidur dan berikan tubuh waktu istirahat yang cukup.
- Olahraga Teratur: Berolahraga secara teratur untuk menjaga kebugaran tubuh.
- Kelola Tingkat Stress: Kurangi stres dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan.
- Konsumsi Suplemen: Pilih suplemen yang sesuai dan dianjurkan oleh tenaga kesehatan.
- Hindari Minuman Dingin: Kurangi konsumsi minuman dingin yang dapat memengaruhi kesehatan.
- Perbanyak Minum Air Putih: Minum air putih minimal 8 gelas sehari untuk menjaga hidrasi tubuh.
Pencegahan Terhadap Penyakit Akibat Hewan
Untuk penyakit yang berasal dari hewan, seperti DBD, malaria, dan chikungunya, masyarakat disarankan untuk:
- Mensterilkan Rumah: Gunakan pembasmi serangga dan lakukan fogging untuk mengendalikan populasi nyamuk.
- Membersihkan Selokan: Pastikan selokan bersih dari sampah dan lumpur yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
- Pembuangan Sampah: Buang sampah dengan benar untuk mencegah genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk.
- Menyingkirkan Wadah Penampung Air: Hilangkan wadah-wadah yang dapat menampung air dan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
- Pemasangan Kawat Antinyamuk: Pasang kawat antinyamuk di ventilasi rumah untuk mencegah masuknya nyamuk.
- Pemasangan Kelambu: Gunakan kelambu di tempat tidur untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk saat tidur.
Imbauan dari Dinkes Provinsi Bengkulu ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka selama periode pancaroba. Dengan kesadaran dan tindakan preventif, diharapkan penyebaran penyakit dapat diminimalkan, dan masyarakat dapat tetap sehat dan bugar. Pentingnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan penyakit tidak hanya memberikan manfaat pada tingkat individu tetapi juga pada tingkat komunitas secara keseluruhan. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











