Dedy Wahyudi Dorong Mahasiswa KKN Tematik Unived Hadirkan Solusi Nyata
Kantor-Berita.Com|| Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi secara resmi menyambut sekaligus membuka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Dehasen (Unived) Bengkulu Periode VI Tahun 2025. Kegiatan pembukaan berlangsung di Pendopo Balai Kota Merah Putih Bengkulu, Senin (22/12/25), dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Dehasen, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKN-T.
Dalam sambutannya, Dedy menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN-T di tengah masyarakat harus membawa manfaat nyata dan terukur, bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik. Ia mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi atas persoalan sosial dan lingkungan di wilayah penempatan masing-masing.
||BACA JUGA: Belungguk Point Jadi Ikon Ruang Publik Berbasis Kearifan Lokal
“KKN bukan hanya formalitas untuk memenuhi syarat kelulusan. Kehadiran adik-adik mahasiswa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Dedy di hadapan para peserta.
Menurut Dedy, KKN-T merupakan salah satu bentuk konkret kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan berbasis masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.
||BACA JUGA: Wali Kota Dedy Wahyudi Instruksikan Lelang Dini Proyek 2026
Ia menilai, Kota Bengkulu membutuhkan kontribusi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kami berharap mahasiswa bisa turun langsung, berdialog dengan warga, memahami persoalan yang ada, lalu menghadirkan program-program sederhana namun berdampak,” kata Dedy.
Pelaksanaan KKN-T Universitas Dehasen Bengkulu Periode VI Tahun 2025 mengusung tema “Optimasi Pengelolaan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Optimalisasi Kampus Berdampak.” Tema ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan Kota Bengkulu yang menitikberatkan pada keberlanjutan lingkungan dan penguatan peran masyarakat.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Serukan Hapus Ego Sektoral di HUT Korpri ke-54
Dedy menekankan bahwa pengelolaan lingkungan, khususnya persoalan sampah, menjadi salah satu isu prioritas yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk mahasiswa.
“Masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan edukasi berkelanjutan, perubahan pola pikir, dan partisipasi aktif masyarakat. Mahasiswa bisa mengambil peran penting di sini,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa KKN-T mampu menjadi motor penggerak kesadaran warga, mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga, pemilahan sampah, hingga pemanfaatan limbah bernilai ekonomis.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Resmikan SI-Pukek, Aplikasi Monitoring Kinerja Berbasis Digital
Lebih lanjut, Dedy menilai bahwa KKN-T dapat menjadi sarana edukatif yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan di tingkat akar rumput. Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, mahasiswa diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, ruang publik, dan kesehatan.
“Kadang masyarakat lebih mudah menerima edukasi dari anak-anak muda yang datang dengan semangat dan pendekatan yang humanis. Ini peluang besar bagi mahasiswa,” kata Dedy. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











