Call Center 112 Bengkulu: Solusi Darurat Efektif, Tantangan Prank Call, dan Inovasi Layanan

Call Center 112 Bengkulu
Foto: Call Center 112 Bengkulu: Solusi Darurat Efektif, Tantangan Prank Call, dan Inovasi Layanan, (Ft/Ist).

Call Center 112 Bengkulu: Solusi Darurat Efektif, Tantangan Prank Call, dan Inovasi Layanan

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Panggilan darurat melalui Call Center 112 milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menunjukkan hasil positif dalam membantu masyarakat menangani berbagai situasi darurat, Layanan ini menjadi solusi cepat untuk mengatasi masalah seperti kebakaran, gangguan ketertiban, kecelakaan dan bencana alam, Meski demikian keberhasilan ini masih dibayangi oleh sejumlah tantangan, termasuk tingginya jumlah panggilan iseng atau prank call yang menghambat pelayanan.

Call Center 112 dirancang sebagai jalur komunikasi langsung antara masyarakat dan instansi pemerintah yang berwenang menangani situasi darurat, Laporan masyarakat yang masuk melalui layanan ini langsung diteruskan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau dinas terkait untuk ditindaklanjuti.

BACA JUGA: Waspada Cuaca Ekstrem di Kota Bengkulu: Pemkot Siapkan Layanan Call Center 112 untuk Keadaan Darurat

Menurut Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Gitagama, melalui Kabid Penyelenggara E-Government, Wiwik Rahayu, layanan Call Center 112 telah terbukti membantu masyarakat secara efektif, Selama tahun 2024, tercatat total 13.746 panggilan masuk, dengan 106 di antaranya merupakan panggilan darurat yang valid.

“Laporan yang kami terima mencakup berbagai kejadian, seperti kebakaran, keberadaan hewan buas atau berbisa, kecelakaan, pohon tumbang, gangguan lalu lintas, hingga permintaan ambulans, Sebagian besar laporan terkait kebakaran dan ular,” ungkap Wiwik.

BACA JUGA: Pemkot Buka Call Center 112 pengaduan Penerangan Jalan Umum

Setiap laporan yang masuk ke Call Center 112 mengikuti prosedur standar operasional (SOP). Call taker, atau petugas penerima panggilan, akan mencatat informasi dari pelapor, mengevaluasi situasi, dan meneruskan laporan tersebut ke OPD terkait sesuai jenis kejadian. Call taker kemudian memantau proses penyelesaian hingga laporan ditutup.

Meski efektif, layanan Call Center 112 menghadapi tantangan besar berupa banyaknya panggilan iseng atau laporan palsu, Dari 13.746 panggilan yang masuk sepanjang tahun 2024, sebagian besar merupakan prank call yang tidak memiliki tujuan jelas.

BACA JUGA: Diskominfo Kota Bengkulu Siapkan Program Prioritas 2025, Hearing Dengan Komisi I DPRD

“Kami menghadapi kesulitan dengan banyaknya prank call yang masuk, Hal ini mengakibatkan petugas harus sangat jeli membedakan laporan valid dan palsu untuk menghindari eskalasi yang tidak diperlukan,” jelas Wiwik.

Ia menegaskan bahwa layanan ini bukan untuk main-main, melainkan dirancang untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan darurat, Wiwik juga mengimbau masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam menggunakan layanan Call Center 112 agar tidak mengganggu operasional petugas.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, Call Center 112 berencana menjalin kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Langkah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak, seperti penyediaan darah bagi pasien yang membutuhkan secara darurat.

BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Targetkan Kota Terang Benderang 2025

“Kami ingin memperluas layanan Call Center 112 agar bisa menjangkau lebih banyak kebutuhan masyarakat, termasuk bekerja sama dengan PMI untuk memenuhi kebutuhan darah,” kata Wiwik.

Selain itu, Dinas Kominfo berencana meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya layanan ini. Kampanye kesadaran publik akan digencarkan untuk menekan angka prank call dan memastikan layanan ini digunakan secara bijaksana. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *